finansial

Sudah Sakinah Finansial kah keuanganmu? Yuk, Cek Sekarang!

By on Juni 14, 2019

“Kebebasan finansial adalah suatu keadaan di mana seseorang telah berhasil menempatkan harta di tangannya, namun tidak dihatinya.”

(Ali bin Abi Thalib)

Hmmm, kali ini akan sedikit berbicara tentang sakinah finansial ya manteman. Tapi, apa hubungannya ya sakinah finansial dengan kebebasan finansial. Judulnya sakinah finansial kok quote-nya tentang kebebasan finansial. Ngaco apa gimana nih. Hehehehe

Tenang saudara-saudara… kalau kita muslim kan lebih enak bilang sakinah finansial gitu ya. Menurut saya pribadi sih, kalau sakinah finansial justru arti dan maknanya jauh lebih luas daripada kebebasan finansial. Yang namanya sakinah finansial ya berarti  dimudahkan dalam urusan money, membawa keberkahan, dan bermanfaat bagi sesama. Kira-kira keuangan kita udah gitu belum ya. Kalau belum teruskan membaca dan yang sudah merasa sakinah finansial, teruskan saja bacanya. Hehehe nanggung soalnya.

Sebelum ke sakinah finansial, kita akan menyinggung sedikit tentang kebebasan finansial. Kalau menurut teman-teman semua, kebebasan finansial itu yang bagaimana sih? Tulis di kolom komentar ya. Terlepas dari itu semua ada beberapa pendapat tentang hal ini. Sebagaimana menurut  Robert Kiyosaki yang mengatakan bahwa kebebasan finansial adalah suatu kondisi di mana seseorang sudah bisa men-support berbagai kebutuhan dirinya hanya dari passive income. Berbeda dengan Robert Kiyosaki, Suze Orman mengatakan bahwa kebebasan finansial adalah hilangnya kecemasan akan uang untuk selama-lamanya.

Diakui atau tidak, uang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keharmonisan rumah tangga dan kesakinahan sebuah keluarga. Apapun kondisi keuangan kita, kalau sudah mencapai taraf sakinah finansial, maka segala-galanya akan terasa mudah. Bukankah kita sering mendengar semoga menjadi keluarga yang samara. Sakinah, mawaddah dan rahmah sendiri bagi saya, harus diperjuangkan dan terus menerus diperjuangkan. Termasuk dalam hal keuangan. Tanpa proses perjuangan tidak mungkin hal itu akan tercapai dengan sendiri. Sakinah finansial merupakan suatu kondisi di mana kita merasa tenang akan kondisi keuangan kita yang merupakan ciri utama dari sebuah kehidupan keluarga.

Lantas, bagaimana mewujudkan hal ini?

Tentunya ada beberapa rambu yang harus diperhatikan jika kita ingin menuju proses sakinah dalam melaksanakannya. Sakinah finansial ini berdasar pada maqashid syariah atau aturan agama. Di mana keuangan kita mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder. Alhamdulillah jika bisa memenuhi kebutuhan tersier.

Semoga tidak pusing ya bacanya. Jujur saya sendiri pun masih berproses dan belajar prinsip sakinah finansial ini. Aduh Maaakkk….godaan banyak banget. Apalagi musim lebaran kayak gini. Bikin khilaf saja. Pantangan terberat dalam mempraktikkan ilmu sakinah finansial ini adalah melawan hawa nafsu. Bagaimana kita harus bisa mengontrol nafsu kita untuk pengeluaran yang bersifat tidak begitu penting. Mengendalikan diri untuk belanja ini dan itu. Di sini kita dituntut untuk mampu menganalisis dan mengenali mana kebutuhan, mana keinginan. Karena perbedaan diantara keduanya sangatlah tipis. Pada prinsipnya ketika kebutuhan dharuriyat ini sudah tercapai, jika posisi keuangan kita masih surplus boleh lah untuk sesekali memenuhi keinginan atau kebutuhan tersier.

Rambu-rambu untuk mencapai sakinah finansial.

Aturan atau tahapan menjadi sangat penting jika kita ingin sukses dalam mencapai suatu hal. Setidaknya ini untuk mengurangi resiko trial dan eror karena kita sudah memiliki rambu-rambu atau acuan untuk menjalankannya. Begitu juga dalam proses menuju sakinah finansial. Untuk mempermudah prosesnya ada beberapa yang harus diperhatikan. Mungkin lebih tepatnya tahapan untuk menjalankannya.

  • Niat

Nah, ini urgent nih. Kelihatan sepele namun, jika tidak ada niat yang benar segala sesuatunya bakal percuma. Niat ini berkaitan dengan motivasi dalam mencari rezeki yang halal. Niatkan tak hanya bekerja semata untuk cari pundi-pundi rupiah, akan tetapi niatkan untuk beribadah. Dengan demikian apa yang kita usahakan insyaallah berkah.

  • Halal dan baik

Mencari rezeki pun tidak cukup sekadar halal saja, baik juga menjadi syarat lainnya yang harus dipenuhi. Bagaimana pun apa yang kita dapat, kita pakai, kita makan harus baik dan halal agar tidak mengurangi keberkahan rezeki tersebut. So, kita harus berhati-hati dalam mencari dan mempergunakan rezeki yang baik dan halal. Terutama apa yang kita makan karena itu akan menjadi darah daging dalam tubuh.

  • Bekerja keras dan mulailah di pagi hari
sumber gambar : shutterstock

Berdoa pun tak cukup. Kita diwajibkan berdoa dan berikhtiar. Kalau dalam ilmu marketing modern mungkin sekiranya kita menyebutnya sebagai marketing langit dan bumi haruslah seimbang. Dan mulailah di waktu pagi karena waktu ini sangatlah diberkahi. Bisa mendatangkan motivasi dan semangat dalam bekerja.

  • Menyambung dan menjaga silaturrahim

Ini nih yang paling asyiieeek dan saya suka saya suka. Hehehe…silaturrahim. Gampangnya pergi main, entah ke rumah saudara, teman atau kolega bisnis. Kata guru saya, kalau bisnisnya sepi salah satu faktor penyebabnya bisa jadi kita kurang mainnya alias kurang silaturrahim. Artinya apa? Dengan bersilaturrahim berarti kita menambah jaringan baru dan menjaga hubungan baik dengan mereka yang sudah menjadi partner kita. Ini kalau dari pandangan bisnis. Begitu juga halnya dengan menjaga silaturrahim ke sanak keluarga atau saudara dan teman. Secara tidak langsung kita membuat taman rezeki dengan menyambung dan menjaga silaturrahim. Siapa coba yang enggak mau punya taman rezeki? Anda mau kagak? Hehehe. Toh, di agama kita juga disuruh seperti ini, bukan? Sambunglah tali silaturrahim jika ingin dipanjangkan umur dan diluaskan rezeki.

  • Muhasabah dan tobat

Hah, ini dia! Kalau di buku “Rezeki Level 9” karya bang Andre Raditya ini merupakan rezeki level 9. Ho’oh loh ga bo’ong. Di buku dituliskan begitu. Muhasabah dan tobat. Instropeksi diri dan banyak beristigfar, insyaallah rezeki pun akan lancar dan kita mendapat ampunan dari sang Maha Pencipta.

