Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
cerita anak

Cemara Kembar yang Ditebang

By on April 17, 2018

 

“Berhenti!!! Apa yang kalian lakukan?” teriak si Adit ketika melihat sekawanan orang berpakaian lengkap dengan peralatan gergaji yang mencoba mendekati pohon kesayangannya itu.

“Hai, ada apa Nak? Kenapa kamu teriak-teriak?” tanya salah satu orang dari mereka.

“Kalian mau apa? Kenapa kalian membawa peralatan gergaji? Apa kalian mau menebang pohon ini?” tanya Adit.

“Iya, kamu benar Nak.” Sahut meraka.

“ Tak boleh! Kalian tak boleh menebang pohon ini!” jawab Adit garang.

Adit memang sayang pada kedua pohon Cemara ini. Di mata Adit kedua pohon ini mempunyai cerita dan kenangan tersendiri bagi hidupnya. Sejak kecil, ia tumbuh dan besar di bawah naungan pohon Cemara ini.

Iya,  di bawah pohon inilah sang ibu mencari nafkah untuk menghidupinya. Ibu punya warung kecil di bawah pohon yang rindang ini. Kedua pohon ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat sekitar. Dua buah pohon Cemara yang besar dan rindang, meneduhi jalanan Jepara yang terik dan memberi kesejukkan disekitarnya.

Masyarakat sekitar sering menyebut kedua pohon ini dengan sebutan Cemara kembar. Di bawah  kedua pohon Cemara  banyak sekali warung yang menjajakan beranekaragam makanan. Dan tempat ini terkenal sebagai tempat berteduh bagi para pelancong yang ingin beristirahat sejenak dari perjalanan mereka. Sejuk dan banyak warung membuat tempat ini asyik untuk sekadar tempat nongkrong atau istirahat.

Itulah mengapa Adit begitu marah ketika mendengar dan melihat kedua pohon cemara akan ditebang. Dia merasa tak rela, tak ingin kehilangan tempat yang sedemikian sejuknya, tak ingin kehilangan kedua pohon kesayangan yang telah menemani hidupnya sekian lama.

Dari kaca mata Adit, memang benar adanya. Siapa yang rela kehilangan tempat seperti itu. Suatu tempat yang sudah mulai jarang ditemui di Jepara. Yang ada hanyalah bangunan pabrik-pabrik yang mulai bertumbuhan. Sedih rasanya, tempat yang penuh kenangan harus menghilang dan  kehilangan pohon kesayangan.

Namun, melihat dari satu sisi pun akan menimbulkan ketimpangan. Tentu, pemerintah punya alasan tersendiri kenapa harus menebang kedua pohon rindang itu yang tumbuh di pinggir jalanan kota.

Ya, kedua pohon cemara kembar memang besar dan sangat rindang. Memberi kesejukkan di tengah jalanan kota yang panas dan berpolusi. Akan tetapi, pohon ini sudah cukup tua dan berbahaya bagi pengguna jalan disaat musim penghujan tiba. Itulah sebabnya pemerintah mengirimkan beberapa orang untuk menebang pohon Cemara kembar. Alasan inilah yang belum dipahami oleh Adit.

“Nak, kami diminta oleh Bapak pemerintah daerah untuk  menebang pohon ini. Kalau kau sayang, kami juga menyayangkan. Karena pohon ini begitu indah, rindang dan dijadikan banyak orang untuk berteduh.” jawab salah satu Bapak yang mencoba menjelaskan.

“ Pohon ini sudah terlalu tua dan akan berbahaya jika musim penghujan tiba. Karena rawan tumbang dan bisa mencelakakan banyak orang. Kami menebang, kami juga akan menggantikan. Mati satu tumbuh seribu.” lanjut Bapak tadi menjelaskan dan memberi pengertian ke Adit.

Dengan raut muka yang sedih, Adit pun akhirnya mengikhlaskan kedua pohon Cemara kembar kesayangannya itu ditebang. Dipelukkan ibunya, Adit menangis hingga tak kuasa menahan air matanya, ia pun pergi meninggalkan tempat itu.

Beberapa hari kemudian seorang bapak setengah baya menghampiri Adit di rumah. Ia berniat mengajak Adit berjalan-jalan.

“Adit, ikut Bapak jalan-jalan, yuk?” tanya seorang bapak.

Adit pun menoleh dan melongok, “ Lho, Bapak bukankah kemarin yang menebang pohon itu, kan? Mau jalan-jalan kemana? Aku enggak mau.” jawab Adit lemes.

“Ayolah, ikut saja.” Pinta Bapak itu.

Adit pun pergi bersama Bapak penebang pohon tadi. Diajaknya Adit ke tempat pohon Cemara kembar yang telah ditebang. Melihat tempat itu Adit terbelalak dan ketika itu juga raut wajahnya nampak sumringah.

Ya, Adit melihat 4 buah pohon cemara muda yang berdiri kokoh di tempat pohon Cemara kembar ditebang.

“Adit, kamu rawat keempat pohon cemara ini baik-baik, ya.” pinta Bapak itu.

Dengan badan  gemetar senang Adit berkata, “ Ini apa Pak?”

“ Iya, kemarin kan Bapak sudah bilang, mati satu tumbuh seribu. Pohon Cemara kembar yang sudah tua itu diganti dengan pohon Cemara yang muda ini. Anggap saja ini anak dari pohon cemara kembarmu. Generasi penerusnya, kamu rawat dan pelihara dengan baik, ya.” ucap Bapak penebang pohon.

“ Baik Pak, siap laksanakan!” jawab Adit bersemangat.

Kemudian Bapak penebang pohon itu mengajak Adit untuk ikut menanam seribu pohon di kawasan bumi perkemahan Pakis Aji. Dan saat itu Adit merasa sangat senang dan beruntung bisa bertemu dengan Bapak si penebang pohon Cemara kesayangannya itu.

Meski wujudnya telah tiada, Adit merasakan bahwa kenangan bersama pohon Cemara kembarnya tidak akan pernah menghilang. Bersama 4 pohon Cemara kembarnya yang baru ia akan tetap merawat kenangan itu dan menjaga agar Jepara tetap sejuk.

 

Continue Reading

parenting

Selamatkan Anak dari Bahaya Perilaku Menyimpang, Sejak Dini!

By on Februari 17, 2018

 

Kenali ciri-cirinya!

Pakai tanda seru, karena ini memang penting banget. Banyaknya kasus penyimpangan perilaku saat ini, terutama pada anak-anak menimbulkan kekhawatiran tersendiri dikalangan orang tua. Harus ekstra hati-hati dalam menjaga anak, baik sebagai korban penyimpangan perilaku ataupun sebagai pelaku.

