Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
rupa-rupa

Berhenti Berkarir Bukan Berarti Berhenti Berkarya

By on November 2, 2017

Kalimat di atas rasanya bisa menjadi mood boster bagi setiap wanita muslimah yang sebelumnya bekerja dan berkarir, namun harus berhenti melakukannya. Entah itu karena faktor keluarga, mau menikah, ingin jadi ibu rumah tangga, tidak dapat ijin suami bekerja, dan masih banyak faktor lainnya.

Bagi wanita yang terbiasa bekerja kantoran, berkarir di luar rumah, dan tiba-tiba harus berhenti bekerja atau berkarir mungkin bisa menjadi beban tersendiri. Dan mana kala beban ini tidak bisa diatur dengan baik, maka penyakit stress lah yang akan datang. So, penting kiranya untuk menempatkan keadaan seperti ini sesuai dengan porsinya.

Kaget dengan keadaan yang baru mungkin akan dirasakan dan memang butuh proses untuk menyesuaikannya. Berhenti berkarir atau bekerja kantoran bukan berarti berakhir. Berhenti berkarir bukan berarti berhenti berkarya. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan meski hanya dari dalam rumah. Jika Anda ikhlaskan hati, demi keluarga, demi mencari pahala di sisi Allah, maka akan ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Hal apa saja sih yang bisa dilakukan? Banyak, dan tentu yang terpenting harus produktif ya. Kalau di rumah tidak melakukan kegiatan apapun ya rasa bosan, malas, dan stres  justru akan menghampiri.  Melakukan kegiatan-kegiatan produktif bisa menjadi solusi yang membahagiakan. Kegiatan apa saja itu, yuk simak ulasannya.

  • Menulis

Menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai media menerapi diri. Lumayan kan bisa terhindar dari beban pikiran yang berlebihan. Nah, Anda bisa menulis di mana saja dan kapan saja. Dalam bentuk diary atau membukukannya menjadi sebuah buku. Bagi Anda yang mempunyai hobi menulis, bisa menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk memperoleh income tambahan. Enggak hanya menulis buku saja loh. Ada banyak profesi yang menghasilkan dari kegiatan menulis, seperti ghostwriter, penulis artikel, buzzer di sosial media, dan masih banyak lagi.

  • Ngeblog

Nah, ini juga salah satu kegiatan yang bisa mendatangkan income dari kegiatan menulis. Memang tidak bisa menghasilkan secara langsung, namun sebagai bentuk investasi masa depan. Tujuan utamanya bukan uang semata tapi lebih kepada menghasilkan karya yang  bermanfaat untuk umat. Seiring perjalanan waktu, insyaallah income akan mengikuti apa yang diusahakan.

  • Menekuni hobi

Masih bingung mau melakukan apa? Tekuni hobi saja. Biasanya kalau kita melakukan sebuah kegiatan sesuai passion, sesuai hobi maka tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi. Karena kita melakukan kegiatan tersebut dengan senang hati dan tanpa ada paksaan. Sehinggan menjalaninya pun fine-fine saja. So, ingat-ingat kembali ya punya hobi apa.

  • Mengasah keterampilan

Kalau Anda merasa enggak punya hobi, bisa kok mengikuti sebuah kursus untuk mengasah keterampilan sebelumnya yang dimiliki, atau menambah keterampilan yang lain. Seperti mengikuti kursus memasak, merias, menjahit, dan lain sebagainya.

  • Mendekor ruangan

Kegiatan mendekor ruangan ini mungkin tidak bisa dilakukan setiap hari. Minimal seminggu sekali. Namun jangan salah atau menganggap remeh dengan kegiatan yang satu ini. Karena efeknya yang sangat luar biasa. Suasana menjadi hangat, tidak monoton, meminimalisir kemarahan dan efek psikologis lainnya. Menjadikan hunian  menjadi surga keluarga Anda.

  • Berwirausaha

Ini merupakan salah satu alternatif jika Anda harus meninggalkan karir sebagai pegawai kantoran. Ya bekerja dari rumah. Membangun usaha dan berbisnis dari rumah. Bagi wanita yang sudah menikah ini bisa jadi pilihan yang asyik untuk tetap bekerja, menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan peran utamanya sebagai seorang ibu dan istri.

Nah, itulah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seorang wanita muslimah meski hanya dari rumah. Di sisi lain tentu masih banyak segudang manfaat lainnya. Baik dari sudut pandang duniawi ataupun ukhrawi. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

#postingantematik

#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

Book Review

Membiasakan Anak Suka Baca, Pentingkah?

By on November 1, 2017

Membaca, suatu kata yang begitu klasik kedengarannya namun mempunyai andil besar dalam kehidupan seseorang. Setiap orang tentu tahulah sama kata kerja yang satu ini. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang “enggak banget” dalam tradisi dan budaya bacanya. Hmmm…bisa dibilang momok kali ya kalau disuruh membaca. Apalagi kalau diminta membaca buku, “Haduh ampun deh…” kata anak-anak didik saya.

Suatu fenomena yang bikin muka jadi keriput memikirkan generasi penerus bangsa yang demikian adanya. Memang sih enggak semuanya begitu. Mungkin berbeda anak yang tinggal di perkotaan dengan anak di desa atau memang sama, entahlah? Namun kenyataan seperti ini sering saya jumpai di sekitar tempat tinggal saya.

Beberapa tahun belakangan ini terjadi pergeseran budaya, yang mana semakin kompleknya materi pelajaran di sekolah tingkat dasar, memaksa banyak anak untuk berbondong-bondong mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Lalu, apakah mereka belajar seutuhnya? Iya, bagi mereka yang ingin bisa, tapi tidak untuk mereka yang hanya mengejar nilai. Dan fakta yang paling menyedihkan adalah banyak dari mereka yang mengikuti bimbel hanya untuk mengejar nilai secara instan tanpa mau tahu cara yang benar dan proses menjalaninya. Tak jarang juga ada yang ikut bimbel hanya bertujuan untuk bertemu teman. Menyerahkan Homework pada mentor bimbel dan bilang jawabannya apa kak. Dan ketika diminta untuk mencari jawaban yang ada dalam bacaan, biasanya mereka akan malas sekali bahkan ada yang memang tak mau melakukannya.

Fenomena ini memang tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja. Entah murid, guru, orangtua, dan bahkan pemerintah. Namun dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengatasi malasnya kids zaman now untuk mau dan suka membaca. Dimulai dari diri dan keluarga sendiri untuk memberikan teladan dan menciptakan habit baca dari rumah. Mulailah dari kecil sehingga kebiasaan itu mendarah daging pada anak dan keluarga. Terpenting orangtua harus bisa jadi role model bagi anak.

