kuliner

Bunda Harus Tahu ini! Mengolah Daging Agar Tahan Lama dan Tak Merusak Nilai Gizi

By on September 1, 2017

Asssalamualaikum…mumpung bertepatan dengan hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat, 1 September 2017, dan masih suasana Qurban mau coba ikut berbagi tentang dunia perdagingan. Hehe…maksud saya mencoba berbagi tip mengolah daging agar tahan lama dan tak merusak nilai gizinya.

Biasanya kalau pas hari Qurban seperti ini, stok daging di rumah banyak kan Bun? Yang punya anggota keluarga banyak, mungkin sudah habis dilahap, enggak  sampai nyetok. Tapi kalau dapat daging Qurbannya banyak, terus yang makan dikit ya mungkin masih punya stok banyak. Enggak bisa sekali habis waktu itu juga.

Nah, biasanya nih Ibu-ibu suka bingung, gimana sih menyimpan stok daging yang berlebih? Biar awet dan tahan lama. Yang terpenting jangan dikasih obat pengawet ya Bun. Kebanyakan Ibu-ibu asal taruh aja tuh dalam kulkas atau freezer, bener enggak tuh. Ayo jawab…

Yang perlu Bunda ketahui sebelum menyimpan daging itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya kenali terlebih dahulu jenis dagingnya. Termasuk jenis daging kambing, sapi atau kerbau. Beda jenis daging, cara menyimpan dan mengolahnya juga beda. Ada di beberapa tempat yang berqurban dengan kerbau, ada juga yang dengan sapi. Daging kerbau dengan sapi ini bisa dianggap sama dalam penyimpanan ataupun pengolahan. Justru yang berbeda ini pada jenis daging kambing.

Oke, pertama saya akan bahas mengenai hal-hal umum yang dapat dilakukan dalam menyimpan daging agar tahan lama dan tak merusak gizi. Hal umum ini berarti berlaku untuk daging sapi, kerbau ataupun kambing ya.

Pertama, yang perlu Bunda lakukan adalah memisahkan antara daging dengan jeroan (semoga paham dengan  istilah “jeroan” ini ya. Bagian organ dalam hewan. Hati, usus, dan lain sebagainya). Kemudian baru dimasukkan kulkas. Ingat ya Bun, jangan sampai terkena air sama sekali, apalagi dicuci. Oh no…tahan dulu jangan dicuci. Kalau tahapan penyimpanannya sebatas ini, maka daging hanya mampu bertahan 3-5 hari saja.

Kedua, masih seperti cara yang pertama, namun sebelum dimasukkan dalam wadah dan disimpan di kulkas, daging terlebih dahulu dilumuri gula sama garam. Dengan penambahan gula dan garam maka daging akan tahan selama 1 minggu.

Ketiga, jika daging dikeringkan atau diasapi maka daging mampu bertahan selama 1 tahun. Nah sebelum daging dikeringkan, diasapi ataupun disimpan dalam kulkas lebih baik bumbui daging terlebih dahulu dengan bawang putih atau bawang bombai. Senyawa alion yang terdapat pada bawang putih atau bawang bombai ini mengandung anti-mikroba sehingga menghambat bakteri yang dapat merusak daging. Selain itu Bunda juga dapat melumuri daging dengan jahe atau lengkuas. Anti-oksidan yang terdapat pada jahe dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan senyawa fenolik yang terdapat pada lengkuas dapat mengawetkan daging.

Setelah Bunda melumuri daging dengan bumbu di atas ditambah dengan gula dan garam, selanjutnya simpan daging dalam wadah tertutup. Baru kemudian masukkan ke dalam freezer atau kulkas.

Berikut adalah poin penting yang harus Bunda perhatikan agar nilai gizi, protein, dan vitamin yang terkandung di dalam daging tidak rusak.

  • Daging matang tidak boleh disimpan atau dimasukkan dalam freezer sebab daging akan rusak dalam kondisi beku. Ini berkaitan dengan menurunnya proses kimiawi, mikrobilogi, dan biokimia pada daging. Simpan daging pada suhu dibawah 4,4oC karena pada suhu ini bakteri tidak mampu berkembang.
  • Daging kerbau atau sapi tidak boleh disimpan dalam keadaan beku. Suhu penyimpanan yang baik disekitaran -1oC sampai dengan 1o Sedangkan daging kambing justru akan baik jika disimpan dalam keadaan beku berkisar antara -109oC sampai dengan -17oC. Usahakan jangan menyimpan daging sapi atau kerbau di atas  suhu 5oC karena akan mudah terkontaminasi dengan bakteri.
  • Hindari mencuci daging kambing karena akan menimbulkan aroma yang makin menyengat. Istilah jawanya itu aromanya semakin “prengus.” Jika ingin memasaknya dan menghilangkan kotoran yang ada pada daging, tinggal direbus sebentar, kemudian tiriskan.
  • Sebelum menyimpan, potonglah daging menjadi ukuran yang lebih kecil. Agar mudah dalam menyimpan.

Itulah sedikit tip buat Ibu-ibu semoga bermanfaat di hari Qurban ini. Dan tetap sebagai Ibu yang sayang keluarga, dengan menyiapkan makanan yang terbaik dan tentunya yang bergizi untuk setiap anggota. Selamat hari raya Qurban Bunda….

Continue Reading