  • Banyak bersyukur

yang ingin jangan sampai lupa ya bu ibu. Banyak-banyakin bersyukur. Udah tahu kan kenapa? Dengan banyak bersyukur maka Allah akan tambah nikmat kita. Sebaliknya jika kita tak bersyukur maka akan kufur nikmat. Bersyukur ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperbaiki kondisi keuangan kita. Tahu-tahu bisa nabung jika sebelumnya pendapatan enggak cukup untuk menabung. Bisa nyicil utang, menjadikan hidup lebih tenang dan inilah salah satu manfaat jika kita banyak bersyukur. Tidak hanya dari segi nominal rupiahnya yang bertambah namun, dari segi kemanfaatannya juga.

  • Menunaikan hak Allah

Terakhir, jangan lupa untuk menunaikan hak Allah. Menunaikan zakat dan mengeluarkan sedekah. Sejatinya apa yang kita dapat dan harta yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Infakkan maka Allah akan tambah. Dalam (QS. Albaqarah [2]: 276) Allah berfirman bahwa “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah.”

Itulah beberapa tahapan awal yang temen-temen bisa lakukan untuk mencapai sakinah finansial. Tahapan selanjutnya adalah bagaimana kita mampu membelanjakan harta kita sesuai kebutuhan atau lebih tepatnya sesuai dengan maqashid syariah. Panduan dasarnya adalah sesuai prinsip kehalalan dan kemaslahatan. Dasari setiap keputusan keuangan dengan pemenuhan kondisi dasar atau primer terlebih dahulu yang harus diutamakan.

Selanjutnya yang berkaitan dengan langkah-langkah praktis tentang sakinah finansial tunggu postingan sekanjutnya ya….dah panjang kayaknya tulisan ini. Hehehe….selamat merabahi diri eh maksudnya instropeksi diri dan mulai perbaiki kondisi keuangan yang dirasa kurang oke. Bismillah menuju perbaikan diri dan semoga proses menuju sakinah finansial dipermudah. Amiin…

Salam,

Roiza

Sumber : buku Sakinah Finansial karya Luqyan Tamanni dan Murniati Mukhlisin.

  

 

 

 

Continue Reading

rupa-rupa

Marhaban Ya Ramadhan: Sarana Terapi Menyehatkan Mental

By on Mei 7, 2019

Alhamdulillah, meski terlambat akhirnya masih bisa nulis juga. Efek keroyokan laptop sama pak suami. Marhaban ya Ramadhan, tulisan pertama di bulan Ramadhan. Terinspirasi dari tulisan temen beberapa waktu yang lalu tentang mental health, rasanya kok pas banget sama dirikuh yang sering dimabuk sama pemikiran rumit yang ada di kepala. Semakin dipikir begini dan begitu malah semakin enggak kelar-kelar. Tidak jadi ngelakuin apa-apa, Cuma jalan ditempat doang. Padahal kalau dipikir gampang ya bakalan gampang and enggak ribet. Hanya butuh disederhanain itu pikiran. Hehehe

Bagi temen-temen ya punya karakter kayak dirikuh, yang suka banget sama yang namanya “ribet” itu, bisa mampir ke tulisannya mbak dian tentang mental health dan akan dibahas tuntas beserta tips-tipsnya. Kalau mbak dian lebih melihat mental health ini dari segi keilmuan, Islam sendiri pun sudah memberi rambu-rambu juga akan hal ini. Hmm, pernah dengar lagu tombo ati yang dinyanyikan opick kan? Membaca Alquran, salat malam, berkumpul dengan orang saleh, berpuasa, dan zikir malam. Sebenarnya kelima cara di atas bisa digunakan sebagai terapi yang menyehatkan mental. Berhubung suasana Ramadhan, puasa dan salat malam sangat efektif untuk mengendalikan diri yang akan berujung pada sikap atau tindakan kita.

Mencoba berserah diri dan mengikhlaskan. Loh, apa hubungannya coba antara orang yang pemikirannya ribet sama berserah diri, ikhlas, ditambah puasa, dan salat malam? Kayak enggak nyambung dan malah bikin bingung saja ya. Hehehe…

Tapi semuanya, suka enggak suka, mau enggak mau ya memang ada hubungannya dan saling berhubungan. Saat pikiran ruwet, ingin mengerjakan ini, mengerjakan itu, tapi keterbatasan waktu dan kemampuan sering membuat saya jadi ngomel-ngomel. Walhasil sering semua mahluk yang ada di rumah bisa kena semprot. Hehehe…jangan ditiru yak, masih belajar mengendalikan ini. Padahal udah di manage tuh. Kalau Bahasa sekarang itu mah udah di manajemin waktu. Diatur waktu dan skala prioritasnya. Tapi tetep aja masih sering meleset. Ya namanya juga masih belajar. Trial and error.  

Sering juga dari diri saya sendiri yang masih terlalu banyak memikirkan segala resikonya, plus minusnya kalau mau mengambil tindakan dan keputusan. Atau kalau tidak terlalu banyak berencana. Akhirnya jadi bingung sendiri dan bikin bad mood. Dan kalau rasa ini sudah melanda, alamat deh susah banget ngembaliin itu mood jadi lebih baik.

Itulah mengapa menurut saya manajemen hati, rasa, hati, pikiran bisa dimulai dari puasa dan salat malam. Di mana ini semua bisa digunakan untuk memperbaiki dan mngendalikan diri yang mana akan berpengaruh pada pola pikir dan pola tindakan.

Dengan puasa kita belajar mengendalikan diri, enggak gampang marah dan tidak mudah dikendalikan emosi. Dengan salat malam kita belajar berpasrah dan mengikhlaskan. Saya sendiri sering diingatkan suami akan hal ini. “Kenapa harus marah-marah kalau target enggak tercapai. Kalau capek ya sudah berhenti kan bisa dikerjakan besuk. Enggak harus perfect kok.”

Harusnya aku bersyukur ya punya suami perhatian seperti ini. Enggak banyak nuntut. Emang dasar akunya yang terbiasa hidup dengan deadline. Padahal juga sering molor terus dari deadline. Rencana dalam angan yang banyak justru sering membawa diri entah kemana enggak jelas. Gagal fokus kali ya. Pada akhirnya malah ga dikerjain semuanya. Tambah berabe kan kalau udah kayak gini.

Kalau kata Pak suami itulah pentingnya bersyukur, ikhlas, dan pasrah. Mulai ditata hati dan niatnya untuk apa. Berusaha mendahulukan skala prioritas, memanajemeni waktu itu penting, berusaha memenuhi target juga penting, menjadi lebih baik apalagi. Namun, jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tugas kita selanjutnya ya berpasrah, bersyukur bisa melakukannya, dan mengikhlaskan beberapa pekerjaan yang belum dikerjakan untuk dilanjutkan keesok harinya, jika memungkinkan. Jangan memperkerjakan rodi diri karena tubuh pun butuh beristirahat.

Dengan terbiasa puasa maupun tahajud pengendalian diri kita akan semakin membaik. Tidak mudah emosi dan ngoyo (jawa). tujuan akhirnya adalah hidup kita akan tenang dan mudah dalam melakukan apapun. Nabi Muhammad SAW sendiri pun menganjurkan umatnya untuk membiasakan tahajud ataupun puasa sunnah. Tentunya hal ini tak lepas dari besarnya manfaat yang akan diperoleh jika kita mau melakukannya. Terlebih lagi sekarang bulan ramadhan di mana seluruh umat Islam melaksanakan kewajiban berpuasa ramadhan.

Begitu pula dengan salat tahajud atau qiyamul lail. Tahajud bisa menjadi sarana terapi untuk menyehatkan mental, menguatkan jiwa, dan sebagai mesin keimanan bagi mereka yang istiqomah menjalankannya. Manfaat lain yang didapat adalah sebagai terapi pengobatan terbaik dari segala macam penyakit. Karena mereka yang melakukannya akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan tak mudah terserang penyakit. Tidak hanya sekedar itu. Ternyata salat tahajud ini menjadi rahasia dan senjata hebat para sahabat

Inilah beberapa keutamaan salat tahajud atau qiyamul lail.