Berbicara soal membiasakan membaca pada anak, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan. Pertama, ciptakan lingkungan yang mana anak mudah untuk menjangkau buku. Dalam artian taruh beberapa buku ditempat yang sering dijadikan anak untuk beraktivitas. Semisal di ruang tamu, ruang keluarga, ruang bermain, kamar, dan lain sebagainya. Kedua, sediakan buku yang sesuai dengan usia, minat, dan taraf perkembangan anak. Sedikit tips buat para Bunda tentang pemilihan buku yang cocok untuk anak.

Mengajari anak membaca sebenarnya bisa dilakukan sejak dini, bahkan dari dalam kandungan. Nah, untuk bayi usia 0-1 tahun, Bunda bisa memberikan anak buku bantal. Buku ini aman untuk bayi karena tidak mudah dirobek ataupun ditelan.  Di usia satu tahun ke atas (2-7 tahun) bisa dimulai dengan mengenalkan bentuk buku seutuhnya. Ada buku halo balita, buku ini dirancang secara  khusus untuk anak balita. Bentuk fisik buku berupa boardbook dengan setiap sudut buku dibuat tumpul agar lebih aman dan nyaman buat anak. Buku ini tebal dan permukaannya dilapisi dengan bahan anti air sehingga mudah dibersihkan dari corat-coret pensil, melindungi dari tumpahan air atau sisa makanan yang menempel.

Dalam satu paket buku halo balita ini terdapat 25 buku yang terdiri dari sembilan buah buku untuk melatih kemandirian, lima buah buku bertema spiritual, sebelas buah buku untuk melatih value dan satu buah buku panduan untuk orangtua. Selain itu dalam satu paket juga terdapat tiga buah boneka tangan, Sali, Saliha, dan Kumi.

Memberikan buku yang tepat pada anak akan menarik perhatian anak untuk mau membaca. Untuk anak usia balita, gambar menjadi daya tarik utama. Nah, di sinilah yang menjadi daya tarik buku halo balita. Gambarnya yang colorfull, tidak terlalu banyak tokoh membuat anak semakin mudah mengingat nama tokoh dan karakter yang dimilikinya. Sehingga pesan yang ingin disampaikan pun dapat tersampaikan dengan baik.

Saya yang menggunakan buku ini merasakan manfaat yang begitu besar, tidak hanya membuat anak suka buku, senang baca namun melatih emosi  dan kemandirian anak. Bagi seorang anak role model yang juga  anak-anak seperti Sali dan saliha akan lebih mudah masuk dalam dunia mereka. Seakan-akan mereka memang mempunyai sahabat dan teman baik dalam menjalani dunia mereka.

Selain itu buku ini juga berteknologi Augmented Reality (AR) yang mana jika gambar yang ada dibuku disorot memakai kamera Smartphone, gambar bisa mengeluarkan suara dan bergerak-gerak. So, diharapkan orangtua lebih bijak dalam memilih bahan bacaan yang berkualitas dan bermutu bagi anak. Terlepas dari itu semua peran orangtua dalam memberikan teladan dan membersamai anak dalam proses pembentukan kebiasaan membaca sangat dibutuhkan.

Continue Reading

inspirasi

Konsep Rezeki Mulus Tanpa Seret

By on Oktober 10, 2017

Alhamdulillah beberapa hari ini baru diberi rezeki sakit sama Yang Maha Pemberi kesehatan. Setidaknya dengan sakit, tubuh bisa beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari dan lebih banyak mengingat-Nya. Beberapa hari sakit, diri ini rindu untuk menulis lagi setelah hampir 4 hari enggak sempat meluangkan waktu untuk sekedar menulis, me-refresing-kan pikiran kembali.

Selama sakit, kegiatan yang paling banyak saya lakukan tentunya beristirahat sambil membaca buku. Dan teringat akan beberapa hal, salah satunya tentang konsep rezeki. Berbicara soal rezeki itu tak sebatas soal uang melulu. Rezeki itu luas, sehat, sakit, sedih, susah, senang, semuanya termasuk rezeki. Musibah dan cobaan juga bagian dari rezeki. Banyak orang pasti sudah paham akan hal ini tentunya.

Dalam Alquran itu sendiri pun telah dijelaskan bahwa rezeki itu segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau perempuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.

Kalau sudah dijelaskan seperti ini, pandangan kita akan rezeki semoga tak sebatas hanya uang belaka. Tapi jujur yang namanya manusia pasti ada rasa was-was mana kala kita tidak punya uang atau dompet lagi menipis. Meski udah dijamin, rasa khawatir itu pasti ada. Persoalannya banyak dari kita yang mungkin sudah merasa berusaha semaksimal mungkin, tapi kok ya masih kurang terus? Masih tetap berhutang dan lain sebagainya yang buat hati tak tenang, hidup pun tak tentram.

Kuncinya semua ini tergantung pada diri kita. Bagaimana kita harus menata hati terlebih dahulu, dalam artian rasa syukur terhadap rezeki yang sudah didapat. Bukankah kalau kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita. menurut saya hal ini memang benar adanya, bukan sebatas teori atau firman Allah semata. Karena saya pun mengalaminya sendiri. Allah juga berfirman bahwa akan mencukupi segala kebutuhan kita. ingat ya… kebutuhan bukan keinginan.

Sebenarnya kalau kita mampu memahami akan hal ini dengan baik, kebutuhan bukan keinginan, ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil. Yaitu tentang kesederhanaan. Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Jika setiap manusia menuruti semua keinginannya maka ya enggak akan ada habisnya. Maka hanya kebutuhanlah yang akan dicukupi oleh sang Maha Pemberi Rezeki.

Kita hanya diwajibkan untuk berikhtiar dan bertawakal. Ikhtiar inilah yang mungkin bisa kita lakukan. Ikhtiar seperti apa agar rezeki kita tak seret dan tak merasa kekurangan? Pertama, kita bisa meniru konsep petani dalam menanam padi. Ibarat kata petani setelah panen, pasti mengambil terlebih dahulu beberapa padi yang bagus untuk dijadikan bibit selanjutnya untuk ditanam, baru kemudian sisanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini juga berlaku sama terhadap rezeki yang kita dapat, misalnya rezeki uang. Kalau kita menginginkan uang yang kita dapat tidak habis begitu saja sebelum waktunya, dan sudah dapat rezeki lagi sebelum kantong habis, bisalah kita meniru konsep pak tani dalam menanam padi ini. Istilah jawanya itu agar rezeki tidak entuk-entek namun entek-entuk (dapat-habis namun habis-dapat).