Pada dasarnya banyak sekali jenis perilaku menyimpang. Mulai dari pemakaian obat-obat terlarang atau narkoba, pencurian, pembunuhan, sampai dengan tindak kejahatan seksual. Terlebih masalah penyimpangan seksual, di mana anak sering menjadi incaran. Pedofilia, incest, LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) merupakan beberapa contoh perilaku peyimpangan seksual yang perlu di waspadai.

Bahaya selalu mengincar, tidak hanya di tempat yang biasa menjadi sasaran perilaku menyimpang, Masjid yang notabene-nya tempat yang aman, tempat beribadah, pun tak luput dari serangan orang-orang yang berperilaku menyimpang.

Beberapa waktu lalu, ada sebuah kejadian seorang anak kecil yang sedang berjamaah di masjid, sempat menjadi incaran pedofil. Anak ini sudah merasa diintai dan ikuti sejak datang ke masjid, ke tempat wudu, dan terakhir  ketika hendak melaksanakan salat. Dan kejadian pun  ketika hendak melaksanakan salat berjamaah. Bagian tubuhnya yang sensitive ada yang meraba. Sontak saja ketika salat sudah selesai, ia bergegas pulang dan menceritakan hal ini kepada ibu dan tantenya.

Untungya anak ini mau melapor dan bercerita kepada ibunya. Jadi orang tua anak tersebut dapat melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. Di sini lah perlunya kita sebagai orang tua untuk mawas diri. Butuh kerjasama semua pihak agar kasus-kasus penyimpangan perilaku seksual ini dapat di atasi.

Flashback sebentar, sebenarnya apa sih fedofilia, incest, LGBT itu? Apa faktor penyebabnya, bagaimana cara pencegahan dan lain sebagainya. Tak ada asap kalau enggak ada api. Sama halnya dengan penyimpangan perilaku seksual ini. Tidak akan terjadi jika tidak ada hal atau faktor yang mendorongnya. Trauma masa kecil, penyakit, korban tindak kejahatan seksual, bisa jadi menjadi faktor kenapa seseorang melakukan incest, pedofilia ataupun LGBT.

Incest itu sendiri hubungan sedarah atau perkawinan sedarah. Perkawinan yang terjadi masih dalam lingkup keluarga, entah itu keluarga inti atau sepersusuan. Semisal hubungan perkawinan terlarang antara ayah dan anak kandung perempuannya, kakak dan adik kandung, ibu dengan anak kandung laki-lakinya, sepupu, keponakan atau saudara sepersusuan. Pada dasarnya yang dilarang untuk dinikahi atau mahram.

Kenapa hal ini bisa terjadi dan kenapa agama mengharamkan perkawinan sedarah?

Tentunya banyak faktor kenapa seseorang memilih untuk incest. Dan kenapa agama melarang, tentu banyak kemudharatan yang akan didapat dibanding kebaikan yang akan diterima. Mendapat bibit keturunan yang unggul disinyalir menjadi penyebab kebanyakan keluarga kerajaan di mesir melakukan hubungan sedarah (incest). Selain itu, laki-laki yang lama ditinggal istrinya, entah merantau atau meninggal dunia dan mendapati anak perempuannya bisa menjadikan seseorang itu melakukan incest. Entah faktor suka sama suka atau pemaksaan alias pemerkosaan. Begitu juga sebaliknya, bisa terjadi dengan ibu dan anak laki-lakinya atau kakak beradik.

Dari segi medis dan sosial pun, incest membawa dampak yang luar biasa bagi para pelaku atau korbannya. Terlebih bagi perempuan. Karena dari sisi medis, seorang wanita yang melakukan incest ataupun menjadi korban akan mengalami keputihan, mengompol, nyeri pada organ vital, pendarahan, konstipasi, dan mengalami disuria kronis (sakit saat buang air kecil).

Dilihat dari segi sosial ataupun psikologi, orang yang melakukan incest akan mengalami gangguan tidur, gangguan makan, mimpi buruk, fobia, kurang konsentrasi, menarik diri dari lingkungan, mengalami perilaku seksual sebelum waktunya, dan bisa juga melakukan bunuh diri.

Sedangkan bahaya incest dari sudut pandang biologis adalah anak yang dilahirkan berisiko tinggi lahir cacat, keterbelakangan mental, mengalami kelainan resesif autosomal, kelainan  fisik bawaan, gangguan intelektual parah, dan kematian dini.

Hampir sama dengan incest, pedofilia juga tak kalah mengerikan dalam membawa dampak buruk bagi anak. Berbeda dengan incest, korban pedofilia kebanyakan adalah anak-anak.   Dilansir dari situs kemdikbud.go.id, seorang pedofil memiliki ciri-ciri introvert. Menutup diri dari lingkungan dan suka menyendiri. Seorang yang introvert belum tentu pedofil, tapi pada umumnya pedofil memiliki sifat introvet. Selain itu ia juga memiliki sifat obsesif yang berlebihan. Tidak akan berhenti mengejar target sasaran sebelum tercapai. Dan ciri-ciri yang perlu diwaspadai adalah mereka lebih mampu berinteraksi dengan anak-anak. Bukan  orang asing lagi, karena mereka mempunyai akses berinteraksi yang intens.

 

baca juga: ambil jurusan apa Mak, di universitas kehidupan?

 

Kemudian menurut hasil penelitian, kebanyakan orang pedofil adalah kidal. Pedofil itu sendiri dikatakan sebagai gangguan mental. Kelainan psikoseksual, di mana orang dewasa atau remaja memiliki preferensi seksual terhadap anank-anak pra remaja. Perilaku pedofil terkait pedofilia ini ada yang melakukan kejahatan, ada juga yang menahan diri untuk tidak melakukannya. Dan “Loly” adalah sebutan bagi mereka yang telah menjadi korban pedofil.

Selain incest, pedofil, ada juga LGBT yang mana kepanjangan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender. Lesbian adalah wanita penyuka sesama jenis. Gay  sebutan untuk laki-laki penyuka sesama jenis. Biseksual merupakan gangguan mental yang mana menyukai sesama dan lawan jenis. Sedangkan transgender adalah istilah untuk orang yang berperilaku tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Secara umum, ada beberapa faktor penyebab perilaku menyimpang tersebut diantaranya, ketidaksempurnaan sosialisasi. Artinya ketika seseorang diajarkan norma, aturan, nilai-nilai sosial, tapi media yang merupakan sarana belajarnya tak sejalan dengan apa yang diajarkan. Sebagai contoh, di rumah ayah mengajarkan untuk tidak merokok. Namun, ditempat lain banyak orang yang merokok.

Faktor selanjutnya adalah menganut suatu kebudayaan menyimpang. Mudahnya mendapat informasi sekarang ini, tidak menutup kemungkinan banyak kebudayaan baru yang masuk. Terlepas kebudayaan itu baik atau tidak. Jika tidak mampu berpikir, membentengi diri, maka seseorang akan mudah terseret dalam arus kebudayaan menyimpang.