  • Allah akan mengangkat hambanya yang gemar melakukan salat malam ke tempat yang terpuji.
  • Sarana mendekatkan diri pada Allah Swt dan menghapus dosa
  • Dimuliakan oleh Allah.
  • Waktu mustajab dikabulkannya doa
  • Menghapus dan mencegah dosa serta sebagai sarana untuk masuk surga.

Begitu juga halnya dengan puasa. Baik puasa sunnah maupun puasa wajib. Mempunyai keutamaan-keutamaannya sendiri. Nah, bagi yang ingin berlatih sabar dan menambah kesabaran maka berpuasalah. Ibadah puasa dapat dijadikan sebagai perisai dalam mencegah kegalauan hati karena dorongan hawa nafsu.

Beberapa tujuan besar dari ibadah puasa, baik sunah maupun wajib.

  • Puasa menjadi sarana pendidikan manusia agar tetap bertakwa
  • Media pendidikan bagi jiwa untuk bersabar dan tahan terhadap segala penderitaan dalam menempuh dan melaksanakan perintah Allah swt.
  • Menumbuhkan rasa kasih sayang di antara manusia sehingga tercipta empati, saling tolong menolong dan menumbuhkan persaudaraan di antara manusia.
  • Manfaat atau tujuan terbesar adalah menanamkan rasa takwa pada Alah Swt.

Nah loh, banyak banget kan manfaat salat malam dan ibadah puasa. Apalagi di bulan Ramadhan, Allah akan janjikan berlipat-lipat pahala. Dengan melakukannya secara rutin, insyaallah salat malam dan puasa dapat dijadikan tameng untuk menata hati, pikiran, dan tindakan agar lebih baik lagi. Bertambah kesabarannya dan tidak mudah untuk berkeluh kesah. Dan secara otomatis kebiasaan ini akan berdampak pada kesehatan jiea atau mental Anda. Bagaima pemirsah…sudah merutinkan ibadah ini? Bagi yang sudah semoga istiqomah dan berkah. Bagi yang belum semoga dimudahkan untuk menjalankannya. Amiin…

 

Continue Reading

inspirasi

Dijamin! 5 Cara Ini Bakal Bikin Quality Time Bersama Keluarga Makin Berkualitas

By on April 11, 2019

Hih… paling gemes nih kalau pas weekend atau hari libur kerja, suami masih saja masuk kerja. Eh, bukannya malah ber-uang ya. Hihihi…. Enggak lah ya bu ibu. Namanya juga manusia butuh istirahat juga, butuh me time juga. Enggak hanya soal uang melulu..

Kadang memang kenyataan tak sesuai harapan dan enggak bisa dihindari juga ketika ingin punya quality time bersama keluarga harus berbenturan dengan pekerjaan. So, bagi saya yang notabene-nya ibu rumah tangga bisa berkumpul bersama suami dan anak di akhir pekan atau ketika hari libur itu jadi sesuatu bangeeeet…sesuatu yang spesial gitu lah.

Enggak meski pergi liburan, bisa berkumpul saja udah seneng banget. Bisa cerita ini itu secara lansung tanpa alat perantara. Jadi lebih berasa saja kebersamaannya dan makin berkualitas. Intinya enggak harus lama-lama. Melakukan hal-hal kecil bersama keluarga pun menjadi moment tersendiri untuk meningkatkan quality time bersama keluarga.

Bagi bu ibu yang masih bingung mau ngapain aja biar quality time bersama keluarga makin berkualitas, 5 cara ini bisa dijadikan ide atau referensi. Tidak harus mahal, enggak harus ngeluarin banyak ongkos dan yang terpenting ramah dikantong.

  1. Baca buku bareng

“Ya, kok baca buku sih. Kan aye enggak suka baca buku.”  Eh, tunggu dulu…jangan dimakan  mentah-mentah gitu dong. Kalau emang enggak suka baca buku, cobalah belajar untuk suka. Kan awiting tresno jalaran songko kulino (Bahasa Jawa), senang berawal dari kebiasaan. Bisa dimulai dengan hal-hal kecil, semisal baca buku cerita ketika hendak tidur, bercerita bareng, atau bisa juga mengajak anak pergi ke perpusda untuk berkenalan dengan buku dan membacanya. Lebih bermanfaat seperti ini bukan, dari hanya sekadar main game.

  1. Project keluarga

Kegiatan selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan membuat atau merencanakan project keluarga. Project keluarga ini semisal dengan memasak bareng dengan membuat menu-menu yang bisa direquest, kemudian bisa juga dengan kegiatan beberes dan bersih-bersih bersama di rumah. Tuh kan jadi asyik…beberapa pekerjaan ibu jadi terselesaikan. Bertanam pun bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Project ini bisa Bu IBu  diskusikan terlebih dahulu bersama keluarga untuk menentukan kegiatan apa yang akan diambil.

  1. Lakukan apa yang disuka

Nah, selain project keluarga melakukan apa yang disuka atau menekuni hobi pun dapat dijadikan suatu pilihan. Ajak anak-anak untuk mengenalkan hobi dan menanyakan apa hobi mereka. Pada dasarnya libatkan anak-anak dan anggota keluarga lainnya untuk menggali, mengenal hobi, dan membangun komunikasi.

  1. Liburan tipis-tipis

Wuih…ini nih yang paling saya suka. Liburan!!! Meski hanya tipis-tipis atau semi liburan. Kalau saya paling seneng ngajak anak dan ayahnya pergi ke perpustakaan atau kalau enggak ya main ke wahana bermain dekat rumah. Sering juga hanya pergi makan keluar atau kalau enggak silaturrahim ke rumah temen. Sambil cerita ini itu. Hehehe bukan ngegosip ya. Meski terlihat sederhana tapi yakinlah ini akan bermanfaat sekali buat keharmonisan keluarga. Kalau liburan tipis-tipis saja udah oke, apalagi liburan beneran. Wuuiish tambah mantul. Lebih keren lagi kalau Bu Ibu persiapkan segala sesuatunya secara matang. Termasuk urusan menghandle anak. Soalnya namanya anak-anak suka bikin sesuatu tak terduga kalau diajak liburan. Salah satunya tuh ini yang wajib Ibu baca, “ Tips agar anak tak cranky saat liburan.”

  1. Jalan-jalan

Nah kalau yang ini lebih sederhana lagi. Jalan-jalan di sore hari sambil nyari cemilan sana sini. Jujur, saya ini sering melakukan hal ini. Sore-sore keliling desa naik motor sama anak dan suami. Sambil mendiskusikan segala sesuatu yang memang perlu didiskusikan.

Itulah beberapa cara sederhana yang bisa Bu Ibu coba agar quality time bersama keluarga makin berkualitas. Tak perlu banyak biaya dan yang jelas ramah dikantong. Bagaimana, tertarik untuk mencoba atau punya pengalaman lain? Kuy ah, di share…

 

Continue Reading

kesehatan

Waspada Nyeri Sendi Sedini Mungkin! Jangan Salah, Anak-anak Juga Bisa Terkena Lho…

By on Maret 24, 2019

Holla Reader…

Berawal dari sering dicurhatin ibu mertua maupun ibu kandung sendiri yang memang sudah memasuki usia setengah baya tentang keluhan nyeri di kaki, di pinggang, dan di beberapa bagian tubuh lainnya. Jadi terusik juga untuk mencari tahu tentang penyakit ini, yang rata-rata di derita oleh mereka yang sudah memasuki usia lanjut.