Jadi setiap kali mendapatkan rezeki, semisal berupa gaji kita bisa mengambil terlebih dahulu beberapa persen dari gaji kita untuk kita sedekahkan. Lakukan hal ini sebelum membelanjakan gaji untuk kebutuhan kita. bukankah petani mengambil beberapa padi untuk dijadikan bibit terlebih dahulu, kemudian ditanam lagi. Jadi sebelum stok padi habis,mereka sudah panen kembali. Konsep seperti ini berlaku pada rezeki yang kita terima.

Selain sedekah, kedua adalah orangtua tentunya. Bakti atau tindak-tanduk kita terhadapat orangtua baik orangtua kandung ataupun mertua. Perlakukan mereka secara baik. Jangan jadikan mereka seperti pembantu. Fenomena yang sering terjadi saat ini adalah banyak pasangan yang bekerja dan menyerahkan anak diasuh oleh orangtuanya atau nenek kakeknya. Mungkin dengan alasan lebih aman dari pada diasuh oleh baby sister. Iya, mungkin hal ini benar adanya. Saya pun mungkin akan melakukan hal yang sama. Tapi, suatu ketika saat saya ikut suami berziarah dalam acara wisata religi yang diadakan oleh sekolahnya, saya diberi wejangan atau nasehat oleh pak supir bus yang saya tumpangi bahwa orangtua itu sudah capek mengasuh kita. sebagai anak kita juga harus mengerti hal itu, meskipun orangtua tak akan pernah mengeluh mengasuh anaknya. Jangan bebani orangtua dengan mengasuh anak kita lagi. bolehlah orangtua menjaga, ikut merawat, bermain sama cucunya, namun jadikan hal itu sebagai perekat hubungan antara cucu dengan nenek kakeknya. Bukan lantas menyerahkan pengasuhan terhadap mereka. Jika dirasa anak kita sudah lama bersama kakek nenek, segeralah ambil mereka kembali, siapa tahu orangtua kita sudah lelah dan butuh istirahat.

Rasanya Jleb kan, ditambah lagi ada semacam petuah atau apa ya namanya, sebut saja sebagai nasehat. Kalau kita memperlakukan orangtua kita layaknya pembantu, maka rezeki yang kita dapat pun seperti pembantu. Konsep rezeki agar tidak seret itu tidak bisa lepas dari marketing bumi dan marketing langit. Marketing bumi ya usaha kita secara nyata dalam bekerja dan marketing langit itu bentuk usaha kita dalam hubungannya merayu Sang Pemberi Rezeki. Orang-orang suka menyebutnya dengan matematika langit. Bentuknya sebagaimana kita berdoa, tahajud, dhuha, bersikap baik kepada kedua orangtua, sedekah, bersyukur, menjaga diri dari perbuatan yang mendatangkan dosa, berbuat baik pada sesama. Hal-hal seperti inilah yang akan membuat rezeki kita jauh dari kata seret. Sebagai penutup, mengutip dari kata-kata mas Ippo Santosa bahwa bukan rezeki kita yang seret namun sedekah kita mungkin yang seret. Bukan rezeki kita yang kurang namun syukur kita yang kurang. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

kesehatan

Sehat dan Cegah Panas Dalam dengan Makan Buah

By on September 21, 2017

Sudah tiga hari ini rasanya badan pada linu-linu. Enggak hanya saya, suami sama anak juga ikutan enggak  enak badan. Cirinya juga sama. Sakit tenggorokan, susah untuk menelan makanan, dan sariawan. Kebanyakan orang menyebut penyakit ini sebagai panas dalam. Namun dalam dunia kedokteran istilah panas dalam ini tidak ada atau salah kaprah. Panas dalam ini sebenarnya bukanlah penyakit, tapi gejala yang timbul dari suatu penyakit.

Mengalami panas dalam atau gejala panas dalam memang tidak mengenakkan. Rasanya panas disekitar tenggorokan sampai ke dada. Memang panas dalam erat kaitannya dengan masalah pencernaan. Ada banyak penyebab kenapa seseorang bisa terkena panas dalam. Mulai dari kekurangan vitamin C, dehidrasi, kelelahan dan kurang istirahat sampai dengan pola makan yang kurang sehat.

Nah jika Bunda mengalami hal seperti ini kemungkinan besar bisa terserang panas dalam. Panas dalam bisa  menyerang siapa saja, tak peduli tua ataupun muda. Biasanya panas dalam ditandai dengan sariawan, susah menelan makanan, nyeri ditenggorokan dan masih banyak ciri lainnya.

Hal apa yang perlu dilakukan, jika memang panas dalam telah menyerang? Tentu mengobati jauh lebih penting, namun yang enggak kalah penting juga adalah mencegah panas dalam datang kembali. Bagaimanapun juga mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati bukan?

Benernya ada banyak cara lho Bun untuk mencegah dan mengobati panas dalam. Saya sendiri secara pribadi lebih suka dengan cara yang alami, meski butuh proses yang agak lama untuk bisa enakan alias sembuh. Jarang sekali beli obat kalau benar-benar dirasa belum membutuhkan. Pasalnya pengalaman dulu, pernah terkena panas dalam itu sampai enggak bisa bicara, karena memang urgent belilah saya obat ke apotik. Emang sih…lansung cepet terasa hasilnya. Langsung cepat enakan, tapi baru sekitar 2 hari kumat lagi, buat menelan makanan dan bicara itu sakit sekali.

Mungkin salah saya juga kenapa enggak periksa langsung saja ke dokter. Dari pengalaman yang sering terkena panas dalam, saya sering mengamati dan sedikit demi sedikit mengerti akan polanya. Dan benar saja apa kata buku-buku kesehatan yang saya baca bahwa panas dalam itu bisa dipengaruhi oleh pola makan dan pola hidup yang tak sehat.

Iya pola makan dan hidup sehat ini sangat berpengaruh sekali. Mengonsumsi makanan pedas, makanan yang terlalu panas dan atau dingin, gorengan secara berlebihan bisa menyebabkan panas dalam. Apalagi jika memang sudah terkena, maka menghindari makanan pedas, terlalu panas atau dingin, dan gorengan wajib dilakukan. Pasalnya kalau tidak, hal ini justru akan memperparah panas dalam yang terjadi. Ujung-ujungnya bisa terkena radang tenggorokan.