Selain itu, kesalahan dalam menerima informasi juga dapat menyebabkan seseorang berperilaku menyimpang. Menelan informasi secara mentah-mentah tanpa menelaahnya terlebih dahulu.

Faktor lain adalah ikatan sosial menyimpang. Adanya juga perilaku menyimpang ini merupakan bawaan atau keturunan sebagaimana LGBT. Orang yang merasa berperilaku menyimpang biasanya akan mencari sebuah kelompok yang semisi, membentuk solidaritas di antara mereka. Sehingga terbentuklah suatu ikatan sosial.

Bagaimana pun juga sebagai orang tua kita tetap harus mencegah diri, anak-anak dan keluarga dari perilaku menyimpang. Hal ini bisa dimulai sejak dini. Tanamkan fitrah keimanan anak sejak ia lahir. Ajari anak untuk berkata tidak jika ada orang yang berusaha menyakiti atau menyentuh bagian-bagian tubuhnya yang sensitif. Ajari pula mana bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain mana yang tidak.

Selain itu membangun bonding antara orang tua dan anak juga sangat perlu. Karena bonding inilah yang akan membuat komunikasi antara anak dan orang tua semakin terbuka. Jangan lupa juga sebagai orang tua kita harus belajar bagaimana sih mendidik anak dengan baik sesuai dengan ajaran agama. Di luar sana banyak sekali ilmu-ilmu parenting dan komunitas parenting yang bisa ikuti.

Tulisan ini diikut sertakan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

#PostinganTematik

#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

rupa-rupa

Surat Cinta untuk Suami

By on Februari 12, 2018

 

Viral dan ngetrend!!!

Inilah gambaran yang bisa dilukiskan saat ini, di mana kaum muda dimabok asmara akan sosok Dilan dan Milea. Yang tua-an dikit khususnya kaum emak-emak dilanda baper sama sosok bunda Tika dalam “Bunda, Kisah Cinta Dua Kodi” karya Asma Nadia. Di mana kedua film ini sama-sama digandrungi oleh penggemarnya masing-masing dan diputar dalam waktu yang hampir bersamaan.

Ditambah lagi dalam minggu ini, kalau kita lihat pemberitaan di media hiburan yang sedang gempor dengan adanya kisah pembuktian cinta seorang Viqi Prasetyo kepada angle lelga yang terjun ke laut. Melihat fenomena ini, terkadang membuat kita atau bahkan saya sendiri untuk flashback ke masa lalu. Di mana setiap orang pasti punya cerita cinta dan kisah kasihnya masing-masing.

Sama seperti halnya diri ini yang mempunyai alasan tersendiri untuk mencintai sang suami. Sosoknya yang sederhana, apa adanya, penyabar, dan mampu mengelola emosi dengan baik membuat saya jatuh hati dan memantabkan hati, bahwa beliau mampu menjadi imam yang baik bagi saya dan anak.

Saya memang termasuk pribadi yang susah untuk beromantis, apalagi merayu dengan kata-kata. Yang ada hanyalah to the point mengutarakan isi hati. Tak sama halnya dengan beliau yang selera seninya tinggi, membuat ia mudah sekali untuk merangkai kata-kata indah dan punya sejuta cara untuk menyampaikan maksud hati secara halus. Dari apa yang saya rasakan mungkin tulisan sebagaimana di kertas inilah yang mampu mewakili perasaan dan isi hati.

sumber foto: dok. pribadi

Kami bukanlah pasangan yang sempurna, membawa kelebihan dan kekurangan pada diri masing-masing. Tak ada yang salah dan tak ada yang paling benar, karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah semata. Berusaha untuk jadi lebih baik, bermanfaat dan memperbaiki kualitas diri dari waktu ke waktu menjadi salah satu visi dan misi keluarga kecil kami. Suami dengan segala potensinya dan begitu juga halnya dengan saya saling mengisi dan melengkapi kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki. Setidaknya dengan begini, tak ada kesombongan yang muncul, karena kami saling membutuhkan.

Melangkah bersama dan saling membersamai di saat senang ataupun susah itu merupakan bentuk cinta tersendiri bagi kami. Tak usah muluk-muluk atau yang membuat sensani, tapi sesungguhnya kebersamaan dan  keberadaan dalam setiap aktivitas merupakan bentuk kesetiaan buat saya dan pasangan.

Tak jarang pula, kami sudah bahagia dengan pijatan kecil yang dapat kami rasakan secara bergantian untuk melepas rasa lelah dan pegal dalam tubuh ini. Suatu ketika saya pernah bertanya seacara iseng, “ Apa yang membuatmu bahagia?” dan dipijat setelah pulang bekerja menjadi jawabannya. Makjelb rasanya. Hal yang selama ini sering saya minta padanya namun, saya sendiri jarang melakukan hal yang sama terhadap dirinya. Memang sedikit pijatan pada tubuh mampu untuk merilekskan diri.

surat cinta dari suami

Lebih dari itu, mengarungi bahtera rumah tangga bukanlah perkara mudah untuk menjaga keutuhan sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menyatukan dua kepala saja sudah susah, apalagi menyatukan dua keluarga dengan latar belakang dan pendidikan yang berbeda. Perlu kelapangan hati dari kedua belah pihak agar keutuhan rumah tangga tetap terjaga. Inilah pentingnya mengetahui potensi dan kelemahan diri untuk membentuk keluarga solid. Kemampuan mengelola emosi yang bagus dari suami membuat beliau mampu untuk menarik ulur saya yang ambisius dalam mencapai segala keinginan. Begitu juga dengan halnya dengan saya. Saya yang menyukai target, cepat mengambil tindakan berharap mampu memotivasi suami untuk lebih giat lagi.

Satu hal yang mana saya harus belajar banyak dari sosok beliau adalah tentang penerimaan diri dan keikhlasan hati. Belajar bagaimana suami dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan keluarga saya, tapi tidak dengan saya yang masih kesulitan beradaptasi dengan lingkungan keluarganya. Satu nasihat yang selalu saya ingat, di mana pun kita berada dan selama kita masih hidup pasti akan menemui masalah dan beberapa orang yang tak menyukai diri kita.

 Mencoba mengikhlaskan segala sesuatu yang telah terjadi, mencoba untuk menerima kenyataan akan lebih baik dan harusnya mampu mendorong kita untuk berbuat kebaikan lebih banyak lagi. Semoga suami bisa menuntun dan menjadi panutan kamin dalam mencapai JannahNya. Aamiin….

Tuhan menciptakan manusia tentu mempunyai tujuan masing-masing. Setiap individu membawa misi khusus atau spesifik dalam kehidupannya. Tugas kita sebagai individu, terutama saya adalah menemukan misi spesifik itu dengan menggali potensi diri, anak, dan lingkungan agar lebih bermanfaat bagi sesama.

