Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
review

Bertumbuh dan Berkembang Bersama Pasukan Blogger

By on Januari 16, 2018

 

Menjadi seorang blogger adalah keinginan saya sejak tertarik di dunia tulis menulis dan web. Tidak tahu kenapa, tapi menurut saya jadi blogger itu keren. Selain dituntut bisa menulis, seorang blogger juga harus suka baca. Kalau enggak baca, bagaimana bisa nulis? Intinya, berwawasan luas.

Dan akhir-akhir ini saya juga tertarik untuk belajar vlog. Akan jauh lebih menarik jika dalam menyajikan sebuah konten, seorang blogger juga memakai vlog. Tentu, hal ini merupakan bagian dari SEO yang penting untuk meningkatkan traffiq blog.  Penyajian konten yang menarik dan informasi yang bermanfaat akan membuat pembaca betah berlama-lama di halaman blog kita. secara tidak langsung, hal ini akan berpengaruh pada rangking blog di mata search engine.

Blog yang ramai pun membawa berkah tersendiri bagi pemiliknya. Pundi-pundi uang bisa mengalir dengan sendirinya. Hayoo … siapa yang tak ingin seperti itu? Itulah mengapa,  traffiq begitu penting bagi kelangsungan sebuah blog. Nah, salah satu cara yang sering dilakukan para blogger adalah melakukan blogwalking untuk mendatangkan traffiq. Dan baru-baru ini  dibentuklah sebuah wadah di mana para blogger bisa belajar dan melakukan blogwalking.

 

Bagi sebagian blogger yang tergabung dalam lingkaran joaeragan artikel (JA ) sudah tidak asing lagi dengan pasukan blogger. Namun, tidak dengan yang lain, yang belum mengenalnya.  Pasukan blogger itu sendiri dibentuk dalam sebuah grup, yang mana kita diwajibkan untuk share atau posting 2 kali dalam seminggu. Selain itu, setiap minggu terdapat challenge yang tentunya akan menambah semangat para blogger untuk menulis. Hal ini  tak lain bertujuan  untuk melatih konsistensi dalam menulis dan ngeblog.

Selain sebagai wadah untuk melatih kebiasaan menulis dan ngeblogging, pasukan blogger pun diwajibkan untuk blogwalking ke semua anggota. Bagi seorang blogger tentu sudah tahu kan, manfaat blogwalking untuk blog.

baca juga: strategi baru dalam pengembangan bisnis tulisan

Pasukan blogger sendiri digawangi  oleh mbak dira indira yang mana, tongkat estafet sebelumnya  dipegang oleh mbak rahayu asda putri. Menjadi seorang blogger tentu memiliki kenikmatan tersendiri. Belajar, menambah ilmu, berkomunitas, dan saling menjaga silaturrahim salah satunya.

Sebagaimana saya jelaskan di atas, kenapa sih harus berkomunitas? Salah satunya, ya menambah ilmu. Itulah alasan, mengapa Anda harus ikut menjadi pasukan blogger. Yang jelas cocok banget untuk blogger pemula. Mbak dira sendiri sering bagi-bagi tips seputar  dunia perbloggingan. Jadi nambah ilmu kan, kakak.

Oh iya, satu hal yang saya suka dari pasukan blogger ini adalah belajar mereview produk. Di sini saya bisa belajar dari blogger-blogger lain, bagaimana cara mereka dalam mereview sebuah produk. Mulai dari sudut pandang yang diambil, pilihan diksi, gaya penulisan, dan lain sebagainya.  Asyiknya lagi bisa dijadikan barometer untuk mengukur kemampuan kita dalam mereview sebuah produk. Pasalnya kelihatan banget, mana blogger yang sudah mahir mereview dengan yang masih belajar.

Dengan adanya kontes mereview produk ini, saya belajar banyak hal tentang mereview produk secara tidak langsung. Bagi Anda yang hobi ngeblog, bisa neh ikutan gabung. Khususnya untuk kalangan perempuan ya. hehehe

Sama dengan komunitas lainnya, pasukan blogger juga mempunyai code of conduct atau etika yang mengatur dalam sebuah komunitas.  Semisal, saling BW ke blog lain, anggotanya perempuan, posting minimal 2 kali seminggu, dan lain-lain. Untuk tata cara bergabung bisa menghubungi mbak dira selaku penanggung jawab.

Bisa bersinergi sesama blogger akan menambah ilmu, wawasan, dan menjalin tali silaturrahim. So, jangan sungkan ya untuk ikutan bergabung dan menimba ilmu dari satu blogger ke blogger lainnya untuk meningkatkan kapasitas diri.

Continue Reading

inspirasi

Resolusi 2018: Make a Team to Make a Solid Family

By on

 

Baru saja kita menyaksikan akhir tahun 2017 dan menyambut awal 2018. Tentu banyak cerita, pengalaman, dan kejadian yang bermakna yang dapat kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Awal tahun 2018 merupakan kesempatan bagi kita untuk membuat dan menyusun kembali, resolusi untuk satu tahun ke depan. Hal ini berfungsi sebagai bahan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya.

Sudahkah Anda membuat resolusi 2018? Jika belum, mumpung masih awal tahun yuk, kita buat agar hidup lebih terarah dan dapat mencapai target. Berharap dengan tulisan ini, bisa mendokumentasikan resolusi saya, agar lebih mudah diingat dan tidak melupakannya begitu saja.

Ada banyak hal yang ingin dicapai dan diperbaiki di tahun 2018. Pada intinya, ini semua saya lakukan untuk mencapai tujuan utama di tahun 2018, yaitu make a team to make a solid family.