Biasanya saya kalau sudah terkena radang ini justru makin susah mengobatinya. Pasalnya setiap kita bicara keras sedikit atau terlalu lama berbicara, maka tenggorokan akan terasa sakit sekali meski sebelumnya sudah agak enakan. Semisal kalau harus mengajar. Haduh…untuk bersuara rasanya susah sekali. Hehehe…

Sekedar berbagi pengalaman saja, biasanya kalau sudah begini saya suka genjot dengan memakan buah-buahan dan sayuran. Tentunya buah yang banyak mengandung vitamin C. Seperti layaknya jeruk, jambu biji, tomat, pisang dan banyak ya macam lainnya. Kalau saya paling suka makan pisang dan jambu bijinya. Selain itu saya imbangi juga dengan mengonsumsi air kelapa muda. Ini bagus sekali untuk memulihkan kondisi tubuh, mengganti ion dan mencegah dehidrasi. Ingatkan salah satu penyebab panas dalam itu bisa kekurangan vitamin C, dehidrasi dan kelelahan. Maka dari itu solusinya bisa dengan memakan buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C, mengonsumsi air kelapa muda sebagai pengganti ion tubuh yang hilang dan tentunya jangan lupa untuk istirahat dengan cukup. Jangan banyak bergadang ya Bun…

Continue Reading

kuliner

Bunda Harus Tahu ini! Mengolah Daging Agar Tahan Lama dan Tak Merusak Nilai Gizi

By on September 1, 2017

Asssalamualaikum…mumpung bertepatan dengan hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat, 1 September 2017, dan masih suasana Qurban mau coba ikut berbagi tentang dunia perdagingan. Hehe…maksud saya mencoba berbagi tip mengolah daging agar tahan lama dan tak merusak nilai gizinya.

Biasanya kalau pas hari Qurban seperti ini, stok daging di rumah banyak kan Bun? Yang punya anggota keluarga banyak, mungkin sudah habis dilahap, enggak  sampai nyetok. Tapi kalau dapat daging Qurbannya banyak, terus yang makan dikit ya mungkin masih punya stok banyak. Enggak bisa sekali habis waktu itu juga.

Nah, biasanya nih Ibu-ibu suka bingung, gimana sih menyimpan stok daging yang berlebih? Biar awet dan tahan lama. Yang terpenting jangan dikasih obat pengawet ya Bun. Kebanyakan Ibu-ibu asal taruh aja tuh dalam kulkas atau freezer, bener enggak tuh. Ayo jawab…

Yang perlu Bunda ketahui sebelum menyimpan daging itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya kenali terlebih dahulu jenis dagingnya. Termasuk jenis daging kambing, sapi atau kerbau. Beda jenis daging, cara menyimpan dan mengolahnya juga beda. Ada di beberapa tempat yang berqurban dengan kerbau, ada juga yang dengan sapi. Daging kerbau dengan sapi ini bisa dianggap sama dalam penyimpanan ataupun pengolahan. Justru yang berbeda ini pada jenis daging kambing.

Oke, pertama saya akan bahas mengenai hal-hal umum yang dapat dilakukan dalam menyimpan daging agar tahan lama dan tak merusak gizi. Hal umum ini berarti berlaku untuk daging sapi, kerbau ataupun kambing ya.

Pertama, yang perlu Bunda lakukan adalah memisahkan antara daging dengan jeroan (semoga paham dengan  istilah “jeroan” ini ya. Bagian organ dalam hewan. Hati, usus, dan lain sebagainya). Kemudian baru dimasukkan kulkas. Ingat ya Bun, jangan sampai terkena air sama sekali, apalagi dicuci. Oh no…tahan dulu jangan dicuci. Kalau tahapan penyimpanannya sebatas ini, maka daging hanya mampu bertahan 3-5 hari saja.

Kedua, masih seperti cara yang pertama, namun sebelum dimasukkan dalam wadah dan disimpan di kulkas, daging terlebih dahulu dilumuri gula sama garam. Dengan penambahan gula dan garam maka daging akan tahan selama 1 minggu.

Ketiga, jika daging dikeringkan atau diasapi maka daging mampu bertahan selama 1 tahun. Nah sebelum daging dikeringkan, diasapi ataupun disimpan dalam kulkas lebih baik bumbui daging terlebih dahulu dengan bawang putih atau bawang bombai. Senyawa alion yang terdapat pada bawang putih atau bawang bombai ini mengandung anti-mikroba sehingga menghambat bakteri yang dapat merusak daging. Selain itu Bunda juga dapat melumuri daging dengan jahe atau lengkuas. Anti-oksidan yang terdapat pada jahe dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan senyawa fenolik yang terdapat pada lengkuas dapat mengawetkan daging.

Setelah Bunda melumuri daging dengan bumbu di atas ditambah dengan gula dan garam, selanjutnya simpan daging dalam wadah tertutup. Baru kemudian masukkan ke dalam freezer atau kulkas.

Berikut adalah poin penting yang harus Bunda perhatikan agar nilai gizi, protein, dan vitamin yang terkandung di dalam daging tidak rusak.

  • Daging matang tidak boleh disimpan atau dimasukkan dalam freezer sebab daging akan rusak dalam kondisi beku. Ini berkaitan dengan menurunnya proses kimiawi, mikrobilogi, dan biokimia pada daging. Simpan daging pada suhu dibawah 4,4oC karena pada suhu ini bakteri tidak mampu berkembang.
  • Daging kerbau atau sapi tidak boleh disimpan dalam keadaan beku. Suhu penyimpanan yang baik disekitaran -1oC sampai dengan 1o Sedangkan daging kambing justru akan baik jika disimpan dalam keadaan beku berkisar antara -109oC sampai dengan -17oC. Usahakan jangan menyimpan daging sapi atau kerbau di atas  suhu 5oC karena akan mudah terkontaminasi dengan bakteri.
  • Hindari mencuci daging kambing karena akan menimbulkan aroma yang makin menyengat. Istilah jawanya itu aromanya semakin “prengus.” Jika ingin memasaknya dan menghilangkan kotoran yang ada pada daging, tinggal direbus sebentar, kemudian tiriskan.
  • Sebelum menyimpan, potonglah daging menjadi ukuran yang lebih kecil. Agar mudah dalam menyimpan.

Itulah sedikit tip buat Ibu-ibu semoga bermanfaat di hari Qurban ini. Dan tetap sebagai Ibu yang sayang keluarga, dengan menyiapkan makanan yang terbaik dan tentunya yang bergizi untuk setiap anggota. Selamat hari raya Qurban Bunda….

Continue Reading

desain

Tips Mengakali Ruang Kerja Mungil Agar Tetap Cantik dan Menarik

By on Agustus 30, 2017

 

Bagi sebagian orang memiliki ruang kerja di rumah merupakan suatu kebutuhan. Apalagi bagi Anda yang memang bekerjanya dari rumah. Layaknya pebisnis online, penulis, editor atau apapun itu yang memang bisa dikerjakan di rumah. Nah, memiliki ruang kerja yang cantik, menarik, dan nyaman tentu akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Tidak hanya ruangan yang besar saja yang bisa membuat ruang kerja menjadi nyaman, akan tetapi ruang kecil pun bisa disulap menjadi ruang kerja yang cantik, menarik, dan tentunya nyaman digunakan untuk bekerja.