Jikalau ditanya apa sih potensi diri ini? Mungkin saya akan gamang menjawabnya. Secara latar belakang pendidikan saya adalah tarbiyah namun, passion saya dibidang bisnis, akuntansi, pendidikan anak, blogging, dan dunia literasi. Tanpa menanggalkan latar belakang pendidikan, saya sangat menyukai semua dunia keenam bidang di atas dan semuanya pernah saya lakukan. Bagi saya keenam bidang di atas saling mendukung dan dapat berjalan beriringan. Berharap dengan menulis, ngeblogging bisa ikut berdakwah mensyiarkan agama dan membaentuk karakter untuk anak hebat sejak dini. Kenapa?

Karena mendidik, terutama akhlak atau karakter bukanlah hal yang mudah, tak semudah membalik telapak tangan. Mengenal potensi anak sangat berpengaruh dalam pola pendidikan untuk anak. Yumna, anak semata wayang saya yang berusia 3 tahun pun tak luput dari perhatian untuk mengenali dan menggali lebih jauh potensi yang ada dalam dirinya. Selama ini anak baru menunjukkan ketertarikan pada dunia menyanyi, sama dengan anak-anak lain pada umumnya. Saya dan suami berusaha untuk menggali lebih potensi anak dengan mengajaknya bermain beraneka ragam permainan. Tak lupa juga menerapkan home education untuk memantau perkembangan anak. Karena sesungguhnya kami lah tempat dan guru pertama dan utama bagi anak. Bukan sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.

So, peran dan potensi lingkungan sekitar rumah juga mendukung keberhasilan suatu proses pendidikan. Melihat potensi lingkungan sekitar terkadang ingin membuat saya belajar banyak tentang pengelolaan sampah, kedisiplinan, kepedulian lingkungan. Contoh kecil saja, karena saya masih tinggal serumah dengan mama, terkadang perbedaan pengasuhan sering terjadi. Mana kala kebiasaan-kebiasaan buruk muncul dan kesalahan pola asuh di masa lalu, membuat saya semakin tertantang untuk memutus lingkaran dan kebiasaan buruk tersebut.

Kelihatannya mungkin hal sepele namun, menanamkan kebiasaan baik, disiplin, tepat waktu, peduli sesama, kemandirian dan peduli lingkungan sejak dini sangat lah penting. Kita tak pernah tahu batas usia sampai kapan. Hanya berharap dengan kemandirian dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik tersebut, anak tak merasa kesulitan menjalani kehidupan mana kala saya tinggal atau berpulang.

Continue Reading

rupa-rupa

Ambil Jurusan Apa di Universitas Kehidupan, Mak?

By on Januari 27, 2018

 

“Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemualiaan hidup, maka carilah dengan jalan yang mulia”

 

Tarbiyah, itulah jawaban yang langsung terlontar dari mulut saya, ketika membaca judul di atas dengan sekilas. Tersedak, layaknya minum air ketika mendengar “Universitas kehidupan.”

“Apa tadi, universitas kehidupan? Kira’in ambil jurusan waktu kuliah?”

Hampir seperti itulah pikiran saya, saat membaca judul di atas dan berbalik mengulanginya dengan seksama. Iya, benar saja, universitas kehidupan. Bukan universitas tempat saya kuliah dulu.

Ya, kalau ditanya seperti itu, “Ambil jurusan apa di universitas kehidupan?” atau lebih tepatnya ilmu apa yang ingin dipelajari dalam hidup, tentu jawabannya banyak. Ingin belajar ini itu untuk melayakkan diri jauh lebih baik lagi. Namun, untuk tahun ini ilmu yang paling saya butuhkan adalah internet marketing. Kalau di tahun 2017 kemarin, saya lebih fokus untuk belajar nulis, tahun ini resolusinya adalah go online.

Baca juga : resolusi 2018: Make A Time To Make A Solid Family

Kenapa oh kenapa? Hihihihi…

Tentu ada alasan tersendiri yang melatarbelakangi, kenapa saya memilih ilmu satu ini. Selain faktor keluarga, bisnis juga memegang peranan penting. Sebelumnya, flashback terlebih dahulu.

 

Saya mengenal ilmu internet marketing ini sejak lulus SMA dan saat itu pula, langsung jatuh hati dan “srek” banget. Ibarat kata, cinta pada pandangan pertama. Kenapa ya kok bisa gini … mungkin ini ada kaitannya dengan hobi. Saya termasuk orang yang suka dengan ilmu komputer, suka otak-atik, dan waktu sekolah pun nilai yang paling tinggi, ya di bidang ini. Tanya kenapa? Saya juga tidak tahu kenapa. Suka aja, kan kalau cinta enggak pakai syarat. Mencintaimu apa adanya. Cieealaaaah….

Kembali lagi ya, faktor keluarga menjadi alasan utama saya untuk memulai kembali belajar ilmu internet marketing, setelah vakum beberapa tahun ini. Ingin bekerja dari rumah, produktif di rumah, ingin belajar jadi ibu dan istri yang baik, serta ingin menemani anak dalam tumbuh kembangnya. Dengan belajar marketing online, saya bisa melakukan pekerjaan dan bekerja tanpa harus meninggalkan anak dan rumah.

Alasan kedua karena hobi. Internet marketing bagi saya, merupakan satu kesatuan utuh dengan dunia kepenulisan atau literasi. Yang mana sangat mendukung kegiatan saya di event kepenulisan. “Penulis harus bisa berbisnis dan pebisnis pun harus bisa menulis.” Itulah quote yang paling saya suka dan bisa membangkitkan semangat untuk terus bertumbuh dan berkembang, siap mengosongkan gelas untuk belajar lebih baik lagi.

Alasan ketiga adalah sejak 2 tahun terakhir ini memutuskan untuk berbisnis online. Mau tidak mau ilmu ini penting banget buat saya untuk didalami. Berbisnis online menjadi pilihan terakhir setelah memutuskan resign dari pekerjaan di ranah publik dan benar-benar fokus to be full time mom. Sedangkan menulis, saya jadikan sebagai wadah untuk berkarya dan sarana pengaktualisasikan diri.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ber-networking, berkomunitas, mempunyai andil yang sangat besar bagi perkembangan bisnis dan dunia literasi yang saya tekuni. Meski sekarang di rumah, tapi tidak menghalangi saya untuk ber-networking  ria. Kemajuan teknologi memudahkan segala hal tanpa terbatas ruang dan waktu. Tentunya hal ini harus dalam ranah positif.

Dan ini merupakan salah satu cara atau strategi saya untuk menuntut ilmu. Tak jarang pula, di komunitas itu ada sharing-sharing gratis dan terkadang ilmu yang dibagikan itu daging dan renyah banget. Meskipun tak dipungkiri mengikuti kelas satu ke kelas lainnya, juga saya lakukan untuk melayakkan diri.