Untuk mencapai tujuan di atas, tentu harus dibagi ke dalam goal-goal kecil. Tak lupa juga untuk menyelaraskan goal, visi, dan misi saya terhadap goal, visi, dan misi keluarga. Saya dan pasangan memang memiliki goal-goal kecil tersendiri dan menyatukannya menjadi goal keluarga. Dengan seperti ini, kita bisa mengetahui keinginan pasangan dan mendukung satu sama lain. Jika ada yang tak sejalan, kami pun mengomunikasikannya.

Resolusi 2018 ini ada beberapa hal yang ingin saya perbaiki. Terutama dalam bisnis, nulis, keuangan, mendidik anak, dan managemen rumah tangga. Ini sih semuanya, bukan beberapa lagi, hehehe…

Mulai dari bisnis, dua tahun ke belakang adalah masa-masa saya mengenal bisnis online. Padahal, sebelumnya sudah mengenal bisnis ini sejak 2007 silam, ketika masih sekolah menengah atas. Namun, teknologi belum seperti sekarang ini dan saya lebih menyukai melakukan hobi menulis.

Masa 2 tahun seperti masa buih dalam ombak. Banyaknya informasi menjadikan saya susah untuk fokus. Namun, setidaknya di tahun ini sudah mulai terarah dan mengenal pola. Menyusun strategi dan tak asal action adalah resolusi saya dibidang bisnis online.

Tidak jauh berbeda dengan bisnis, kegiatan menulis dan blogging yang selama ini menjadi hobi saya pun, turut mengalami kemajuan yang berarti. Setidaknya, banyak ilmu kepenulisan dan blogging yang saya dapat. Ikut beberapa lomba blog adalah resolusi saya di tahun 2018. Ini saya lakukan hanya untuk melatih konsistensi dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan serta kebutuhan. Memang, saya sendiri belum berani membuat target tinggi, karena masih menyesuaikan dengan kapasitas diri.

Hal terpenting di tahun 2018 adalah antara nulis, blogging, dan bisnis bisa berjalan beriringan. Berharap bisa memanage, menemukan irama blogging, dan bisnis jauh lebih asyik.

Resolusi 2018 selanjutnya adalah masalah finansial. Target tahun ini dapat melunasi utang,   dengan mengalokasikan sejumlah dana.  Dengan rutin menyisihkan uang untuk membayar utang, saya berharap ini bisa menjadi kebiasaan untuk menabung, bukan untuk membayar utang kembali.

Tak kalah pentingnya lagi adalah goal dalam mendidik anak dan mengurus rumah. Pasalnya pekerjaan rumah, mendidik anak adalah suatu yang dipandang sebelah mata. Padahal, pekerjaan ini sangatlah berat dan mempunyai tanggung jawab besar di dunia maupun akhirat. Pekerjaan seorang ibu yang amat mulia dan yang dianggap sebagian orang remeh ini, memerlukan ilmu lebih untuk mengantarkan putra-putri tercinta menjadi generasi unggul di masa depan.

Itulah sepenggal kisah resolusi 2018 saya secara umum. Saya pun masih perlu memetakannya secara detail dan mengambil langkah untuk mengeksekusinya. Ada beberapa tips untuk menyusun rencana atau goal yang ingin dicapai sebagai bagian dari resolusi.

Pertama, buat atau susun goal sesuai dengan kapasitas dari Anda. jangan terlalu memaksakan diri untuk membuat target yang Anda sendiri tak yakin untuk mencapainya.

Kedua, don’t be sad if you don’t get your target. Tidak bisa mencapai target bukan alasan Anda untuk bersedih, berkecil hati atau malah berhenti berusaha. Jadikan ini seebagai cambuk dan evaluasi diri untuk ke depan lebih baik lagi.

Ketiga, realistis. Buatlah goal yang realitis. Tentukan goal yang ingin dicapai dan sub goal atau goal-goal kecil untuk mewujudkan goal utama Anda. Jangan lupa untuk mengomunikasikan goal, target, dan resolusi anda pada pasangan. Ini penting sekali untuk mencapai goal tersebut.

Nah, dengan mengetahui ketiga hal di atas. Semoga tidak bingung lagi ya, menentukan resolusi 2018. Kalau itu cerita resolusi saya, sekarang apa resolusimu?

Continue Reading

inspirasi

6 Kunci Penenang dan Penentram hati

By on Januari 4, 2018

 

Jika ingin hatimu tenang, tentram maka bersyukurlah. Seperti itulah tausiyah yang sering saya dengar. Memang bersyukur adalah cara yang diajarkan Tuhan agar hidup kita menjadi tenang dan tentram. Sebenarnya kalau kita jeli dan pandai membaca kehidupan, banyak sekali disekitar kita yang mengajarkan tentang bersyukur. Bahkan tanpa kita sadari telah melakukannya berulang-ulang.

Berikut adalah enam hal yang buat kita belajar bersyukur  dan merupakan kunci penenang dan penentram hati.

  • Shalat

Cobalah shalat di awal waktu. Lakukan dengan khusyuk, insyaallah rasa tenang pun akan datang. Shalat di awal waktu juga akan memperlancar usaha kita termasuk dalam hal urusan rezeki. Dahulukan Allah, maka Allah akan mendahulukan urusan kita. yakinlah bahwa dengan memperbaiki kualitas shalat kita maka kita akan merasakan ketenangan dan ketentraman.

  • Wudhu

Begitu juga halnya dengan shalat, berwudhu pun akan membuat diri kita jauh lebih baik. Setiap gerakan wudhu mempunyai keutamaan dan manfaat masing-masing, asalkan dilakukan dengan benar dan sesuai syariat. Tatkala kita sedang kumur-kumur berarti membersihkan segala kotoran yang ada di mulut. Membasuh muka mempunyai manfaat agar wajah terbebas dari keriput dan nampak awet muda. Mengusap kepala dapat menurunkan tekanan darah. Gerakan mengusap telinga mempunyai manfaat untuk mempertajam daya ingat kita dan mencegah kepikunan. Membasuh tangan  agar terhindar dari kanker kulit begitu juga halnya dengan membasuh kaki. Dengan berwudhu insyaallah kita akan merasa segar kembali dan pikiran pun akan menjadi lebih baik.