Di sini saya bukan ahli karena profesi saya bukan dokter ya. Tapi dari curhatan kedua ibu saya membuat saya mengumpulkan beberapa informasi terkait nyeri sendi ini dan  merangkumnya di sini. Siapa tahu ada yang membutuhkan info terkait hal tersebut, bermanfaat, dan sedikit bisa membantu.

Nyeri sendi pada umumnya yang paling sering dirasakan adalah nyeri sendi pada lutut. Penyakit ini tidak termasuk jenis penyakit yang masuk dalam kondisi darurat. Namun, yang namanya sakit pasti enggak enak di tubuh dan siapa sih yang mau sakit meski itu tergolong ringan. Mending sehat aja ya, kan.

Tapi kalau udah kena nyeri sendi gimana dong ya? Instropeksi diri lah yang jelas. Pola hidup sehat, jaga kesehatan, jaga pola makan. Memang sih dengan bertambahnya usia, tubuh akan rentang terkena penyakit, termasuk nyeri sendi yang sering melanda mereka  berusia lanjut. Tapi jangan salah, anak-anak pun bisa terkena nyeri sendi juga lho.

Sebenarnya apa sih nyeri sendi itu? Dilansir dari aladokter.com, nyeri sendi merupakan rasa sakit yang menyerang bagian tubuh yang mana menghubungkan tulang dengan tulang. Nyeri sendi ini dibagi menjadi 3 tingkatan. Ringan, akut, bahkan kronis. Untuk nyeri sendi ringan masih bisa kok ditangani atau dirawat di rumah. Sedangkan untuk nyeri sendi yang masuk dalam daftar akut dan kronis harus di bawah pemeriksaan dokter atau ke tempat medis untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.

Nah, cucok banget kan sama peribahasa sedia payung sebelum hujan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Deteksi sedini mungkin dan kenali ciri atau penyebab nyeri sendi. Beda sebab beda pula penanganannya daaaannnn beda pula pencegahannya. Hehehe

Pada umumnya sih penyebab nyeri sendi yang banyak dialami oleh mereka berusia lanjut  adalah ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi sel-sel baru secara cepat atau normal sebagaimana mestinya. Istilahnya lambat dalam memproduksi sel-sel baru. Di mana ini akan mengganggu kinerja tulang itu sendiri.

Selain itu masih banyak lagi penyebab nyeri sendi, diantaranya cedera pada ligamen, tulang rawan, tendon, bursa, dan tulang-tulang disekitar sendi. Lebih spesifik lagi penyebab nyeri sendi yang berada pada satu sendi adalah buruknya osteoarthritis, radang pada selaput sendi, rusaknya tulang rawan di bagian belakang tempurung lutut, terjadinya pendarahan di dalam ruang sendi, serta gout atau pseudogout (encok) .Sedangkan penyebab nyeri sendi yang terdapat pada beberapa sendi antara lain, osteoarthristis,radang Sendi, psoriatic arthritis, infeksi virus, penyakit jaringan ikat, dan kanker.

Gejala ketika terkena nyeri sendi

Meski tergolong ke dalam penyakit yang tidak terlalu darurat, nyeri sendi sebaiknya jangan diabaikan. Mengetahui gejala-gejalanya sejak dini akan sangat penting untuk mendeteksi apakah Anda terkena nyeri sendi atau tidak. Pada umumnya gejala nyeri sendi ini ditandai dengan adanya bengkak dan atau kemerahan di daerah sendi, adanya sensasi atau rasa hangat saat disentuh. Untuk nyeri sendi yang agak lumayan akut bisa menyebabkan demam. Penyebab lainnya adalah bisa karena cedera.

Selain mengalami gejala sebagaimana di atas, biasanya mereka yang mengalami nyeri sendi akan merasakan kaku pada bagian yang sakit, kekuatan sendi menurun yang disebabkan mengecilnya otot, dan sendi pun tak leluasa dalam bergerak.

baca juga: Sehat dan Cegah Panas Dalam dengan Makan Buah

Nah, nyeri sendi ini bisa menyerang siapa saja yang memiliki kebiasaan atau pola hidup tak sehat. Ehm..maksud lebih rawan menyerang mereka yang punya kebiasaan merokok, makan tak sehat, kurang beraktivitas fisik, berat badan berlebih (kaum hawa, terutama ibu-ibu mulai hati-hati nih. Hehehe..), dan juga mereka yang sering bertumpu pada satu sendi. Biasanya para atlet yang lebih berpotensi terkena cedera.

Tindakan apa sih yang perlu dilakukan ketika terkena radang sendi?

Yang paling penting dilakukan menurut saya sih dengan cara mengobati. Akan tetapi, dilansir dari situs www.aladokter.com, penanganan terhadap penderita radang sendi itu berbeda-beda. Tergantung dari seberapa berat radang sendi yang dideritanya. Radang sendi biasa, bisa ditangani di rumah dengan cara mengompres bagian yang sakit atau  bisa juga dikasih obat antiinflamasi nonsteroid layaknya ibu profen untuk mengurangi rasa sakit.

Selain dengan obat-obatan, bisa juga dengan fisioterapi, mengurangi berat badan, dan berolahraga secara teratur. Dan apabila radang sendi yang ddiderita cukup parah, kemungkinan besar dokter bisa melakukan tindakan operasi. Jadi penanganannya tergantung dari seberapa berat radang sendi yang di derita.

Bahkan menurut Dr. Fiocco ada 9 cara alami untuk mengobati radang sendi yang masuk dalam kategori ringan. Diantaranya dengan mengosumsi minyak ikan, dengan terapi akupuntur, kunyit, kulit pohon willow, mengosumsi vitamin D, vitamin A, L-Carnitine, vitamin B12, dan pengobatan alami china.

Jadi lebih baik mencegah bukan, dari pada mengobati. Oh iya, yang perlu diperhatikan juga bahwa perempuan lebih beresiko terkena radang sendi dari pada kaum laki-laki. Demikian pula dengan anak-anak. Radang sendi bisa saja mengintai mereka.

Waspada radang sendi pada anak, kenali gejala dan pengobatannya!

Hati-hati ya bun, ternyata radang sendi bisa menyerang anak-anak. Enggak hanya orang dewasa atau mereka yang telah berusia lanjut. Radang sendi yang menyerang anak dikenal dengan istilah juvenile idiopathic arthritis atau rematik pada anak. Biasa menyerang anak-anak di bawah usia16 tahun. Meski enggak banyak terjadi, ada kemungkinan anak dapat terserang penyakit rematik ini.

Adapun penyebabnya belum dapat diketahui secara tepat. Bisa juga terjadi karena kesalahan sistem imun tubuh. Lapisan sendi yang berfungsi sebagai pelumas mengalami kerusakan akibat peradangan. Anak yang mengalami nyeri sendi biasanya menampakkan gejala seperti sendi kaku di pagi hari, sendi mengalami sakit dan bengkak, kulit memerah, demam yang terus menerus, kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik, sering merasa lelah serta mata memerah atau terasa sakit.

Nah, jadi PR orang tua nih untuk lebih peka dan memperhatikan si kecil ketika mengalami gejala sebagaimana yang disebutkan di atas. Rematik pada anak ini belum ada obatnya secara pasti untuk menyembuhkan. Hal yang bisa dilakukan hanyalah memberi pengobatan dengan tujuan menghilangkan nyeri, mencegah kerusakan semakin parah, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kekuatan sendi.