“Kalau ingin sukses, jangan bermental gratisan.”

Membaca kalimat di atas benar-benar menohok saya dan memang benar adanya. Sebelum menuntut ilmu, kita harus mengetahui adab terlebih dahulu. Etika, tutur kata, dan tingkah laku. Ini semua dilakukan tak lain untuk mendapatkan keberkahan itu sendiri.

Bagi saya mengubah mental dan pola pikir gratisan itu perlu. Sebagaimana kita menghargai seseorang yang berilmu. Kita ganti waktu mereka yang telah bersedia meluangkan waktu dan berbagi ilmu, serta pelajaran berharga yang bisa diambil hikmahnya. Lebih tepatnya saya suka menyebut hal ini sebagai investasi leher ke atas. Yang dimaksud investasi leher ke atas ini bukan kalung, giwang, make up, jilbab, dan lain sebagainya ya bun.

Itulah mengapa bagi saya, kekayaan itu tak sebatas uang, harta atau emas yang kita miliki. Namun, lebih kepada otak kita sebagai sarana untuk berpikir, berkreativitas, dan tak lupa sebagai wujud syukur terhadap Allah Swt yang telah menganugerahi otak yang super canggih. Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan baik atau tidak. Dengan seperti ini semoga menambah rasa iman dan syukur, serta melapangkan hati yang kita miliki. Aamin….

Catatan:

Tulisan ini diikut sertakan dalam pengerjaan tugas nhw matrikulasi batch 5 SJS “Adab mencari ilmu.”

Continue Reading

review

Bertumbuh dan Berkembang Bersama Pasukan Blogger

By on Januari 16, 2018

 

Menjadi seorang blogger adalah keinginan saya sejak tertarik di dunia tulis menulis dan web. Tidak tahu kenapa, tapi menurut saya jadi blogger itu keren. Selain dituntut bisa menulis, seorang blogger juga harus suka baca. Kalau enggak baca, bagaimana bisa nulis? Intinya, berwawasan luas.

Dan akhir-akhir ini saya juga tertarik untuk belajar vlog. Akan jauh lebih menarik jika dalam menyajikan sebuah konten, seorang blogger juga memakai vlog. Tentu, hal ini merupakan bagian dari SEO yang penting untuk meningkatkan traffiq blog.  Penyajian konten yang menarik dan informasi yang bermanfaat akan membuat pembaca betah berlama-lama di halaman blog kita. secara tidak langsung, hal ini akan berpengaruh pada rangking blog di mata search engine.

Blog yang ramai pun membawa berkah tersendiri bagi pemiliknya. Pundi-pundi uang bisa mengalir dengan sendirinya. Hayoo … siapa yang tak ingin seperti itu? Itulah mengapa,  traffiq begitu penting bagi kelangsungan sebuah blog. Nah, salah satu cara yang sering dilakukan para blogger adalah melakukan blogwalking untuk mendatangkan traffiq. Dan baru-baru ini  dibentuklah sebuah wadah di mana para blogger bisa belajar dan melakukan blogwalking.

 

Bagi sebagian blogger yang tergabung dalam lingkaran joaeragan artikel (JA ) sudah tidak asing lagi dengan pasukan blogger. Namun, tidak dengan yang lain, yang belum mengenalnya.  Pasukan blogger itu sendiri dibentuk dalam sebuah grup, yang mana kita diwajibkan untuk share atau posting 2 kali dalam seminggu. Selain itu, setiap minggu terdapat challenge yang tentunya akan menambah semangat para blogger untuk menulis. Hal ini  tak lain bertujuan  untuk melatih konsistensi dalam menulis dan ngeblog.

Selain sebagai wadah untuk melatih kebiasaan menulis dan ngeblogging, pasukan blogger pun diwajibkan untuk blogwalking ke semua anggota. Bagi seorang blogger tentu sudah tahu kan, manfaat blogwalking untuk blog.

baca juga: strategi baru dalam pengembangan bisnis tulisan

Pasukan blogger sendiri digawangi  oleh mbak dira indira yang mana, tongkat estafet sebelumnya  dipegang oleh mbak rahayu asda putri. Menjadi seorang blogger tentu memiliki kenikmatan tersendiri. Belajar, menambah ilmu, berkomunitas, dan saling menjaga silaturrahim salah satunya.

Sebagaimana saya jelaskan di atas, kenapa sih harus berkomunitas? Salah satunya, ya menambah ilmu. Itulah alasan, mengapa Anda harus ikut menjadi pasukan blogger. Yang jelas cocok banget untuk blogger pemula. Mbak dira sendiri sering bagi-bagi tips seputar  dunia perbloggingan. Jadi nambah ilmu kan, kakak.

Oh iya, satu hal yang saya suka dari pasukan blogger ini adalah belajar mereview produk. Di sini saya bisa belajar dari blogger-blogger lain, bagaimana cara mereka dalam mereview sebuah produk. Mulai dari sudut pandang yang diambil, pilihan diksi, gaya penulisan, dan lain sebagainya.  Asyiknya lagi bisa dijadikan barometer untuk mengukur kemampuan kita dalam mereview sebuah produk. Pasalnya kelihatan banget, mana blogger yang sudah mahir mereview dengan yang masih belajar.

Dengan adanya kontes mereview produk ini, saya belajar banyak hal tentang mereview produk secara tidak langsung. Bagi Anda yang hobi ngeblog, bisa neh ikutan gabung. Khususnya untuk kalangan perempuan ya. hehehe

Sama dengan komunitas lainnya, pasukan blogger juga mempunyai code of conduct atau etika yang mengatur dalam sebuah komunitas.  Semisal, saling BW ke blog lain, anggotanya perempuan, posting minimal 2 kali seminggu, dan lain-lain. Untuk tata cara bergabung bisa menghubungi mbak dira selaku penanggung jawab.

Bisa bersinergi sesama blogger akan menambah ilmu, wawasan, dan menjalin tali silaturrahim. So, jangan sungkan ya untuk ikutan bergabung dan menimba ilmu dari satu blogger ke blogger lainnya untuk meningkatkan kapasitas diri.

Continue Reading

inspirasi

Resolusi 2018: Make a Team to Make a Solid Family

By on

 

Baru saja kita menyaksikan akhir tahun 2017 dan menyambut awal 2018. Tentu banyak cerita, pengalaman, dan kejadian yang bermakna yang dapat kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Awal tahun 2018 merupakan kesempatan bagi kita untuk membuat dan menyusun kembali, resolusi untuk satu tahun ke depan. Hal ini berfungsi sebagai bahan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya.