  • Baca Al-quran

Kalau lagi marah atau ngerasa enggak enak hati, biasanya yang saya lakukan adalah ambil wudhu dan baca Al-quran. Percaya atau tidak setelah baca Al-quran mood atau suasana hati akan jauh lebih baik. Cara ini bisa dicoba di rumah, tidak hanya satu dua kali namun, harus berkali-kali agar terasa manfaatnnya.

baca juga : Sudahkah Pekerjaan Kita Membawa Berkah?

  • Hening malam

Cobalah untuk sesekali bangun di sepertiga malam dan lakukanlah shalat tahajud. Curahkan semua perasaan pada sang pemberi kehidupan maka perasaan kita akan terasa lebih ringan dan beban pikiran insyaallah akan berkurang. Tak jarang dengan shalat malam, solusi atas permasalahan pun akan datang. Habis shalat malam, Anda bisa menikmati waktu untuk diri sendiri. Semisal dengan baca buku atau minum secangkir kopi. Hal ini dapat menghilangkan penat, stress atau rutinitas sehari-hari yang telah melanda.

  • Keindahan alam

Ini cara yang paling favorit menurut saya. Enggak harus berlibur ke tempat yang mahal. Pemandangan dekat rumah atau keluar di malam hari ketika langit cerah  akan membuat kita merasakan decak kagum dengan penciptaan alam ini. Jika mau berpikir, tentu hal ini akan membuat kita jadi jauh lebih  bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.

  • Menulis

Ini bagian dari hobi dan pekerjaan saya. Dengan menulis bisa mencurahkan isi hati, segala sesuatu yang terlintas dipikiran, dan akhirnya bisa membuat saya merasa lega. Menulis bagi saya bisa menjadi suatu terapi hati karena rasa kesal, marah, senang akan tertuang dalam bentuk tulisan.

Hati akan merasa tenang dan tentram tatkala kita mampu bersyukur atas segala nikmat yang kita terima. Kita bisa mencoba salah satu cara di atas dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

rupa-rupa

Belajar dari Sosok Sandy Hadiat: Sang Pengidap Bipolar Disorder

By on Desember 27, 2017

Saya setuju dan sepakat bahwa setiap manusia mempunyai ujian dan tantangan tersendiri dalam hidup sesuai dengan kadar dan kemampuannya masing-masing. Tak lain halnya dengan wanita yang satu ini.

Sandy Winduvitri atau yang lebih dikenal dengan nama Sandy Hadiat ini menyandang penyakit Bipolar Disorder. Sebelumnya juga ada mantan artis cilik yang menyandang penyakit seperti ini juga. Adalah marshanda atau yang lebih akrab di sapa Caca ini. Lalu apa dan bagaimana itu bipolar? Yuk simak ulasannya.

Bipolar Disorder adalah suatu penyakit kejiwaan, di mana sang penderita akan mengalami gangguan perasaan dengan dua kutub yang berbeda. Fase depresi (sangat murung) dan mania (fase sangat bahagia). Kedua fase ini mempunyai ciri khasnya masing-masing yang berlawanan satu sama lain.

Fase depresi biasanya ditandai dengan mood yang selalu menurun sepanjang hari. Tidak hanya itu, berat badan dan nafsu makan pun mengalami penurunan. Gejala lainnya adalah susah tidur, malas bergerak, mudah lelah, lebih sensitif, menurunnya daya konsentrasi, dan menutup diri dari lingkungan. Bahkan di saat kritis, pada fase ini akan muncul keinginan untuk bunuh diri.

Berbeda dengan fase depresi, fase mania adalah kebalikan dari fase depresi ini. Banyak bergerak, mampu tak tidur hingga berhari-hari, merasa dilecehkan dan terhina, serta suka menyakiti diri sendiri merupakan ciri dari fase mania. Penderita juga mengalami susah fokus, mudah beralih kepada hal-hal yang tidak relevan dan tidak penting.

Sandy yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini divonis mengidap bipolar disorder sejak 2012. Minimnya pengetahuan tentang penyakit ini membuat kondisi Sandy semakin terpuruk. Ditambah lagi  saat itu semua keluarga besarnya menetap di AS, tak terkecuali ayah dan ibunya. Hingga suatu ketika ia berniat untuk mencari apa dan bagaimana cara mengatasi penyakit ini. Dengan bantuan suaminya, ia mencari tahu ke psikiater tentang penyakit ini. Mulai saat itu Sandy rajin berkonsultasi dengan psikiater yang ada di Yogyakarta. Beruntung sekali, Ia mempunyai sosok suami yang mau menjadi caregiver dan perantara bagi dirinya.

baca juga: ketika harus melihat ke atas

Kondisi perempuan berusia 33 tahun ini semakin membaik dengan dukungan suami dan anak-anaknya. Kisah hidupnya ini ia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul “menemukan-Mu dan menemukan-Nya” yang merupakan hasil private writing choaching bersama indscript creative. Beliau menulis buku setebal 164 halaman ini hanya dalam kurun waktu 2 hari. Kisah hidupnya, perjalanannya menghadapi bipolar, suka dukanya, tantangan dan rintangan, semua ia tuliskan dalam buku ini. Buku yang menurut saya sangat inspiratif. Banyak pelajaran dan hikmah kehidupan yang dapat kita ambil.

Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menginspirasi banyak orang untuk mensyukuri setiap detik kehidupan yang diberikan Tuhan. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan bersyukur. Bagi Anda yang ingin tahu lebih tentang buku ini atau Bipolar disorder bisa menghubungi indscript creative untuk mendapatkannya atau bisa juga bergabung dengan facebook grup asuhan mbak Sandy Hadiat ini.