Pengobatan yang bisa dilakukan sama seperti halnya dengan pengobatan radang sendi pada orang dewasa. Bergantung pada seberapa berat nyeri sendi yang di derita. So, lebih berhati-hati, mencegah dengan  pola hidup sehat akan sangat membantu diri kita dan keluarga terhindar dari radang sendi.

Continue Reading

parenting | Uncategorized

Disposable Diaper, Baik dan Aman Kah?

By on Januari 12, 2019

Beberapa hari lalu saya dan suami bergotong-royong membersihkan halaman dan selokan rumah. Maklum, musim penghujan rumput-rumput pada seger dan mongkok tumbuhnya. Sampai-sampai selokan rumah saja dipadati olehnya. Belum lagi urusan sampah plastik yang membuat selokan jadi tersumbat.

Entah kenapa, enggak ada angin enggak ada hujan, terlintas dipikiran karena melihat sampah plastik ini banyak banget, teringat sama disposable diapers atau popok sekali pakai. Gimana cara menangani limbahnya. Orang urusan plastik saja masih bikin riweuh ditambah lagi dengan sampah disposable diaper dan turunan sampah plastik lainnya. Banyak kan ya, yang membuang limbah diaper ini sembarangan, terutama di sungai-sungai.

Baik enggak sih, aman enggak sih, manfaat enggak sih menggunakan disposable diaper?

Balik lagi kalau ditanya soal ini, kembali ke pribadinya masing-masing. Akan tetapi pengetahuan akan hal ini juga penting untuk memberikan feedback positif atau setidaknya tindakan  tepat yang akan diambil terkait disposable diaper ini. Semuanya punya plus minus tersendiri sehingga kita harus mampu mengambil tindakan secara tepat untuk mengurangi mudharatnya. Untuk mengetahui seberapa pentingkah penggunaan disposable diaper ini, yuk simak ulasannya!

Kelebihan memakai disposable diaper.

Allah itu menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya. Tak terkecuali nih, disposable diaper yang ciptaan manusia juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Memang saya akui dan pasti semua ibu-ibu yang pernah menggunakan disposable diaper ke anaknya sepakat kalau menggunakan  diaper ini sangat praktis dan sangat membantu mengurangi beban kerja ibu. Apalagi setelah mereka melahirkan.

Enggak riuweh, praktis, enggak harus bolak-balik ganti popok, mengurangi beban tumpukan cucian dan anak enggak terganggu tidurnya karena mengompol. Ibunya pun bisa tertidur pulas. Hehehe…

Akan tetapi, jangan seneng dulu. Ada lho beberapa anak yang sensitif jika dipakaian disposable diaper. Salah satunya terkena ruam popok. Jadi pastikan dulu anak Anda aman dalam pemakaian popok sekali pakai ini. Salah satu caranya, ya dengan uji coba. Jika dipakaikan diaper ada gejala yang ditimbulkan berarti Anda harus menghentikan pemakaian. Namun, jika dirasa dalam pemakaian tidak ada gejala yang mengkhawatirkan berarti kulit anak mampu menyesuaikan. It is okey jika mau dilanjut. Dengan syarat pahami konsekuensi lain yang akan muncul dan usahakan mampu untuk mengatasi limbahnya.

Urusan limbah ini yang biasanya menjadi momok yang cukup mengerikan bagi kebanyakan orang. Bingung sendiri dan akhirnya malah ikut-ikutan cuek. Jadi kita cuma menambah beban limbah dong ya kalau enggak bisa mengolahnya sendiri.

Kelemahan memakai disposable diaper.

Sebagaimana kelebihan yang telah dipaparkan di atas,   memakai disposable diaper juga mempunyai kelemahan atau kekurangan. Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan akibat memakai popok sekali pakai ini.

  • Menyebabkan Iritasi

Memakai disposable diaper bisa menyebabkan iritasi kulit pada anak. Bisa  juga menyebabkan ruam popok pada bayi. Memang tidak semua balita yang menggunakan diaper akan mengalami hal yang sama. Ada yang berkulit sensitif ada juga yang tidak. Jadi keputusan mengunakan diaper ini tergantung kepada orang tua dengan berbagai pertimbangan.

  • Menambah Anggaran

Disadari atau tidak, memakai disposable diaper akan menambah beban anggaran keuangan belanja. Entah itu harian ataupun bulanan. Bayangkan saja berapa dana yang akan dikeluarkan untuk membeli popok sekali pakai ini. Jika setidaknya setiap hari anak memakai 2 kali diaper dengan anggaran 5000 per hari, bisa dihitung berapa biaya yang dikeluarkan dalam setahun.

  • Menambah Limbah Rumah Tangga

Dampak lain dari memakai disposable diaper ini adalah limbah yang dihasilkan. Banyak orang tua membuang begitu saja diaper yang sudah tidak digunakan langsung ke sungai atau tempat sampah tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Apalagi di pedesaan banyak yang membuang limbah diaper ini ke kebonan (tanah kosong yang tidak diproduktifkan) atau membakarnya begitu saja.

  • Merusak Lingkungan

Pengolahan limbah apapun yang tidak tepat akan merusak lingkungan. Termasuk limbah popok sekali pakai. Banyak yang dibuang begitu saja tanpa tahu bagaimana mengolahnya. Untuk itulah penting sekiranya para orang tua mengetahui bagaimana cara tepat untuk mengolah limbah diaper ini. Kita yang menggunakan kita juga yang harus bertanggung jawab dengan hasil limbah yang ditimbulkannya.

Tips mengolah limbah disposable diaper agar aman dan tidak merusak lingkungan

Disposable diaper merupakan limbah turunan dari plastik yang mana semua orang tahu bahwa sampah jenis ini belum menemukan solusi tepat guna untuk mengolahnya. Butuh waktu di atas 100 tahun untuk menguraikan sampah disposable diaper ini secara sempurna. Untuk itu dibutuhkan cara yang tepat dan efektif dalam memberdayakan limbah ini. Membakar belum menjadi solusi yang handal untuk menyelesaikan masalah limbah diaper. Berikut ini beberapa cara yang bisa diadopsi atau dicontoh untuk mengolah limbah diaper.

  • Menjadikannya sebagai Media Tanam

Menurut para ahli pertanian, bahan yang ada di dalam diaper sangat bagus digunakan sebagai media tanam karena bisa mengikat air. Salah satu caranya dengan membersihkan kotoran yang ada di dalam diaper terlebih dahulu. Baru kemudian buang kulit luar diaper yang berupa plastik dan ambil bagian dalam yang akan digunakan. Taruh bagian dalam diaper dalam wadah pot atau polibag baru kemudian diberi media tanah di atasnya. Setelah beberapa hari media tanam dari diaper pun sudah dapat digunakan.

 

  • Mengolahnya menjadi Pupuk dan di Daur Ulang

Selain menjadikannya sebagai media tanam, limbah diaper pun dapat diolah menjadi pupuk dan barang bernilai jual tinggi. Sebagaimana di atas, limbah diaper yang sudah bersih dari kotoran di potong-potong kecil kemudian dimasukkan ke dalam wadah untuk dipanaskan. Air yang dihasilkan dari proses tersebut dapat digunakan sebagai pupuk dan limbah bahan diaper dapat digunakan sebagai campuran dalam membuat batu bata sebagai bahan dasar membuat bangunan. Hasilnya pun cukup bagus dan kuat untuk membuat dasar bangunan.

  • Melarutkan dalam Air

Cara ini termasuk yang paling mudah. Namun, menurut saya belum seefektif dengan dua cara di atas. Pasalnya melarutkan limbah diaper dalam air dan memasukkannya ke septitank bukanlah cara yang cukup bagus. Takutnya terjadi penyumbatan dengan sifatnya yang menyerap air.