Sudahkah Anda membuat resolusi 2018? Jika belum, mumpung masih awal tahun yuk, kita buat agar hidup lebih terarah dan dapat mencapai target. Berharap dengan tulisan ini, bisa mendokumentasikan resolusi saya, agar lebih mudah diingat dan tidak melupakannya begitu saja.

Ada banyak hal yang ingin dicapai dan diperbaiki di tahun 2018. Pada intinya, ini semua saya lakukan untuk mencapai tujuan utama di tahun 2018, yaitu make a team to make a solid family.

Untuk mencapai tujuan di atas, tentu harus dibagi ke dalam goal-goal kecil. Tak lupa juga untuk menyelaraskan goal, visi, dan misi saya terhadap goal, visi, dan misi keluarga. Saya dan pasangan memang memiliki goal-goal kecil tersendiri dan menyatukannya menjadi goal keluarga. Dengan seperti ini, kita bisa mengetahui keinginan pasangan dan mendukung satu sama lain. Jika ada yang tak sejalan, kami pun mengomunikasikannya.

Resolusi 2018 ini ada beberapa hal yang ingin saya perbaiki. Terutama dalam bisnis, nulis, keuangan, mendidik anak, dan managemen rumah tangga. Ini sih semuanya, bukan beberapa lagi, hehehe…

Mulai dari bisnis, dua tahun ke belakang adalah masa-masa saya mengenal bisnis online. Padahal, sebelumnya sudah mengenal bisnis ini sejak 2007 silam, ketika masih sekolah menengah atas. Namun, teknologi belum seperti sekarang ini dan saya lebih menyukai melakukan hobi menulis.

Masa 2 tahun seperti masa buih dalam ombak. Banyaknya informasi menjadikan saya susah untuk fokus. Namun, setidaknya di tahun ini sudah mulai terarah dan mengenal pola. Menyusun strategi dan tak asal action adalah resolusi saya dibidang bisnis online.

Tidak jauh berbeda dengan bisnis, kegiatan menulis dan blogging yang selama ini menjadi hobi saya pun, turut mengalami kemajuan yang berarti. Setidaknya, banyak ilmu kepenulisan dan blogging yang saya dapat. Ikut beberapa lomba blog adalah resolusi saya di tahun 2018. Ini saya lakukan hanya untuk melatih konsistensi dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan serta kebutuhan. Memang, saya sendiri belum berani membuat target tinggi, karena masih menyesuaikan dengan kapasitas diri.

Hal terpenting di tahun 2018 adalah antara nulis, blogging, dan bisnis bisa berjalan beriringan. Berharap bisa memanage, menemukan irama blogging, dan bisnis jauh lebih asyik.

Resolusi 2018 selanjutnya adalah masalah finansial. Target tahun ini dapat melunasi utang,   dengan mengalokasikan sejumlah dana.  Dengan rutin menyisihkan uang untuk membayar utang, saya berharap ini bisa menjadi kebiasaan untuk menabung, bukan untuk membayar utang kembali.

Tak kalah pentingnya lagi adalah goal dalam mendidik anak dan mengurus rumah. Pasalnya pekerjaan rumah, mendidik anak adalah suatu yang dipandang sebelah mata. Padahal, pekerjaan ini sangatlah berat dan mempunyai tanggung jawab besar di dunia maupun akhirat. Pekerjaan seorang ibu yang amat mulia dan yang dianggap sebagian orang remeh ini, memerlukan ilmu lebih untuk mengantarkan putra-putri tercinta menjadi generasi unggul di masa depan.

Itulah sepenggal kisah resolusi 2018 saya secara umum. Saya pun masih perlu memetakannya secara detail dan mengambil langkah untuk mengeksekusinya. Ada beberapa tips untuk menyusun rencana atau goal yang ingin dicapai sebagai bagian dari resolusi.

Pertama, buat atau susun goal sesuai dengan kapasitas dari Anda. jangan terlalu memaksakan diri untuk membuat target yang Anda sendiri tak yakin untuk mencapainya.

Kedua, don’t be sad if you don’t get your target. Tidak bisa mencapai target bukan alasan Anda untuk bersedih, berkecil hati atau malah berhenti berusaha. Jadikan ini seebagai cambuk dan evaluasi diri untuk ke depan lebih baik lagi.

Ketiga, realistis. Buatlah goal yang realitis. Tentukan goal yang ingin dicapai dan sub goal atau goal-goal kecil untuk mewujudkan goal utama Anda. Jangan lupa untuk mengomunikasikan goal, target, dan resolusi anda pada pasangan. Ini penting sekali untuk mencapai goal tersebut.

Nah, dengan mengetahui ketiga hal di atas. Semoga tidak bingung lagi ya, menentukan resolusi 2018. Kalau itu cerita resolusi saya, sekarang apa resolusimu?

Continue Reading

inspirasi

6 Kunci Penenang dan Penentram hati

By on Januari 4, 2018

 

Jika ingin hatimu tenang, tentram maka bersyukurlah. Seperti itulah tausiyah yang sering saya dengar. Memang bersyukur adalah cara yang diajarkan Tuhan agar hidup kita menjadi tenang dan tentram. Sebenarnya kalau kita jeli dan pandai membaca kehidupan, banyak sekali disekitar kita yang mengajarkan tentang bersyukur. Bahkan tanpa kita sadari telah melakukannya berulang-ulang.

Berikut adalah enam hal yang buat kita belajar bersyukur  dan merupakan kunci penenang dan penentram hati.

  • Shalat

Cobalah shalat di awal waktu. Lakukan dengan khusyuk, insyaallah rasa tenang pun akan datang. Shalat di awal waktu juga akan memperlancar usaha kita termasuk dalam hal urusan rezeki. Dahulukan Allah, maka Allah akan mendahulukan urusan kita. yakinlah bahwa dengan memperbaiki kualitas shalat kita maka kita akan merasakan ketenangan dan ketentraman.

  • Wudhu

Begitu juga halnya dengan shalat, berwudhu pun akan membuat diri kita jauh lebih baik. Setiap gerakan wudhu mempunyai keutamaan dan manfaat masing-masing, asalkan dilakukan dengan benar dan sesuai syariat. Tatkala kita sedang kumur-kumur berarti membersihkan segala kotoran yang ada di mulut. Membasuh muka mempunyai manfaat agar wajah terbebas dari keriput dan nampak awet muda. Mengusap kepala dapat menurunkan tekanan darah. Gerakan mengusap telinga mempunyai manfaat untuk mempertajam daya ingat kita dan mencegah kepikunan. Membasuh tangan  agar terhindar dari kanker kulit begitu juga halnya dengan membasuh kaki. Dengan berwudhu insyaallah kita akan merasa segar kembali dan pikiran pun akan menjadi lebih baik.