Continue Reading

review

Strategi Baru dalam Pengembangan Bisnis Tulisan

By on November 23, 2017

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa marketing menjadi salah satu tonggak dalam keberhasilan bisnis seseorang. Tanpa adanya marketing, bisnis akan mati karena tak adanya kegiatan transaksi jual beli. Itulah mengapa, diperlukan adanya strategi marketing dalam pengembangan sebuah bisnis tak terkecuali bisnis tulisan.

Hmm, bisnis tulisan? Adakah yang belum mengenalnya? Bisnis tulisan atau yang lebih dikenal dengan bisnis jasa penulisan saat ini memang lagi booming.  Maraknya pemain bisnis yang sudah merambah dunia online, mau tak mau mereka memerlukan badan atau agen yang mampu memasarkan produk secara online. Dalam artian mengisi konten media online mereka. Lebih dari itu, bisnis di bidang tulisan sebenarnya sangat luas, dan yang telah disebutkan di atas merupakan salah satunya.

Sebagaimana Joeragan Artikel yang didirikan oleh ummi aleeya yang bergerak di bidang tulisan. Banyak sekali training yang diadakan di dalamnya terkait dengan skill menulis. Tak tanggung-tanggung untuk memperluas pangsa pasarnya, Joeragan artikel atau yang sering disebut dengan JA (dibaca:je a) membuat beberapa pasukan untuk mengenalkan training yang diadakannya.

Membuat pasukan yang anggotanya diambil dari alumni training JA ini, merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk memasarkan beberapa training yang memang menjadi produk unggulannya. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa tidak semua alumni JA bisa menjadi pasukan untuk semua divisi. Yang bisa menjadi pasukan hanyalah mereka yang telah lulus dan menguasai bidang yang yang terkait. Semisal lulusan training kelas status cantik hanya bisa menjadi pasukan endors. Tidak bisa menjadi pasukan editor. Begitu juga sebaliknya, kecuali kalau mereka lulus training editor juga. mereka otomatis menjadi pasukan keduanya.

Masih bingungkah? Semoga tidak ya…oh iya, apa saja sih pasukan yang ada di JA?

Tentu saja banyak, ada beberapa pasukan dengan devisinya masing-masing. Seperti pasukan endors, pasukan editor, pasukan bloggers, pasukan resensi, pasukan liputan, dan masih banyak lagi. Saya sendiri selaku alumni JA termasuk dalam pasukan endors, blogger, editor dan insyaallah ke depan ikut dalam pasukan resensi. Dalam setiap pasukan ada tantangan dan sensasinya masing-masing.

Semisal pengalaman dalam pasukan endors sendiri itu menurut saya fun banget. Meski  ada deadline, waktu yang harus ditaati, namun teamnya asyik-asyik saja. Mereka saling bantu satu sama lain. Membuat saatu sama lain tetap merasa nyaman dalam team. Asyiknya lagi…kita dapat fee loh. Lumayan buat ikutan training lagi dan beli jajan.

Untuk pasukan editor, terus terang ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Penguasaan bahasa dan ejaan berperan penting dalam menjalani posisi sebagai seorang editor. Dalam pasukan editor sendiri punya penanggung jawab dan sistem tersendiri yang memang sudah terjadwal rapi. Di sini sesama editor kita bisa belajar banyak hal dan termasuk dalam hal value. Berbagi satu sama lain, biar adil. Belajar legowo dan tentunya bertanggung jawab atas kewajiban masing-masing.

Dan yang paling menantang adalah menjadi pasukan blogger. Nah tulisan ini salah satunya. Jadi setiap minggu ada tantangan tersendiri. Minimal seminggu dua kali. Banyak banget yang kesengsem sama pasukan ini. Selain ada give away, kita bisa ikutan lomba blog yang berpeluang mendapatkan rupiah. Selain itu juga bagus untuk meningkatkan traffiq blog karena terdapat kegiatan blogwalking.

Terlepas dari itu semua, yang paling berasa manfaatnya adalah nambah ilmu, nambah pengalaman, dan juga menambah teman sekaligus bisa bersilaturrahim satu sama lain. Karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang tak boleh berhenti belajar. Belajar sepanjang hayat untuk melayakkan diri ke arah yang lebih baik. so, apa strategi marketing bisnismu?

Continue Reading

rupa-rupa

Joeragan Artikel: Jalan Menuju Karir Menulisku

By on November 8, 2017

Menekuni hobi menjadi pilihan saya setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Alasannya sederhana ingin membersamai anak dalam tumbuhkembangnya. Memiliki hobi  yang sudah cukup lama tidak ditekuni, membuat saya kesulitan untuk memulainya kembali. Tidak tahu harus mulai dari mana dan berguru sama siapa. Ketika itu yang saya lakukan hanyalah berkunjung ke perpustakaan dan toko buku untuk sekedar membaca atau membeli buku tentang bagaimana menulis dengan baik, bagaimana meniti karir di dunia penulisan. Hingga akhirnya saya bertemu dengan buku karya Indari Mastuti  yang berjudul “ Menulis Itu Gampang”.  Singkat cerita dari buku itulah yang mengantarkan saya pada lingkaran Indscript Training Center dan bertemu dengan Ummi Aleeya selaku pemilik dari Joeragan Artikel, yang menjadi salah satu mitra di Indscript.

Meskipun berada dalam lingkaran indscript dan komunitasnya, tak lantas membuat saya mengenal apa itu joeragan artikel dan siapa itu ummi aleeya. Dan tanpa sengaja,  melihat postingan teman di beranda facebook  bahwa menulis artikel di JA (Joeragan Artikel) itu mengasyikkan karena bisa magang dan dapat fee pula. Hehehe…dasar emak-emak kalau iming-imingnya uang pasti matanya langsung ijo.