Bagi Anda yang tidak mempunyai cukup ruang, bisa dengan mengakali ruang kerja yang kecil dengan beberapa tips da trik berikut:

  1. Buatlah ruangan yang kecil terlihat lebih luas

Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan kaca pada dinding agar terkesan lebih luas. Tidak semua dinding harus tertutup kaca, namun seperlunya saja. Setidaknya sudah membuat ruangan tersebut terlihat lebih luas. Mengunakan lampu gantung dan meminimalisir penggunaan furniture yang melekat pada meja atau lantai secara berlebihan, juga akan memberikan efek luas pada ruang kerja mungil Anda.

  1. Ciptakan ruangan kerja yang nyaman

Ada beberapa kategori ruangan kerja itu bisa dikatakan nyaman, antara lain meliputi: sirkulasi udara, pencahayaan, kerapian tata letak furniture dan lainnya. Sirkulasi udara ini perlu anda perhatikan, jangan sampai ruangan menjadi panas dan pengap. Adanya jendela akan membuat ruangan kelihatan lebih segar. Begitu juga halnya dengan pencahayaan. Kurangnya pencahayaan akan menyebabkan ketidaknyamanan Anda dalam bekerja.

  1. Beri sentuhan kecil

Anda bisa memberikan kejutan atau sentuhan kecil pada ruangan kerja sesuai dengan kepribadian. Bisa berupa hiasan atau pernak-pernik lainnya. Gunakan hiasan yang menggantung atau menempel karena ini bisa membuat ruangan kerja yang kecil terlihat lebih luas. Gunakan juga permainan warna untuk hiasan atau pernak perniknya, karena ini bisa membantu daya ingat Anda.

  1. Perhatikan peletakan furniture

Usahakan jangan meletakkan furniture  dekat dengan pintu karena akan menimbulkan kesan “penuh”  pada ruangan. Hindari penggunaan furniture yang berlebihan pada ruangan kerja yang kecil. Anda harus berpikir minimalis. Gunakan peralatan yang hanya diperlukan saja. Seperti meja yang sudah dilengkapi dengan tempan penyimpanan CPU, jika memerlukan komputer untuk bekerja, kursi dan tempat atau loker untuk menyimpan berkas, dokumen, dan pernak-pernik pekerjaan lainnya.

  1. Rapikan

Kondisi ruang kerja pun sebisa mungkin harus bersih dan rapi. Nah paling sebel  kalau lihat kabel-kabel yang berantakan, seperti kabel charge handphone, kabel laptop, dan lain sebagainya. Anda bisa menyiasati hal ini dengan menggunakan klip kabel. Sehingga kabel tidak berantakan dan mudah untuk membersihkan.

Itulah sedikit tips dan trik mengakali ruang kerja yang mungil agar tetap terlihat cantik, bersih, rapi, dan tentunya nyaman untuk bekerja. Bagi Anda yang tinggal di Jabodetabek beruntung ada rumahhokie.com, sebuah situs yang dapat membantu Anda dalam mencari ataupun menjual properti. Selain itu Anda juga dapat melihat refferensi  harga terkini dari sebuah material. So, jangan lupa kunjungi situsnya. Dapatkan review terbaik terkait jual beli properti yang Anda inginkan.

Yang di luar Jabodetabek, tenang…Anda pun dapat mencari properti yang sesuai dengan keinginan dan budget Anda. tinggal memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari, selanjutnya pilih tipe properti yang dicari. Semisal rumah atau apartemen, masukkan kota dan nama wilayah kemudian klik tombol cari, langsung deh berbagai pilihan akan muncul. Tinggal ceka-ceki pilih yang sesuai dengan keinginan.

Dengan adanya rumahhokie.com ini akan membantu semua pihak yang ingin atau menjual properti yang mereka miliki. Rumahhokie.com sebagai perantara yang menghubungkan Anda dengan penjual dan atau pembeli.

Continue Reading

traveling

Makam Mantingan, Wisata Budaya di Sudut Kecil Kota Jepara

By on Agustus 20, 2017

 

“Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tapi tidak lagi melekat utuh pada realitas. Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi, tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh.”

Dee Lestari

Quote di atas sepertinya mampu mewakili sebuah budaya dan sejarah di suatu tempat. Tak kenal maka tak sayang, mungkin seperti itulah mudahnya. Bagaimana kita bisa mencintai sebuah budaya kalau tak pernah mengenal sebelumnya. Begitu juga dengan budaya kita, terutama budaya lokal daerah masing-masing.

Tak berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, sebuah kota kecil, di utara pulau Jawa yang sering mendapatkan julukan kota mati dan ukir ini juga mempunyai banyak tempat wisata, termasuk salah satunya wisata budaya. Ya, Jepara kota kelahiran RA. Kartini menyimpan banyak sekali tempat wisata. Karena letaknya di pinggiran pulau dan berbatasan langsung dengan laut Jawa maka tak heran kalau banyak terdapat wisata pantai, laut, dan beraneka ragam budaya lainnya.

Salah satu tempat yang menarik perhatian saya adalah  pesanggrahan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat atau orang lebih mengenalnya dengan  makam Mantingan. Di makam Mantingan inilah Sultan Hadlirin beserta istri (Ratu Kalinyamat) dan anggota keluarga lainnya di makamkan.

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi tempat wisata budaya dan bersejarah ini bersama keluarga. Walau bukan yang pertama kalinya dan sebelumnya juga sudah beberapa kali mengunjungi, tempat ini ramai sekali dengan peziarah. Saya yang asli anak Jepara, mengakui bahwa tempat ini sarat akan makna dan budaya. Ada banyak cerita dan budaya yang tersimpan dibalik makam Mantingan ini.

Sebelum mengenal objek wisata ini secara penuh, tak ada salahnya kalau kita mengenal kondisi fisik makam Mantingan ini. Letaknya di desa Mantingan kecamatan Tahunan kabupaten Jepara. Makam berada dibelakang tepat masjid Mantingan, masjid tertua di Jepara setelah masjid Agung Demak. Masjid dan makam Mantingan ini kental akan budaya dan sejarah. Hal ini terbukti dengan kondisi fisik bangunan yang merupakan perpaduan antara hindu dan Islam. Selain itu juga di dalam Masjid terdapat ukiran hewan yang  benafaskan Islam yang memadukan ke dua unsur kebudayaan tersebut.