  • Baca Al-quran

Kalau lagi marah atau ngerasa enggak enak hati, biasanya yang saya lakukan adalah ambil wudhu dan baca Al-quran. Percaya atau tidak setelah baca Al-quran mood atau suasana hati akan jauh lebih baik. Cara ini bisa dicoba di rumah, tidak hanya satu dua kali namun, harus berkali-kali agar terasa manfaatnnya.

baca juga : Sudahkah Pekerjaan Kita Membawa Berkah?

  • Hening malam

Cobalah untuk sesekali bangun di sepertiga malam dan lakukanlah shalat tahajud. Curahkan semua perasaan pada sang pemberi kehidupan maka perasaan kita akan terasa lebih ringan dan beban pikiran insyaallah akan berkurang. Tak jarang dengan shalat malam, solusi atas permasalahan pun akan datang. Habis shalat malam, Anda bisa menikmati waktu untuk diri sendiri. Semisal dengan baca buku atau minum secangkir kopi. Hal ini dapat menghilangkan penat, stress atau rutinitas sehari-hari yang telah melanda.

  • Keindahan alam

Ini cara yang paling favorit menurut saya. Enggak harus berlibur ke tempat yang mahal. Pemandangan dekat rumah atau keluar di malam hari ketika langit cerah  akan membuat kita merasakan decak kagum dengan penciptaan alam ini. Jika mau berpikir, tentu hal ini akan membuat kita jadi jauh lebih  bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.

  • Menulis

Ini bagian dari hobi dan pekerjaan saya. Dengan menulis bisa mencurahkan isi hati, segala sesuatu yang terlintas dipikiran, dan akhirnya bisa membuat saya merasa lega. Menulis bagi saya bisa menjadi suatu terapi hati karena rasa kesal, marah, senang akan tertuang dalam bentuk tulisan.

Hati akan merasa tenang dan tentram tatkala kita mampu bersyukur atas segala nikmat yang kita terima. Kita bisa mencoba salah satu cara di atas dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

rupa-rupa

Belajar dari Sosok Sandy Hadiat: Sang Pengidap Bipolar Disorder

By on Desember 27, 2017

Saya setuju dan sepakat bahwa setiap manusia mempunyai ujian dan tantangan tersendiri dalam hidup sesuai dengan kadar dan kemampuannya masing-masing. Tak lain halnya dengan wanita yang satu ini.

Sandy Winduvitri atau yang lebih dikenal dengan nama Sandy Hadiat ini menyandang penyakit Bipolar Disorder. Sebelumnya juga ada mantan artis cilik yang menyandang penyakit seperti ini juga. Adalah marshanda atau yang lebih akrab di sapa Caca ini. Lalu apa dan bagaimana itu bipolar? Yuk simak ulasannya.

Bipolar Disorder adalah suatu penyakit kejiwaan, di mana sang penderita akan mengalami gangguan perasaan dengan dua kutub yang berbeda. Fase depresi (sangat murung) dan mania (fase sangat bahagia). Kedua fase ini mempunyai ciri khasnya masing-masing yang berlawanan satu sama lain.

Fase depresi biasanya ditandai dengan mood yang selalu menurun sepanjang hari. Tidak hanya itu, berat badan dan nafsu makan pun mengalami penurunan. Gejala lainnya adalah susah tidur, malas bergerak, mudah lelah, lebih sensitif, menurunnya daya konsentrasi, dan menutup diri dari lingkungan. Bahkan di saat kritis, pada fase ini akan muncul keinginan untuk bunuh diri.

Berbeda dengan fase depresi, fase mania adalah kebalikan dari fase depresi ini. Banyak bergerak, mampu tak tidur hingga berhari-hari, merasa dilecehkan dan terhina, serta suka menyakiti diri sendiri merupakan ciri dari fase mania. Penderita juga mengalami susah fokus, mudah beralih kepada hal-hal yang tidak relevan dan tidak penting.

Sandy yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini divonis mengidap bipolar disorder sejak 2012. Minimnya pengetahuan tentang penyakit ini membuat kondisi Sandy semakin terpuruk. Ditambah lagi  saat itu semua keluarga besarnya menetap di AS, tak terkecuali ayah dan ibunya. Hingga suatu ketika ia berniat untuk mencari apa dan bagaimana cara mengatasi penyakit ini. Dengan bantuan suaminya, ia mencari tahu ke psikiater tentang penyakit ini. Mulai saat itu Sandy rajin berkonsultasi dengan psikiater yang ada di Yogyakarta. Beruntung sekali, Ia mempunyai sosok suami yang mau menjadi caregiver dan perantara bagi dirinya.

baca juga: ketika harus melihat ke atas

Kondisi perempuan berusia 33 tahun ini semakin membaik dengan dukungan suami dan anak-anaknya. Kisah hidupnya ini ia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul “menemukan-Mu dan menemukan-Nya” yang merupakan hasil private writing choaching bersama indscript creative. Beliau menulis buku setebal 164 halaman ini hanya dalam kurun waktu 2 hari. Kisah hidupnya, perjalanannya menghadapi bipolar, suka dukanya, tantangan dan rintangan, semua ia tuliskan dalam buku ini. Buku yang menurut saya sangat inspiratif. Banyak pelajaran dan hikmah kehidupan yang dapat kita ambil.

Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menginspirasi banyak orang untuk mensyukuri setiap detik kehidupan yang diberikan Tuhan. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan bersyukur. Bagi Anda yang ingin tahu lebih tentang buku ini atau Bipolar disorder bisa menghubungi indscript creative untuk mendapatkannya atau bisa juga bergabung dengan facebook grup asuhan mbak Sandy Hadiat ini.

Continue Reading

review

Strategi Baru dalam Pengembangan Bisnis Tulisan

By on November 23, 2017

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa marketing menjadi salah satu tonggak dalam keberhasilan bisnis seseorang. Tanpa adanya marketing, bisnis akan mati karena tak adanya kegiatan transaksi jual beli. Itulah mengapa, diperlukan adanya strategi marketing dalam pengembangan sebuah bisnis tak terkecuali bisnis tulisan.

Hmm, bisnis tulisan? Adakah yang belum mengenalnya? Bisnis tulisan atau yang lebih dikenal dengan bisnis jasa penulisan saat ini memang lagi booming.  Maraknya pemain bisnis yang sudah merambah dunia online, mau tak mau mereka memerlukan badan atau agen yang mampu memasarkan produk secara online. Dalam artian mengisi konten media online mereka. Lebih dari itu, bisnis di bidang tulisan sebenarnya sangat luas, dan yang telah disebutkan di atas merupakan salah satunya.

Sebagaimana Joeragan Artikel yang didirikan oleh ummi aleeya yang bergerak di bidang tulisan. Banyak sekali training yang diadakan di dalamnya terkait dengan skill menulis. Tak tanggung-tanggung untuk memperluas pangsa pasarnya, Joeragan artikel atau yang sering disebut dengan JA (dibaca:je a) membuat beberapa pasukan untuk mengenalkan training yang diadakannya.