Terlepas dari itu semua, ikut bergabung dalam keluarga besar JA menjadi berkah tersendiri dalam karir menulis saya. Bertemu dengan penulis-penulis hebat, bertemu dengan orang-orang  yang kurang lebih mempunyai hobi yang sama, membuat mood dalam menulis selalu terjaga. Dan yang enggak kalah pentingnya adalah bisa upgrade ilmu dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan kita.

Iya, di JA memang menyediakan banyak fasilitas training terkait dengan kepenulisan. Ada training kelas status cantik, menulis artikel jebol media, training editor, copywriting, biografi, press release,  dan lain sebagainya. Sangking banyaknya, saya pun lupa training apa saja yang pernah saya ikuti. Yang masih saya ingat itu ya training status cantik dan kelas editor. Yang lain saya lupa, tapi memang benar adanya bahwa setiap mengikuti training yang ada di JA meninggalkan kesan yang begitu berbeda dan menambah pengalaman di bidang tulis menulis.

Manfaat apa saja sih yang diperoleh dengan bergabung di JA?

Banyak tentunya. Selain nambah ilmu, nambah temen, nambah saudara, dan relasi, juga menambah jam terbang. Kemampuan kita akan semakin terasah dengan banyaknya praktek dan magang. Selain itu kita juga berkesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari job-job yang ada. Misalnya dari endors, menulis artikel, dan masih banyak lagi. Kita juga bebas loh mencari job secara mandiri.   

Yang paling menarik di JA itu adalah karena kita berangkat dari hobi yang sama, mempunyai ketertarikan yang sama di dunia tulis menulis, so banyak dari anggotanya yang memang benar-benar penulis yang sudah expert dan memiliki jam terbang tinggi. Sehingga mereka pun kerap menjadi mentor bagi temannya sendiri sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

Harapan buat JA untuk ke depannya.

Untuk ke depannya, saya selaku alumni JA berharap yang terbaik, semoga lebih berjaya, menghasilkan training-training yang berkualitas dan tentunya banyak mencetak penulis-penulis baru yang handal.  Membantu menciptakan dan memberi peluang perempuan-perempuan Indonesia untuk lebih produktif, mandiri, dan berkarya meski hanya dari rumah. Semoga dengan informasi ini bisa membantu teman-teman yang membutuhkan. Selamat berjuang dan berkarya.

Continue Reading

rupa-rupa

Berhenti Berkarir Bukan Berarti Berhenti Berkarya

By on November 2, 2017

Kalimat di atas rasanya bisa menjadi mood boster bagi setiap wanita muslimah yang sebelumnya bekerja dan berkarir, namun harus berhenti melakukannya. Entah itu karena faktor keluarga, mau menikah, ingin jadi ibu rumah tangga, tidak dapat ijin suami bekerja, dan masih banyak faktor lainnya.

Bagi wanita yang terbiasa bekerja kantoran, berkarir di luar rumah, dan tiba-tiba harus berhenti bekerja atau berkarir mungkin bisa menjadi beban tersendiri. Dan mana kala beban ini tidak bisa diatur dengan baik, maka penyakit stress lah yang akan datang. So, penting kiranya untuk menempatkan keadaan seperti ini sesuai dengan porsinya.

Kaget dengan keadaan yang baru mungkin akan dirasakan dan memang butuh proses untuk menyesuaikannya. Berhenti berkarir atau bekerja kantoran bukan berarti berakhir. Berhenti berkarir bukan berarti berhenti berkarya. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan meski hanya dari dalam rumah. Jika Anda ikhlaskan hati, demi keluarga, demi mencari pahala di sisi Allah, maka akan ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Hal apa saja sih yang bisa dilakukan? Banyak, dan tentu yang terpenting harus produktif ya. Kalau di rumah tidak melakukan kegiatan apapun ya rasa bosan, malas, dan stres  justru akan menghampiri.  Melakukan kegiatan-kegiatan produktif bisa menjadi solusi yang membahagiakan. Kegiatan apa saja itu, yuk simak ulasannya.

  • Menulis

Menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai media menerapi diri. Lumayan kan bisa terhindar dari beban pikiran yang berlebihan. Nah, Anda bisa menulis di mana saja dan kapan saja. Dalam bentuk diary atau membukukannya menjadi sebuah buku. Bagi Anda yang mempunyai hobi menulis, bisa menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk memperoleh income tambahan. Enggak hanya menulis buku saja loh. Ada banyak profesi yang menghasilkan dari kegiatan menulis, seperti ghostwriter, penulis artikel, buzzer di sosial media, dan masih banyak lagi.

  • Ngeblog

Nah, ini juga salah satu kegiatan yang bisa mendatangkan income dari kegiatan menulis. Memang tidak bisa menghasilkan secara langsung, namun sebagai bentuk investasi masa depan. Tujuan utamanya bukan uang semata tapi lebih kepada menghasilkan karya yang  bermanfaat untuk umat. Seiring perjalanan waktu, insyaallah income akan mengikuti apa yang diusahakan.

  • Menekuni hobi

Masih bingung mau melakukan apa? Tekuni hobi saja. Biasanya kalau kita melakukan sebuah kegiatan sesuai passion, sesuai hobi maka tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi. Karena kita melakukan kegiatan tersebut dengan senang hati dan tanpa ada paksaan. Sehinggan menjalaninya pun fine-fine saja. So, ingat-ingat kembali ya punya hobi apa.

  • Mengasah keterampilan

Kalau Anda merasa enggak punya hobi, bisa kok mengikuti sebuah kursus untuk mengasah keterampilan sebelumnya yang dimiliki, atau menambah keterampilan yang lain. Seperti mengikuti kursus memasak, merias, menjahit, dan lain sebagainya.