Untuk sampai ke makam Mantingan ini, sebenarnya mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum atau pun pribadi. Kalau dari arah kudus, semarang ataupun demak bisa naik bus dengan tujuan Jepara-Kudus. Sedangkan yang dari arah Semarang atau Demak bisa naik bus Semarang-Jepara. Perkiraan biaya akomodasi Jepara-Kudus itu sekitar Rp 10.000,00 dan Jepara-Semarang sekitar Rp 15.000, sekali naik. Anda bisa meminta berhenti di bundaran Ngabul, setelah itu bisa dengan naik ojek angkutan kota sampai tempat tujuan. Jaraknya mungkin sekitar 1-2km.

 

Itulah cara termudah untuk sampai di tempat tersebut. Ada beberapa jalur alternatif, tapi menurut saya akan memakan waktu jauh lebih lama dan membingungkan. Hehehe …tapi jika ingin mencoba saya sarankan pakai google navigasi agar tak tersesat. Pasalnya perjalanan ke Mantingan kemarin, jalur yang biasanya saya lalui tiba-tiba macet karena ada kebakaran. Jadi ya harus cari jalur alternatif. Waktu itu saya dan rombongan mengandalkan google navigasi untuk sampai kesana. Lewat jalur alternatif itu enak, karena akan menemukan berbagai pemandangan yang masih asri dan tentunya jalannya naik turun. Namun kalau lewat jalur alternatif ini Anda harus memakai kendaraan sendiri atau menyewa, karena tidak ada kendaraan umum melalui jalur ini.

Kalau tadi bercerita tentang akomodasi dan transportasi, terus gimana sih dengan soal makanan atau tempat jajan disana. Jujur saya enggak pernah jajan di sana. Langsung pulang saja kalau habis ziarah, hehehh … tapi tidak usah kuatir karena banyak warung dan pedagang kaki lima di sana. Tepatnya banyak terdapat di sekitar gapura makan Mantingan.

Yang enggak boleh terlewat dan Anda wajib mengetahui dari tempat ini adalah sejarah dan budayanya. Menurut saya keren banget. Oh ya, selain makan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, di samping belakang mereka juga ada makam Sultan Abdul Djalil atau yang dikenal dengan Syekh Siti Jenar. Ziarah kali ini baru pertama kali saya mampir ke makam Syekh Abdul Djalil. Tidak begitu jauh dari makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, cukup berjalan selama beberapa menit. Di tengah perjalanan ke makam Syekh Abdul Djalil, saya merasakan bau yang harum di sini. Tepat di bawah plang nama yang menunjukkan ke arah makam Beliau.

Salah satu hal yang identik dengan makam Mantingan ini adalah pohon Pace (Mengkudu) dan air yang ada di depan masjid Mantingan ini. Konon katanya, buah pace ini jika di makan dapat mempermudah seseorang dalam mendapatkan keturunan. Sedangkan air yang ada di depan masjid dipercaya mampu menguji kejujuran seseorang.

Berbicara soal sejarah makam mantingan ini berkaitan erat dengan budaya baratan atau arak-arakan Ratu Kalinyamat, di mana akan diperingati setiap tanggal 15 ruwah (kalender Jawa) atau 15 Sya’ban (kalender Islam). Budaya ini hanya ada di sekitar daerah kalinyamatan dan sekitarnya karena dahulu pusat pemerintahan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat itu terdapat di kalinyamatan. Pesta Baratan ini di peringati untuk mengenang Ratu Kalinyamat yang membawa pulang jenazah suaminya (Sultan Hadlirin) yang dibunuh oleh Arya Penangsang.

Dari sinilah muncul beberapa nama untuk sebuah daerah. Semisal ketika kalah berperang Ratu Kalinyamat dan rombongan sampai harus merambat-rambat di tanah sehingga daerah tersebut dinamakan prambatan. Kemudian sampai di mana darah yang keluar dari jasad Sultan Hadlirin berwarna ungu dan mengalir ke sungai, sehingga daerah tersebut dinamakan kaliwungu. Kemudian sampai pada suatu daerah di mana jasad Sultan Hadlirin mengeluarkan aroma wangi, sehingga daerah tersebut dinamakan purwogondo.

Kembali ke budaya atau pesta baratan yang diperingati untuk mengenang perjuangan Ratu Kalinyamat dalam membawa pulang Jasad suaminya. Biasanya akan ada arak-arakan Ratu Kalinyamat beserta rombongan yang di mulai dari masjid Kriyan sampai pada pendopo Kalinyamat. Biasanya anak-anak suka membawa lampion atau narik berbagai jenis kendaraan yang terbuat dari bambu dan kertas, yang telah diberi lilin atau lampu.

Semasa saya kecil kegiatan seperti ini masih sangat banyak dan ramai, namun sekarang ini pesta baratan jarang sekali ada di jalan-jalan kampung. Namun yang membuat diri agaknya masih merasa senang karena banyak organisasi masyarakat yang terutama digawangi anak muda mencoba melestarikan budaya ini dengan kreativitas mereka masing-masing.

Sebenarnya ada banyak kisah dan cerita bersejarah dalam makam Mantingan ini. Tentunya ada banyak hikmah di dalamnya yang dapat kita jadikan teladan. Alhasil bagi  yang ingin mencoba wisata budaya, wisata bersejarah, sekaligus berziarah, tempat ini bisa menjadi salah satu tujuan berwisata  Anda dan keluarga.

Semoga bermanfaat…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading

rupa-rupa

Bahagia dengan Pernikahan Sebaya

By on Agustus 11, 2017

Pernikahan sebaya atau pernikahan yang terjadi diantara pasangan suami istri yang seumuran, saat ini sudah tidak asing lagi, bahkan banyak yang mengalami. Teman sekolah atau kuliah yang seumuran, sekarang menjadi partner hidup kita. Adakah yang suami atau istrinya merupakan teman sebaya?

Saya sendiri mengalami yang namanya pernikahan sebaya. Sedikit curcol dan berbagi pengalaman saja tentang pernikahan sebaya. Suami  adalah teman sekolah  dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Kuliah kita enggak barengan, dia merantau ke daerah seberang  dan saya masih tetap di daerah dengan cita rasa lokal. Sewaktu masih sekolah bareng, kita biasanya saja, just friend, enggak ada perasaan gimana-gimana. Tapi entah kenapa, wallahhua’lam hanya Allah SWT yang Maha tahu, saat enggak barengan lagi justru perasaan itu ada. Mengalir saja, saling membutuhkan satu sama lain. Padahal kami tak ada sangkut-pautnya satu sama lain.

Biasanya kan seseorang punya hubungan karena mereka mempunyai suatu kesamaan yang unik, yang membuat mereka merasa nyaman satu sama lain, sehingga terciptalah suatu hubungan. Nah kalau saya, perasaan tidak begitu. Sampai sudah menikah pun kami punya kebiasaan 1800 yang berbeda. Namun di sinilah letak uniknya dan merasakan sensasi yang berbeda.