Selain ketiga hal di atas, kita sebagai perempuan dan ibu juga bisa ikut andil dalam mengurangi penggunaan disposable diaper ini. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan cloth diaper atau popok yang bisa dicuci, tidak sekali pakai. Sekarang ini sudah banyak sekali produsen cloth diaper yang menyedikan popok dengan kualitas baik agar nyaman buat anak dan batita.

Tentunya hal ini diprakarsai oleh adanya penggunaan disposable diaper yang kurang ramah terhadap lingkungan. Mungkin memang tak sepraktis disposable diaper. Namun, menurut saya penggunaan cloth diaper merupakan secercah harapan untuk mengurangi limbah dari popok sekali pakai. Masa’ kita engak mau sih menjaga linkungan kita. Hal terkecil yang bisa kita lakukan sebagai seorang ibu dengan menjaga sebaik-baiknya amanah yang telah disematkan pada diri kita sebagai khalifah di bumi oleh Allah swt.

Continue Reading

inspirasi

Pesantren Almawaddah: Konsep Pesantren Berbasis Kewirausahaan

By on Oktober 5, 2018

Holla readers, lama nih udah enggak bersua di blog. Doakan semoga makin istiqomah dan konsisten ya untuk berbagi di sini. Meski tak seberapa, semoga bermanfaat sebagai mana motto hidup saya “menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama walaupun cuma satu orang.

Sedikit cerita, oleh-oleh dari kegiatan outbond anak  beberapa waktu lalu di pesantren Almawadah. Ini merupakan kegiatan outbound anak saya di paud. Ih, apa menariknya kegiatan anak paud. Paling ya cuma main-main gitu. Iya, betul kegiatannya memang sederhana, layaknya kegiatan outbond untuk anak paud lainnya. Tapi jangan salah, ada satu konsep  menarik yang dibangun sang pemilik di area outbond mereka. Saya lebih suka menyebut tempat ini dengan sebutan pesantren Almawaddah karena area outbond ini memang terletak di sana.

Pertama kali memasuki pesantren ini, saya langsung berpikir, “Ah, besuk Una (anak saya) mau saya pondokin di sini.” enggak tahu kenapa tiba-tiba saya merasa cocok banget dengan pesantren ini. Nah, untuk melampiaskan keingintahuan dan kekepoan, saya bertanya pada salah satu santri. “Mbak, yang mondok atau nyantri di sini mulai usia berapa?”

“Usia anak kuliahan, Bu.” Jawabnya singkat. Saya agak terkejut dengan jawaban si Mbak.

“Loh, kenapa? Emang enggak ada untuk anak kecil usia setelah lulus SD ya, Mbak?” Tanyaku balik.

“Enggak bu. Di pesantren ini dikhususkan untuk mereka yang usia kuliahan. Diharapkan dengan rentang usia itu, anak akan dibimbing untuk belajar mandiri dan mampu menghidupi diri mereka sendiri.” Jelas salah satu mbak santri.

“Bagus!” Pikirku dalam hati. Tapi sayang una belum bisa ikutan dan bergabung dengan santri ponpes ini. Ya iya lah ya, orang anakku masih paud. Hehehe.. tapi setidaknya bisa jadi sumber referensi lah untuk sarana pendidikan anak.

konsep outbound anak

Menurut saya pribadi konsep yang diusung pesantren ini cukup unik dan berbeda dengan pesantren-pesantren lainnya. Kalau kebanyakan pesantren dan sekolah swasta di desa masih mengandalkan biaya dari wali murid atau wali santri, lain halnya dengan pesantren yang satu ini.

Pesantren Al-Mawaddah yang terletak di desa Honggosoco, Jekula kabupaten kudus ini merupakan pesantren mandiri yang berbasis kewirausahaan. Pendirinya sendiri, bapak KH. Sofiyan Hadi, Lc. MA dan ibu Hj. Khadijah telah berhasil mengembangkan tiga aspek penting yaitu intelektual spiritualitas, enterpreneur, dan leadership di dalam pesantrennya.  Jadi para santri  tak hanya dididik dalam rangka intelektual spriritualitasnya saja akan tetapi juga dilatih dalam hal kepemimpinan dan kewirausahaan. Sehingga mereka mandiri dalam mengurus kebutuhan diri dan memenuhi biaya hidup mereka sendiri.

foto bareng ibu Hj. Khadijah

Konsep yang diusung pesantren yang satu ini adalah argo dan eduwisata untuk mengembangkan potensi daerah dan masyarakat sekitar, serta para santri pada khususnya. Mereka membudidayakan lele, padi, pohon ketela, kebun buah naga, dan kebun sayur hidroponik. Sedangkan untuk eduwisata, mereka menyediakan fasilitas outbound. Ada flying fox khusus anak, area pra karya, area taman, dan ada juga area fish spa. Cocok untuk orang tua sambil menunggu anak bermain di area outbound bersama kakak-kakak pendamping.

bermain tangkap ikan

Untuk hasil pertanian seperti ketela pohon akan diolah menjadi tepung mocaf atau keripik telo yang dipasarkan di daerah sekitar kudus. Buah naga diolah menjadi sirup dan keripik. Selain itu saya juga melihat ada beberapa mainan tradisional yang dijajankan di sana. Kemungkinan besar adalah hasil karya para santri setempat.

Ada satu yang menarik perhatian saya. Ketika anak-anak digiring untuk mengikuti kegiatan outbound, kami  para orang tua diminta untuk meninggalkan sang anak dan berkumpul di aula pesantren. Oh, ternyata tak hanya anak yang diajak bermain sambil belajar. Kami, orang tua pun demikian adanya. Kami diajak untuk mengikuti kelas parenting. Ide bagus dan kegiatannya oke. Enggak hanya anak saja yang dapat ilmu, orang tua pun mendapatkannya juga.

melukis celengan

Selain kegiatan edukatifnya kala itu adalah anak diminta untuk melukis celengan yang terbuat dari tanah. Dengan kreasi mereka sendiri dan setelah jadi boleh dibawa pulang. Alhamdulillah, anak diajari menabung dan mengelola keuangannya sendiri dengan konsep yang sederhana.

Hmmm, saya jadi iri. Semoga kelak saya punya sanggar belajar yang punya konsep demikian adanya. Aamiin…

Continue Reading

parenting

Di Sini Ku Belajar Komunikasi Produktif

By on September 27, 2018

Beberapa hari lalu kami sekeluarga sempat mengikuti wisata edukatif bersama sanggar sains di Kudus. Agendanya adalah melihat-lihat ke peternakan sapi perah sebagai edukasi untuk anak dan membuat terrarium untuk  orang tua yang mendampingi. Sama dengan kegiatan edukasi lainnya,  kami diajak melihat tempat pembuatan biogas yang memanfaatkan kotoran sapi. Selain itu kami juga memberi makan  dan memerah susu sapi secara langsung. Tentunya hal ini tak lepas dari pendampingan.

Ada satu hal yang menarik perhatianku dalam kegiatan ini. Peserta acara wisata edukasi melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. Sekilas mereka nampak biasa, tapi kebanyakan  adalah anak autis dan keterbelakangan mental. Ada yang jelas terlihat dari fisiknya, ada juga yang tidak. Layaknya anak normal sebagaimana mestinya.