  • Mendekor ruangan

Kegiatan mendekor ruangan ini mungkin tidak bisa dilakukan setiap hari. Minimal seminggu sekali. Namun jangan salah atau menganggap remeh dengan kegiatan yang satu ini. Karena efeknya yang sangat luar biasa. Suasana menjadi hangat, tidak monoton, meminimalisir kemarahan dan efek psikologis lainnya. Menjadikan hunian  menjadi surga keluarga Anda.

  • Berwirausaha

Ini merupakan salah satu alternatif jika Anda harus meninggalkan karir sebagai pegawai kantoran. Ya bekerja dari rumah. Membangun usaha dan berbisnis dari rumah. Bagi wanita yang sudah menikah ini bisa jadi pilihan yang asyik untuk tetap bekerja, menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan peran utamanya sebagai seorang ibu dan istri.

Nah, itulah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seorang wanita muslimah meski hanya dari rumah. Di sisi lain tentu masih banyak segudang manfaat lainnya. Baik dari sudut pandang duniawi ataupun ukhrawi. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

#postingantematik

#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

Book Review

Membiasakan Anak Suka Baca, Pentingkah?

By on November 1, 2017

Membaca, suatu kata yang begitu klasik kedengarannya namun mempunyai andil besar dalam kehidupan seseorang. Setiap orang tentu tahulah sama kata kerja yang satu ini. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang “enggak banget” dalam tradisi dan budaya bacanya. Hmmm…bisa dibilang momok kali ya kalau disuruh membaca. Apalagi kalau diminta membaca buku, “Haduh ampun deh…” kata anak-anak didik saya.

Suatu fenomena yang bikin muka jadi keriput memikirkan generasi penerus bangsa yang demikian adanya. Memang sih enggak semuanya begitu. Mungkin berbeda anak yang tinggal di perkotaan dengan anak di desa atau memang sama, entahlah? Namun kenyataan seperti ini sering saya jumpai di sekitar tempat tinggal saya.

Beberapa tahun belakangan ini terjadi pergeseran budaya, yang mana semakin kompleknya materi pelajaran di sekolah tingkat dasar, memaksa banyak anak untuk berbondong-bondong mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Lalu, apakah mereka belajar seutuhnya? Iya, bagi mereka yang ingin bisa, tapi tidak untuk mereka yang hanya mengejar nilai. Dan fakta yang paling menyedihkan adalah banyak dari mereka yang mengikuti bimbel hanya untuk mengejar nilai secara instan tanpa mau tahu cara yang benar dan proses menjalaninya. Tak jarang juga ada yang ikut bimbel hanya bertujuan untuk bertemu teman. Menyerahkan Homework pada mentor bimbel dan bilang jawabannya apa kak. Dan ketika diminta untuk mencari jawaban yang ada dalam bacaan, biasanya mereka akan malas sekali bahkan ada yang memang tak mau melakukannya.

Fenomena ini memang tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja. Entah murid, guru, orangtua, dan bahkan pemerintah. Namun dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengatasi malasnya kids zaman now untuk mau dan suka membaca. Dimulai dari diri dan keluarga sendiri untuk memberikan teladan dan menciptakan habit baca dari rumah. Mulailah dari kecil sehingga kebiasaan itu mendarah daging pada anak dan keluarga. Terpenting orangtua harus bisa jadi role model bagi anak.

Berbicara soal membiasakan membaca pada anak, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan. Pertama, ciptakan lingkungan yang mana anak mudah untuk menjangkau buku. Dalam artian taruh beberapa buku ditempat yang sering dijadikan anak untuk beraktivitas. Semisal di ruang tamu, ruang keluarga, ruang bermain, kamar, dan lain sebagainya. Kedua, sediakan buku yang sesuai dengan usia, minat, dan taraf perkembangan anak. Sedikit tips buat para Bunda tentang pemilihan buku yang cocok untuk anak.

Mengajari anak membaca sebenarnya bisa dilakukan sejak dini, bahkan dari dalam kandungan. Nah, untuk bayi usia 0-1 tahun, Bunda bisa memberikan anak buku bantal. Buku ini aman untuk bayi karena tidak mudah dirobek ataupun ditelan.  Di usia satu tahun ke atas (2-7 tahun) bisa dimulai dengan mengenalkan bentuk buku seutuhnya. Ada buku halo balita, buku ini dirancang secara  khusus untuk anak balita. Bentuk fisik buku berupa boardbook dengan setiap sudut buku dibuat tumpul agar lebih aman dan nyaman buat anak. Buku ini tebal dan permukaannya dilapisi dengan bahan anti air sehingga mudah dibersihkan dari corat-coret pensil, melindungi dari tumpahan air atau sisa makanan yang menempel.

Dalam satu paket buku halo balita ini terdapat 25 buku yang terdiri dari sembilan buah buku untuk melatih kemandirian, lima buah buku bertema spiritual, sebelas buah buku untuk melatih value dan satu buah buku panduan untuk orangtua. Selain itu dalam satu paket juga terdapat tiga buah boneka tangan, Sali, Saliha, dan Kumi.

Memberikan buku yang tepat pada anak akan menarik perhatian anak untuk mau membaca. Untuk anak usia balita, gambar menjadi daya tarik utama. Nah, di sinilah yang menjadi daya tarik buku halo balita. Gambarnya yang colorfull, tidak terlalu banyak tokoh membuat anak semakin mudah mengingat nama tokoh dan karakter yang dimilikinya. Sehingga pesan yang ingin disampaikan pun dapat tersampaikan dengan baik.

Saya yang menggunakan buku ini merasakan manfaat yang begitu besar, tidak hanya membuat anak suka buku, senang baca namun melatih emosi  dan kemandirian anak. Bagi seorang anak role model yang juga  anak-anak seperti Sali dan saliha akan lebih mudah masuk dalam dunia mereka. Seakan-akan mereka memang mempunyai sahabat dan teman baik dalam menjalani dunia mereka.