Menjalani sebuah ikatan pernikahan bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika pernikahan itu pernikahan sebaya yang kata sebagian orang akan rawan sekali mengalami perpecahan. Semoga tidak ya. Menjalani pernikahan sebaya itu memanglah tidak mudah. Secara kita punya tingkat  emosi dan kedewasaan yang hampir sama. Sehingga jika ada suatu masalah, tingkat pemicu pertengkaran akan jauh lebih tinggi. Saya sendiri tidak memungkiri akan hal ini karena saya pun mengalami. Namun mengenai hal itu, kembali lagi ke pribadi masing-masing.

Saya dan suami yang mempunyai kebiasaan berbeda, menjalani pernikahan sebaya sejauh ini fine-fine saja, meski tak semudah membalik telapak tangan. Sudah empat tahun usia pernikahan alhamdulillah setiap kali ada masalah kami mampu menyelesaikannya secara baik-baik. Menurut saya pribadi yang mempunyai dua kebiasaan berbeda, menyiasati hal seperti dengan cara menghargai saja satu sama lain. Selain itu kontrol emosi ini yang harus dilatih terus menerus.

Saya pikir there is no one is perfect ya…pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di sini lah yang memerlukan pemahaman lebih, penerimaan terhadap diri kita sendiri dan pasangan. Mencoba mengompromikan dan menyamakan persepsi untuk mencari jalan tengah lah yang biasanya saya lakukan. Mengutarakan apa yang menjadi keinginan saya dan mengomunikasikannya ke suami. Di sini kita bisa saling mengingatkan, menginstrokpeksi diri dan saling memberi masukan. Pada intinya adalah komunikasi yang baik dari kedua belah pihak.

Memang sih pada prakteknya agak susah, karena ini berkaitan dengan kebiasaan yang tidak bisa dirubah dengan begitu cepat. Butuh proses dan waktu untuk menjalani dan mengubah suatu kebiasaan. Jadi ya jangan capek untuk diingatkan dan mengingatkan. Saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan suami ditutupi dengan kelebihan si istri dan begitu juga sebaliknya.

Pada akhirnya saya juga seperti itu. Suami yang karakternya tidak begitu disiplin, amburadul, hehe… tak suka dengan deadline and peraturan yang mengikat berbanding terbalik dengan saya yang suka kejar target dan deadline, disiplin, enggak bisa melihat sesuatu yang kotor, berantakan, semrawut harus berdamai dengan diri sendiri dan menerima kekurangan suami. Sedikit-dikit saya ingatkan. Begitu juga dengan suami yang menganggap saya terlalu perfectionist dan harus menurunkan sedikit standar saya untuk berdamai dengan sesuatu yang semrawut dan berantakan.

Ya sudah kami terima dengan kekurangan  masing-masing dan saling memperbaiki saja. Mungkin seperti inilah kalau punya pasangan sebagai pekerja seni. Saya mencoba lakukan masukkan yang beliau berikan yang menurut saya baik, begitu juga dengan beliau. Memahami karakter pasangan masing-masing itulah yang mungkin dapat saya simpulkan.

Bagi saya tak ada alasan untuk tidak bahagia hanya karena perbedaan. Justru dengan perbedaan kita bisa belajar banyak hal, mengasah emosi, berdamai dengan diri, menerima kelebihan dan kekurangan, melatih empati, simpati dan tentunya masih banyak lagi.

Adakah yang punya pengalaman yang sama atau berbeda tentang pernikahan sebaya? Hayuk share dan curcol dikit…

 

#ODOP11

#BloggerMuslimahIndonesia

 

Continue Reading

parenting

Pentingnya Keseimbangan Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

By on Agustus 10, 2017

Belakangan ini di media sosia maupun televisi sedang marak pemberitaan tentang bunuh diri. Banyak alasan dibalik seseorang melakukan hal itu. Islam sendiri pun melarang bunuh diri apapun alasannya. Banyaknya kasus bunuh diri ini secara tidak langsung menegur kita sebagai orang tua yang merupakan figur utama pendidik di rumah. Bagaimana kita sebagai orang tua mampu memberikan pondasi agama yang kuat dan memberikan pola kemandirian bagi anak.
Ya, setidaknya tugas orang tua itu mendidik anak agar mandiri, siap berpisah dengan orang tua, dan membekalinya dengan pendidikan agama yang kuat. Di sinilah dibutuhkan keseimbangan peran orang tua dalam mendidik anak. Keseimbangan antara kehidupan pribadi atau keluarga dengan pekerjaan. Banyak orang tua terutama Ibu yang lalai dengan pendidikan anak karena urusan pekerjaan. Mereka hanya menyerahkan pendidikan pada sekolah, padahal tanggung jawab utama mendidik anak adalah orang tua.
Ketika sudah menikah, banyak perempuan terutama mereka yang bekerja, dilema antara urusan pekerjaan dan keluarga. Apalagi jika sudah dikaruniai buah hati. Keluarga atau karir? Apapun yang menjadi keputusan Anda, baik memilih menjadi Ibu rumah tangga yang full mengurus keluarga ataupun tetap bekerja adalah keputusan yang sama baiknya. Tidak ada yang salah dan dipersalahkan. Namun di sini dituntut peran orang tua untuk mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan keluarga, yang berpengaruh besar terhadap pola pendidikan anak.
Keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga ataupun ibu pekerja adalah hal yang mudah. Yang tersulit adalah keistiqomahan dalam menjalani peran yang sudah dipilihnya. Istiqomah inilah yang sulit. Tentunya di tengah perjalanan tidak akan mulus begitu saja. Banyak hambatan dan godaan-godaan yang akan mempengaruhi kita dalam menjalani keputusan yang telah dipilih.
Jika kita melihat kembali pada ajaran Islam, sebenarnya Islam sendiri mengajari tentang keseimbangan ini. Islam menciptakan laki-laki dan perempuan guna melengkapi satu sama lain. Begitu juga dengan peran yang dimainkannya. Jika dalam Islam mengajarkan kalau sebaik-baiknya perempuan (istri) itu yang tinggal di rumah dan laki-laki itulah yang mencari nafkah, maka inilah bentuk pengajaran dari Allah tentang arti keseimbangan.
Perempuan di rumah dengan perannya sebagai Ibu rumah tangga, mengurus anak dan suami, mengurus rumah, mendidik anak, menjaga harta suami, dan aneka pernak-pernik rumah tangga lainnya. Sedangkan peran suami adalah mencari nafkah untuk keluarga, memimpin dan membimbing keluarga. Dengan begini keseimbangan dalam keluarga akan tercapai. Tidak akan terbengkalai antara urusan keluarga dan pekerjaan, termasuk dalam urusan mendidik anak.
Lalu bagaimana dengan mereka yang single parent atau harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga? Tidak dipungkiri memang namanya kehidupan pasti ada hal seperti ini. Banyak dari mereka yang harus menyandang status single parent, entah itu karena perceraian atau memang sang suami sudah dipanggil oleh sang pemberi kehidupan terlebih dahulu. Dengan kondisi seperti ini memang seorang istri mau tidak mau harus menjalani dua peran sekaligus. Peran sebagai seorang Ayah yang harus mencari nafkah dan perannya sebagai seorang Ibu.
Bekerja dari rumah bisa menjadi salah satu jalan keluar atas persoalan seperti ini. Kita bisa tetap bekerja mencari nafkah sekaligus mengawasi anak-anak. Mengawasi di sini dalam artian mengotrol, membimbing dan mendidik anak dari rumah tanpa harus meninggalkan mereka begitu saja. Hal yang sama pun bisa diterapkan bagi mereka yang full menyandang status Ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga tetap bisa produktif, mengaktualisasikan diri lewat bekerja di rumah. Jadi mereka bisa mengapresiasikan, menghasilkan, tanpa mengabaikan perannya sebagai pendidik pertama dan utama buat anak. Dengan seperti ini Ibu rumah tangga juga tidak akan kehilangan haknya untuk bersosialisasi, dapat mengembangkan diri, dan juga mampu menghindarkannya dari rasa stress atas kejenuhan terhadap suatu aktivitas.