Di sinilah moment yang kurasa tepat untuk menjelaskan dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada pada anak. Mengenalkan sifat simpati, empati, dan syukur pada anak. Bersyukur karena telah diberi fisik yang sempurna sama Allah, dijadikan sosok pribadi yang sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menghargai mereka secara utuh tanpa harus merendahkan diri orang lain.

Di sini pula aku mendapatkan moment yang pas dan alami untuk melakukan tantangan bunsay tentang komunikasi produktif pada anak, khususnya dalam ranah pengendalian emosi. Jangan kira hal ini gampang. Mengajarkan pengelolaan emosi pada anak tak semudah yang dibayangkan. Kita saja yang notabene sudah dewasa dan berstatus orang tua saja masih kesulitan mengelola emosi, apalagi anak-anak.

Kebetulan di tempat pemerahan sapi kemarin, terdapat bazar mainan anak. Sontak saja anakku, Una langsung merengek minta dibelikan mainan. Awalnya satu dua, masih bisa  menahan. Akan tetapi, lama kelamaan rengekan itu semakin keras dan tak mampu lagi ditahan. Menghadapi anak yang merengek sambil menangis dihadapan banyak orang tentu menjadi tantangan tersendiri.

Malu? Iya, karena ini sikap alami yang muncul dan manusiawi. Namun, sebagai Ibu aku hanya ingin berbuat yang terbaik untuknya. Mencoba menenangkan dan mengalihkan perhatiannya pada mainan tersebut. Ku ajak Ia menjauh dari lingkungan dan mengalihkannya untuk memberi makan sapi. Mendengarkan penjelasan dari sang pemandu. Oh gini loh cara memberi sapi makan, cara sapi makan, dan jenis makanan sapi. Saat itu sapi lagi diberi makan kulit jagung mentah.

Memang sih tak lantas membuatnya menangis dan meminta mainan. Tetapi setidaknya bisa mengalihkan perhatiannya dari mainan tersebut. Berkali-kali ku bujuk dan mengajaknya bermain. Menemaniku membuat terrarium, bermain game dengan anak-anak disabilitas, dan minum susu menjadi rongga tersendiri buat dia untuk sedikit melupakan dari meminta mainan.

Akhirnya gimana? Ya tetap saja. Tiap permainan selesai, dia ingat lagi tuh sama keinginannya. Hingga dipenghujung acara, tetap meminta dibelikan mainan. Sebenarnya tak mengapa dia meminta mainan. Namun, kami berusaha untuk menanamkan pada anak kalau ingin membeli barang yang bener-bener tidak urgent, ya harus menabung terlebih dahulu. Semacam ingin membeli mainan.

Akhirnya setelah acara selesai, aku mengajaknya pulang. Meski masih meninggalkan rengekan dan diperjalanan justru semakin keras, hehehe. Kali ini ditambah dengan ngedumel. Tak apalah karena ini bagian dari proses. Aku berusaha menerima kemarahannya, kekecewaannya sambil ku peluk dan mengusap kepalanya. Lama kelamaan ia kelihatan mengantuk dan aku pun terus mengusap kepalanya. Meminta maaf dan berusaha menjelaskan kenapa tidak langsung memberikannya mainan. Dalam kondisi otaknya yang alpha ku selingi dengan nasihat-nasihat dan akhirnya tertidur.

Continue Reading

buku

Inner Child: Ma, Aku Ingin Bicara

By on September 5, 2018

Bismillahirrahmanirrahim…

Rasanya aku tak ingin membagi, inginku pendam sendiri. Demi Allah ini aku tulis bukan untuk menyakiti apalagi mencari empati. Akan tetapi, untuk penyembuhan diri. Meski jari ini terasa sangat berat  menekan setiap huruf untuk merangkai kata, tapi tulus dari hati, ini surat cintaku untukmu, Ma. Bantu aku untuk sembuh dan bantu aku untuk mendidik cucumu lebih baik.

Jujur Ma, aku tak pernah menyangka akan terjadi seperti ini. Dan jujur tak pernah membayangkan sebelumnya dalam benak ini. Layaknya seorang pengantin baru pada umumnya, mungkin hanya rasa bahagia yang menyelimuti. Karena impian untuk bersatu dengan sang pujaan hati terlaksana tanpa mengerti seluk beluk kehidupan rumah tangga selanjutnya. Bagi Mama, mungki aku ini tak seperti ekspektasi yang Mama angankan. Jauh dari ekspektasi yang Mama harapkan yang tak memiliki anak perempuan dan akan memiliki anak menantu perempuan.

Ma, aku bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga besar Mama, keluarga besar anak lelakimu yang sekarang yang menjadi imamku. Tapi Ma, aku tak mengerti kenapa aku merasakan suasana dingin dari Mama dan saudara-saudara perempuan Mama. Aku hanya melihat wajah yang garang, yang menunjukkan tak kesukaan. Sikap yang dingin yang tak bisa aku tebak. Tak sedikit pun bicara padaku, tak sedikit pun memarahiku. Sayup-sayup kecil justru terdengar dari saudara-saudara perempuanmu dan orang lain.

Ma, aku ingin sekali bisa bicara denganmu, bisa mengobrol denganmu. Marahi aku jika mama marah padaku. Ingatkan aku jika aku salah, Ma. Beri tahu aku jika aku tak tahu. Mama diamkan aku tanpa aku tahu letak kesalahanku.

Jujur Ma, aku kecewa, akan perlakuan Mama. Aku sakit hati atas ucapan-ucapan Mama yang merendahkan keluargaku. Perlakuan, ucapan Mama, dan saudara-saudara perempuan Mama terhadap keluargaku sungguh menyakitiku dan kedua orang tuaku.  Aku sadar aku berasal dari keluarga yang tak punya dan bukan siapa-siapa. Perlakuanmu terhadap keluargaku di hari aqiqah cucumu sungguh membuat hatiku terluka dan pudarnya kepercayaan jika Mama kelak ikut mengasuhnya.

Ma, aku tak ingin dianggap lebih. Aku hanya ingin diperlakukan sebagai anak dan aku ingin berusaha jadi anak Mama. Aku butuh proses, jika aku tak seperti ekspektasi Mama. Aku mungkin tak bisa merubah sikap Mama ke aku. Aku hanya bisa berdoa semoga kelak sikap Mama ke aku bisa berubah.

Terima kasih dan sangat bersyukur atas karunia Allah yang telah memberikan sosok suami yang sangat pengertian dengan segala kelebihan dan kekurangannya  dalam mendampingi diri. Tanpa harus berat sebelah membelaku atau membela sang Ibunda tercinta. Sosok peneduh hati, tempatku berkeluh kesah sesama manusia. Hanya berharap dan berdoa semoga kelak Mama bisa menerimaku apa adanya.

Dan akhir-akhir ini aku tahu bahwa tidak semua kesalahan dari Mama, atas perlakuannya terhadapku. Mungkin sikapku pun turut memberikan andil, kenapa Mama bersikap demikian. Iya, aku yang tak tahu, aku yang bodoh ilmu. Aku hanya memandang dari sudut pandangku, begitu juga dengan Mama yang memperlakukannku hanya dari sudut pandangnya. Aku yang lebih muda, yang baru, harusnya lebih mengerti.

Terima kasih karena Allah sudah menjawab doaku. Mempertemukanku dengan sosok septi peni wulandani sehingga aku bisa ngangsu kawruh ilmu lebih lagi. Mengajariku bagaimana bersikap dan bertutur pada sang Mama mertua. Pemikiran-pemikiran beliau mengubah sudut pandangku dari sudut pandang Mama. Sehingga aku lebih bisa memahami pola pikir Mama.