Selain itu buku ini juga berteknologi Augmented Reality (AR) yang mana jika gambar yang ada dibuku disorot memakai kamera Smartphone, gambar bisa mengeluarkan suara dan bergerak-gerak. So, diharapkan orangtua lebih bijak dalam memilih bahan bacaan yang berkualitas dan bermutu bagi anak. Terlepas dari itu semua peran orangtua dalam memberikan teladan dan membersamai anak dalam proses pembentukan kebiasaan membaca sangat dibutuhkan.

Continue Reading

inspirasi

Konsep Rezeki Mulus Tanpa Seret

By on Oktober 10, 2017

Alhamdulillah beberapa hari ini baru diberi rezeki sakit sama Yang Maha Pemberi kesehatan. Setidaknya dengan sakit, tubuh bisa beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari dan lebih banyak mengingat-Nya. Beberapa hari sakit, diri ini rindu untuk menulis lagi setelah hampir 4 hari enggak sempat meluangkan waktu untuk sekedar menulis, me-refresing-kan pikiran kembali.

Selama sakit, kegiatan yang paling banyak saya lakukan tentunya beristirahat sambil membaca buku. Dan teringat akan beberapa hal, salah satunya tentang konsep rezeki. Berbicara soal rezeki itu tak sebatas soal uang melulu. Rezeki itu luas, sehat, sakit, sedih, susah, senang, semuanya termasuk rezeki. Musibah dan cobaan juga bagian dari rezeki. Banyak orang pasti sudah paham akan hal ini tentunya.

Dalam Alquran itu sendiri pun telah dijelaskan bahwa rezeki itu segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau perempuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.

Kalau sudah dijelaskan seperti ini, pandangan kita akan rezeki semoga tak sebatas hanya uang belaka. Tapi jujur yang namanya manusia pasti ada rasa was-was mana kala kita tidak punya uang atau dompet lagi menipis. Meski udah dijamin, rasa khawatir itu pasti ada. Persoalannya banyak dari kita yang mungkin sudah merasa berusaha semaksimal mungkin, tapi kok ya masih kurang terus? Masih tetap berhutang dan lain sebagainya yang buat hati tak tenang, hidup pun tak tentram.

Kuncinya semua ini tergantung pada diri kita. Bagaimana kita harus menata hati terlebih dahulu, dalam artian rasa syukur terhadap rezeki yang sudah didapat. Bukankah kalau kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita. menurut saya hal ini memang benar adanya, bukan sebatas teori atau firman Allah semata. Karena saya pun mengalaminya sendiri. Allah juga berfirman bahwa akan mencukupi segala kebutuhan kita. ingat ya… kebutuhan bukan keinginan.

Sebenarnya kalau kita mampu memahami akan hal ini dengan baik, kebutuhan bukan keinginan, ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil. Yaitu tentang kesederhanaan. Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Jika setiap manusia menuruti semua keinginannya maka ya enggak akan ada habisnya. Maka hanya kebutuhanlah yang akan dicukupi oleh sang Maha Pemberi Rezeki.

Kita hanya diwajibkan untuk berikhtiar dan bertawakal. Ikhtiar inilah yang mungkin bisa kita lakukan. Ikhtiar seperti apa agar rezeki kita tak seret dan tak merasa kekurangan? Pertama, kita bisa meniru konsep petani dalam menanam padi. Ibarat kata petani setelah panen, pasti mengambil terlebih dahulu beberapa padi yang bagus untuk dijadikan bibit selanjutnya untuk ditanam, baru kemudian sisanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini juga berlaku sama terhadap rezeki yang kita dapat, misalnya rezeki uang. Kalau kita menginginkan uang yang kita dapat tidak habis begitu saja sebelum waktunya, dan sudah dapat rezeki lagi sebelum kantong habis, bisalah kita meniru konsep pak tani dalam menanam padi ini. Istilah jawanya itu agar rezeki tidak entuk-entek namun entek-entuk (dapat-habis namun habis-dapat).

Jadi setiap kali mendapatkan rezeki, semisal berupa gaji kita bisa mengambil terlebih dahulu beberapa persen dari gaji kita untuk kita sedekahkan. Lakukan hal ini sebelum membelanjakan gaji untuk kebutuhan kita. bukankah petani mengambil beberapa padi untuk dijadikan bibit terlebih dahulu, kemudian ditanam lagi. Jadi sebelum stok padi habis,mereka sudah panen kembali. Konsep seperti ini berlaku pada rezeki yang kita terima.

Selain sedekah, kedua adalah orangtua tentunya. Bakti atau tindak-tanduk kita terhadapat orangtua baik orangtua kandung ataupun mertua. Perlakukan mereka secara baik. Jangan jadikan mereka seperti pembantu. Fenomena yang sering terjadi saat ini adalah banyak pasangan yang bekerja dan menyerahkan anak diasuh oleh orangtuanya atau nenek kakeknya. Mungkin dengan alasan lebih aman dari pada diasuh oleh baby sister. Iya, mungkin hal ini benar adanya. Saya pun mungkin akan melakukan hal yang sama. Tapi, suatu ketika saat saya ikut suami berziarah dalam acara wisata religi yang diadakan oleh sekolahnya, saya diberi wejangan atau nasehat oleh pak supir bus yang saya tumpangi bahwa orangtua itu sudah capek mengasuh kita. sebagai anak kita juga harus mengerti hal itu, meskipun orangtua tak akan pernah mengeluh mengasuh anaknya. Jangan bebani orangtua dengan mengasuh anak kita lagi. bolehlah orangtua menjaga, ikut merawat, bermain sama cucunya, namun jadikan hal itu sebagai perekat hubungan antara cucu dengan nenek kakeknya. Bukan lantas menyerahkan pengasuhan terhadap mereka. Jika dirasa anak kita sudah lama bersama kakek nenek, segeralah ambil mereka kembali, siapa tahu orangtua kita sudah lelah dan butuh istirahat.