#ODOP3

#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

rupa-rupa

Melatih Konsistensi dengan ODOP Bersama Blogger Muslimah

By on Agustus 2, 2017

Alhamdulillah meski baru kali ini sempat menulis, namun tidak menyurutkan langkah untuk ikut berpartisipasi dalam one day one post (ODOP) bersama blogger muslimah. Salah satu motivasi mengikuti event ini adalah selain memberikan konten yang berkualitas untuk pembaca, juga sebagai sarana untuk menebar manfaat bagi orang lain melalui tulisan. Dan tujuan yang paling utama adalah melatih konsistensi diri sebagai motivasi tertinggi saya dalam menulis.

Konsistensi sendiri bagi saya ini sulit sekali. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, hanya beberapa jam atau waktu saja bisa konsisten. Butuh proses dan waktu yang berkesinambungan untuk melatih diri agar tetap konsisten. Dalam KBBI sendiri konsisten diartikan tetap, tidak berubah-ubah. Kemampuan mengatur diri inilah yang saya butuhkan agar tetap konsisten dalam menulis dan tentunya menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Bagi seorang penulis ataupun blogger, tulisan merupakan sebuah investasi yang tak ternilai. Selain itu dengan menulis, dengan menjadi seorang blogger, ataupun penulis akan memperoleh banyak sekali manfaat yang didapat. Bertambahnya teman merupakan salah satu manfaat yang bisa kita dapatkan. Secara tidak langsung kita akan berteman, berkomunitas dengan orang-orang seprofesi, yang mempunyai ketertarikan yang sama dengan minat. kita juga bisa memperoleh banyak teman dari pembaca setia dan tentunya banyak lagi.
Silaturrahim, biasanya seorang blogger akan melakukan yang namanya blogwalking atau kalau untuk pejabat itu istilahnya kunjungan kerja. Hehehe… bahasa sederhananya itu silaturrahim. Bersilaturrahim antar blogger dengan mengunjungi blog masing-masing. Semakin kita sering bersilaturrahim tentunya akan memperluas relasi, teman dan jaringan. Nah kalau sudah begini, bukan hal yang tak mungkin lagi bukan untuk memperluas jalan rezeki. Banyak silaturrahim banyak rezeki.

Membuka wawasan, yang namanya seorang blogger, penulis mau tak mau memang harus banyak membaca. Karena bagi mereka membaca itu merupakan output, sumber ide untuk menghasilkan sebuah tulisan yang berkualitas. Dengan aktivitas seperti ini, membaca dan menulis, seseorang akan terbuka dan bertambah pula wawasannya.

Lantas selanjutnya bagaimana? Agar kegiatan bloging, menulis, menjadi menyenangkan dan memperoleh setidaknya ketiga manfaat di atas? Kembali lagi ini mengenai konsistensi jawabannya. Ya konsisten, ibarat kata tulisan itu sebuah investasi masa depan, di mana kita perlu konsisten untuk menulisnya. Dan untuk konsisten ini perlu cara. Salah satunya dengan menejemen waktu.

Faktor menejemen waktu menurut saya ini penting, karena tidak semua pekerjaan dapat kita selesaikan pada hari dan waktu itu juga secara bersamaan. Perlu dipilah-pilah terlebih dahulu. Dari yang penting mendesak, tidak penting mendesak, penting mendesak, sampai tidak penting tidak mendesak. Buatlah daftar kegiatan yang akan Anda lakukan di hari itu. Urutkan sesuai prioritas, buang kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak. Tentukan juga batasan waktu, seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Jika Anda sudah membuat daftar kegiatan , setelah itu tinggal action. Lakukan setiap daftar yang telah Anda buat sesuai dengan waktunya. Satu hal yang perlu diketahui bahwa dengan membuat daftar kegiatan seperti ini, mungkin akan terasa kaku dan Anda kelihatan seperti robot. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Daftar kegiatan ini akan memudahkan Anda dalam mengorganisir setiap kegiatan dan meminimalisir waktu yang akan terbuang secara sia-sia. Meskipun setiap kegiatan sudah terjadwal, namun daftar kegiatan ini tetaplah fleksibel sesuai situasi dan kondisi. Karena terkadang terdapat hal-hal yang tak terduga lainnya.

Menjalankan daftar kegiatan untuk mengatur waktu ini pun bisa dibilang susah-susah gampang. Jadi buatlah menejemen waktu yang pas dan sesuai dengan diri Anda. Pasalnya, nanti dalam pelaksanaannya Anda akan menemui banyak sekali hambatan. Kelihatannya sepele, namun teramat sulit untuk dilakukan jika tidak punya keinginan yang kuat.

Jika nanti dalam prakteknya Anda masih keteteran dalam melaksanakan setiap daftar yang dibuat, jangan lantas menyerah begitu saja. Terus lakukan, lakukan dan lakukan. Jangan berhenti, perbaiki setiap kesalahan yang Anda lakukan hari ini, untuk mendapatkan esok yang lebih baik. So, selamat belajar mengatur waktu dan teruslah konsisten. Semoga bermanfaat….

#ODOP1
#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

error: Content is protected !!