Membuat pasukan yang anggotanya diambil dari alumni training JA ini, merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk memasarkan beberapa training yang memang menjadi produk unggulannya. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa tidak semua alumni JA bisa menjadi pasukan untuk semua divisi. Yang bisa menjadi pasukan hanyalah mereka yang telah lulus dan menguasai bidang yang yang terkait. Semisal lulusan training kelas status cantik hanya bisa menjadi pasukan endors. Tidak bisa menjadi pasukan editor. Begitu juga sebaliknya, kecuali kalau mereka lulus training editor juga. mereka otomatis menjadi pasukan keduanya.

Masih bingungkah? Semoga tidak ya…oh iya, apa saja sih pasukan yang ada di JA?

Tentu saja banyak, ada beberapa pasukan dengan devisinya masing-masing. Seperti pasukan endors, pasukan editor, pasukan bloggers, pasukan resensi, pasukan liputan, dan masih banyak lagi. Saya sendiri selaku alumni JA termasuk dalam pasukan endors, blogger, editor dan insyaallah ke depan ikut dalam pasukan resensi. Dalam setiap pasukan ada tantangan dan sensasinya masing-masing.

Semisal pengalaman dalam pasukan endors sendiri itu menurut saya fun banget. Meski  ada deadline, waktu yang harus ditaati, namun teamnya asyik-asyik saja. Mereka saling bantu satu sama lain. Membuat saatu sama lain tetap merasa nyaman dalam team. Asyiknya lagi…kita dapat fee loh. Lumayan buat ikutan training lagi dan beli jajan.

Untuk pasukan editor, terus terang ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Penguasaan bahasa dan ejaan berperan penting dalam menjalani posisi sebagai seorang editor. Dalam pasukan editor sendiri punya penanggung jawab dan sistem tersendiri yang memang sudah terjadwal rapi. Di sini sesama editor kita bisa belajar banyak hal dan termasuk dalam hal value. Berbagi satu sama lain, biar adil. Belajar legowo dan tentunya bertanggung jawab atas kewajiban masing-masing.

Dan yang paling menantang adalah menjadi pasukan blogger. Nah tulisan ini salah satunya. Jadi setiap minggu ada tantangan tersendiri. Minimal seminggu dua kali. Banyak banget yang kesengsem sama pasukan ini. Selain ada give away, kita bisa ikutan lomba blog yang berpeluang mendapatkan rupiah. Selain itu juga bagus untuk meningkatkan traffiq blog karena terdapat kegiatan blogwalking.

Terlepas dari itu semua, yang paling berasa manfaatnya adalah nambah ilmu, nambah pengalaman, dan juga menambah teman sekaligus bisa bersilaturrahim satu sama lain. Karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang tak boleh berhenti belajar. Belajar sepanjang hayat untuk melayakkan diri ke arah yang lebih baik. so, apa strategi marketing bisnismu?

Continue Reading

rupa-rupa

Joeragan Artikel: Jalan Menuju Karir Menulisku

By on November 8, 2017

Menekuni hobi menjadi pilihan saya setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Alasannya sederhana ingin membersamai anak dalam tumbuhkembangnya. Memiliki hobi  yang sudah cukup lama tidak ditekuni, membuat saya kesulitan untuk memulainya kembali. Tidak tahu harus mulai dari mana dan berguru sama siapa. Ketika itu yang saya lakukan hanyalah berkunjung ke perpustakaan dan toko buku untuk sekedar membaca atau membeli buku tentang bagaimana menulis dengan baik, bagaimana meniti karir di dunia penulisan. Hingga akhirnya saya bertemu dengan buku karya Indari Mastuti  yang berjudul “ Menulis Itu Gampang”.  Singkat cerita dari buku itulah yang mengantarkan saya pada lingkaran Indscript Training Center dan bertemu dengan Ummi Aleeya selaku pemilik dari Joeragan Artikel, yang menjadi salah satu mitra di Indscript.

Meskipun berada dalam lingkaran indscript dan komunitasnya, tak lantas membuat saya mengenal apa itu joeragan artikel dan siapa itu ummi aleeya. Dan tanpa sengaja,  melihat postingan teman di beranda facebook  bahwa menulis artikel di JA (Joeragan Artikel) itu mengasyikkan karena bisa magang dan dapat fee pula. Hehehe…dasar emak-emak kalau iming-imingnya uang pasti matanya langsung ijo.

Terlepas dari itu semua, ikut bergabung dalam keluarga besar JA menjadi berkah tersendiri dalam karir menulis saya. Bertemu dengan penulis-penulis hebat, bertemu dengan orang-orang  yang kurang lebih mempunyai hobi yang sama, membuat mood dalam menulis selalu terjaga. Dan yang enggak kalah pentingnya adalah bisa upgrade ilmu dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan kita.

Iya, di JA memang menyediakan banyak fasilitas training terkait dengan kepenulisan. Ada training kelas status cantik, menulis artikel jebol media, training editor, copywriting, biografi, press release,  dan lain sebagainya. Sangking banyaknya, saya pun lupa training apa saja yang pernah saya ikuti. Yang masih saya ingat itu ya training status cantik dan kelas editor. Yang lain saya lupa, tapi memang benar adanya bahwa setiap mengikuti training yang ada di JA meninggalkan kesan yang begitu berbeda dan menambah pengalaman di bidang tulis menulis.

Manfaat apa saja sih yang diperoleh dengan bergabung di JA?

Banyak tentunya. Selain nambah ilmu, nambah temen, nambah saudara, dan relasi, juga menambah jam terbang. Kemampuan kita akan semakin terasah dengan banyaknya praktek dan magang. Selain itu kita juga berkesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari job-job yang ada. Misalnya dari endors, menulis artikel, dan masih banyak lagi. Kita juga bebas loh mencari job secara mandiri.   

Yang paling menarik di JA itu adalah karena kita berangkat dari hobi yang sama, mempunyai ketertarikan yang sama di dunia tulis menulis, so banyak dari anggotanya yang memang benar-benar penulis yang sudah expert dan memiliki jam terbang tinggi. Sehingga mereka pun kerap menjadi mentor bagi temannya sendiri sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

Harapan buat JA untuk ke depannya.

Untuk ke depannya, saya selaku alumni JA berharap yang terbaik, semoga lebih berjaya, menghasilkan training-training yang berkualitas dan tentunya banyak mencetak penulis-penulis baru yang handal.  Membantu menciptakan dan memberi peluang perempuan-perempuan Indonesia untuk lebih produktif, mandiri, dan berkarya meski hanya dari rumah. Semoga dengan informasi ini bisa membantu teman-teman yang membutuhkan. Selamat berjuang dan berkarya.

Continue Reading

error: Content is protected !!