Rasanya Jleb kan, ditambah lagi ada semacam petuah atau apa ya namanya, sebut saja sebagai nasehat. Kalau kita memperlakukan orangtua kita layaknya pembantu, maka rezeki yang kita dapat pun seperti pembantu. Konsep rezeki agar tidak seret itu tidak bisa lepas dari marketing bumi dan marketing langit. Marketing bumi ya usaha kita secara nyata dalam bekerja dan marketing langit itu bentuk usaha kita dalam hubungannya merayu Sang Pemberi Rezeki. Orang-orang suka menyebutnya dengan matematika langit. Bentuknya sebagaimana kita berdoa, tahajud, dhuha, bersikap baik kepada kedua orangtua, sedekah, bersyukur, menjaga diri dari perbuatan yang mendatangkan dosa, berbuat baik pada sesama. Hal-hal seperti inilah yang akan membuat rezeki kita jauh dari kata seret. Sebagai penutup, mengutip dari kata-kata mas Ippo Santosa bahwa bukan rezeki kita yang seret namun sedekah kita mungkin yang seret. Bukan rezeki kita yang kurang namun syukur kita yang kurang. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

kesehatan

Sehat dan Cegah Panas Dalam dengan Makan Buah

By on September 21, 2017

Sudah tiga hari ini rasanya badan pada linu-linu. Enggak hanya saya, suami sama anak juga ikutan enggak  enak badan. Cirinya juga sama. Sakit tenggorokan, susah untuk menelan makanan, dan sariawan. Kebanyakan orang menyebut penyakit ini sebagai panas dalam. Namun dalam dunia kedokteran istilah panas dalam ini tidak ada atau salah kaprah. Panas dalam ini sebenarnya bukanlah penyakit, tapi gejala yang timbul dari suatu penyakit.

Mengalami panas dalam atau gejala panas dalam memang tidak mengenakkan. Rasanya panas disekitar tenggorokan sampai ke dada. Memang panas dalam erat kaitannya dengan masalah pencernaan. Ada banyak penyebab kenapa seseorang bisa terkena panas dalam. Mulai dari kekurangan vitamin C, dehidrasi, kelelahan dan kurang istirahat sampai dengan pola makan yang kurang sehat.

Nah jika Bunda mengalami hal seperti ini kemungkinan besar bisa terserang panas dalam. Panas dalam bisa  menyerang siapa saja, tak peduli tua ataupun muda. Biasanya panas dalam ditandai dengan sariawan, susah menelan makanan, nyeri ditenggorokan dan masih banyak ciri lainnya.

Hal apa yang perlu dilakukan, jika memang panas dalam telah menyerang? Tentu mengobati jauh lebih penting, namun yang enggak kalah penting juga adalah mencegah panas dalam datang kembali. Bagaimanapun juga mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati bukan?

Benernya ada banyak cara lho Bun untuk mencegah dan mengobati panas dalam. Saya sendiri secara pribadi lebih suka dengan cara yang alami, meski butuh proses yang agak lama untuk bisa enakan alias sembuh. Jarang sekali beli obat kalau benar-benar dirasa belum membutuhkan. Pasalnya pengalaman dulu, pernah terkena panas dalam itu sampai enggak bisa bicara, karena memang urgent belilah saya obat ke apotik. Emang sih…lansung cepet terasa hasilnya. Langsung cepat enakan, tapi baru sekitar 2 hari kumat lagi, buat menelan makanan dan bicara itu sakit sekali.

Mungkin salah saya juga kenapa enggak periksa langsung saja ke dokter. Dari pengalaman yang sering terkena panas dalam, saya sering mengamati dan sedikit demi sedikit mengerti akan polanya. Dan benar saja apa kata buku-buku kesehatan yang saya baca bahwa panas dalam itu bisa dipengaruhi oleh pola makan dan pola hidup yang tak sehat.

Iya pola makan dan hidup sehat ini sangat berpengaruh sekali. Mengonsumsi makanan pedas, makanan yang terlalu panas dan atau dingin, gorengan secara berlebihan bisa menyebabkan panas dalam. Apalagi jika memang sudah terkena, maka menghindari makanan pedas, terlalu panas atau dingin, dan gorengan wajib dilakukan. Pasalnya kalau tidak, hal ini justru akan memperparah panas dalam yang terjadi. Ujung-ujungnya bisa terkena radang tenggorokan.

Biasanya saya kalau sudah terkena radang ini justru makin susah mengobatinya. Pasalnya setiap kita bicara keras sedikit atau terlalu lama berbicara, maka tenggorokan akan terasa sakit sekali meski sebelumnya sudah agak enakan. Semisal kalau harus mengajar. Haduh…untuk bersuara rasanya susah sekali. Hehehe…

Sekedar berbagi pengalaman saja, biasanya kalau sudah begini saya suka genjot dengan memakan buah-buahan dan sayuran. Tentunya buah yang banyak mengandung vitamin C. Seperti layaknya jeruk, jambu biji, tomat, pisang dan banyak ya macam lainnya. Kalau saya paling suka makan pisang dan jambu bijinya. Selain itu saya imbangi juga dengan mengonsumsi air kelapa muda. Ini bagus sekali untuk memulihkan kondisi tubuh, mengganti ion dan mencegah dehidrasi. Ingatkan salah satu penyebab panas dalam itu bisa kekurangan vitamin C, dehidrasi dan kelelahan. Maka dari itu solusinya bisa dengan memakan buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C, mengonsumsi air kelapa muda sebagai pengganti ion tubuh yang hilang dan tentunya jangan lupa untuk istirahat dengan cukup. Jangan banyak bergadang ya Bun…

Continue Reading

error: Content is protected !!