Rasanya lega dan ringan sekali hati ini. Entah kenapa sikap Mama  sedikit demi sedkit mulai berubah. Mulai mengajakku mengobrol, sudah mau bercerita sana-sini. Sudah mau menyuruh  ini itu. Rasanya diri ini bisa berguna buat Mama itu sungguh sangat membahagiakan. Bisa membantu dan dianggap sebagai anak itu sudah cukup membuat hati ini bahagia.

Ya Allah terima kasih Engkau kabulkan doa-doaku. Aku sadar aku telah kecewa akan sikap Mama dan aku ikhlaskan. Aku sadar bahwa selama ini aku hanya ingin diperlakukan sebagai anak bukan orang asing yang masuk ke dalam keluarganya.

Ya Allah, jagalah keempat orang tuaku,

kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku

ampuni dosa mereka dan lapangkan rezeki mereka.

Ya Allah, jagalah keluarga kecilku

Taburilah dengan bunga keberkahan

Hiasi pernikahan kami dengan rahmah dan mawaddah

Giring kami menuju JannahMU.

Aamiin.

Continue Reading

inspirasi

The Ramadhan Project untuk Ramadhan Terakhirku

By on Mei 17, 2018

“Marhaban ya ramadhan, marhaban ya ramadhan. Setiap ramadhan yang datang padaku adalah ramadhan terakhir.”

(Roikhatuz Zahro)

Pelecut diri! Kalimat itu selalu tertanam dibenakku dan menjadi mood booster ketika ramadhan datang. Bagiku setiap ramadhan adalah ramadhan terakhir. Karena aku sendiri tak tahu sampai kapan aku bisa menginjakkan kaki di dunia ini. Setidaknya “Ning dunyo mung mampir sedelok” menjadi  wejangan yang paling kuingat baik suka maupun duka ketika melanda. Sebagai “Tombo ati” untuk selalu bersyukur atas nikmatnya.

Ramadhan kali ini agaknya sedikit berbeda karena disambut dengan berbagai kerusuhan yang melanda negeri. Turut berduka atas tragedi bom yang menimpa saudara di surabaya dan sidoarjo. semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Terlepas dari segala asumsi tentang Islam, bagiku menjadi muslimah adalah anugerah dan nikmat tersendiri. Beriman dan menjalani rukun Islam berpuasa di bulan ramadhan yang penuh rahmat.

Berbagi, berserah, dan meningkatkan kapasitas diri merupakan arti ramadhan kali ini. Menjadi tujuan dan goal setting dalam ramadhan project yang telah aku susun. Setidaknya dengan membuat ramadhan project, dalam menjalani ibadah puasa akan lebih terarah dan mempunyai tujuan yang jelas untuk dicapai. Hal seperti inilah yang juga aku lakukan di tahun-tahun sebelumnya.

 

Jika dulu hanya mentarget khatam 30 juzz dalam satu bulan, maka ramadhan project kali ini berbeda. Tentu ada banyak hal yang ingin dicapai demi meningkatkan kapasitas diri. Salah satunya punya target khatam 30 juzz dalam 15 hari, membiasakan tahajud penuh selama ramadhan, odop, dan minum air putih minimal 2 liter sehari, heheheh…mungkin kedengarannya gimana gitu ya. tapi itulah ramadhan project-ku yang gue banget.

Nah, kamu pun bisa mencobanya dengan versimu sendiri sesuai dengan kepentingan. Jadi kalau ditanya misal neh, jika ramadhan ini ramadhan terakhir, apa yang akan kamu lakukan? Ya, biasa saja. Karena setiap ramadhan yang datang ya ramadhan terakhir. Yang jelas bagaimana kita mampu memanfaatkan ramadhan yang datang dengan sebaik-baiknya. Istilah kerennya berlomba-lomba dalam mencari kebaikan. Kalau bisa sih enggak hanya di bulan ramadhan saja. Hanya saja kapasitasnya ditambah di bulan yang penuh berkah ini.

So, buatlah ramadhan project yang loe banget dan gue banget. Ini juga bisa diterapkan untuk anak-anak dalam berlatih berpuasa. Pada intinya ramadhan project dibuat untuk mengubah diri kita ke arah yang lebih baik. Semisal neh aku memasukkan pembiasaan tahajud, one day one post, dan minum air putih minimal 2 liter, tak lain karena ada tujuan dibalik itu semua yang ingin kucapai.

Pertama, one day one post, bertujuan untuk melatih konsistensi dalam menulis dan goal jangka panjangnya adalah memperoleh kebiasaan menulis tanpa beban. Banyak komunitas yang menyelenggarakan odop ini. Bergabung dengan komunitas seperti ini akan menjaga semangat kita untuk mendapatkan dan mencapai kebiasaan baru itu. Syukur-syukur bisa mempertahankannya ya, sebab meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan. Hehehe

Kedua, minum air putih sebanyak 2 liter sehari. Kelihatan sepele dan gampang ya, wong tiap hari juga kita minum air putih. Iya, gampang itu buat kamu dan susah buat aku yang sering lupa untuk minum. Sebenarnya membiasakan minum air putih bertujuan untuk menjaga kesehatan. Karena kata bang Ippo Santoso dalam bukunya “Percepatan rezeki” air ini merupakan rahasia terbesar dalam menjaga kesehatan. Kenapa oh kenapa?

Karena pada dasarnya tubuh manusia itu terdiri dari komposisi air yang jauh lebih besar. Dan partikel air mampu membentuk kristal yang begitu indah tatkala ditaburi dengan syukur dan cinta. Dan jika kamu ingin sehat, cepat sembuh maka perbanyaklah bersyukur. Bersyukur atas kesehatan yang telah diberi dan jangan lupa tetap berdoa meminta kesembuhan.

Ingatkan sabda Nabi Muhammad Saw bahwa sebaik-baiknya air adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat obat bagi yang sakit dan makanan bagi yang lapar. Kalau tak punya air zam-zam bisa menggunakan air putih biasa dengan dibacakan basmallah dan alfatihah.

Ketiga, membiasakan tahajud. Ini merupakan rahasia besar pertama untuk sehat. Ingin sehat? Rutinkan tahajud. Bagaimana cara kerja salat tahajud kok bisa menyehatkan? Hmmm…masih bersumber dalam bukunya Ippo Santoso “Percepatan Rezeki” dikatakan bahwa salat tahajud dapat menstabilkan hormon melatonin. Saat matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan menghasilkan hormon melatonin dalam jumlah besar. Puncaknya pada pukul 02.00-03.00 dini hari. That’s tahajud time!

 Nah, salat tahajud dapat menstabilkan hormon melatonin sehingga membantu terbentuknya sisem kekebalan tubuh, membatasi pemicu-pemicu tumor seperti esterogen, dan menghasilkan turunan asam amino trytophan, salah satu penyusun protein.

baca juga: sudahkah pekerjaan Anda membawa berkah

Selain itu salat tahajud juga membantu ketahanan tubuh, mengurangi nyeri pada pasien pengidap kanker, dan mengendalikan hormon kortisol sehingga mengurangi stress. Banyak kan manfaat salat tahajud. Itulah alasan aku mengapa shalat tahajud menjadi salah satu my ramadhan project.

Terus bagaimana dengan ramadhan project versimu? Dah buat belum? Hmm…kalau masih bingung menentukan ramadhan project, di luar sana banyak kok yang mengadakan. Kamu bisa ikutan ramadhan project yang mereka buat dan memodifikasinya dalam versimu. Sekian semoga bermanfaat.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam postingan tematik blogger muslimah indonesia

#PostinganTematik #PosTemSpesialRamadan #bloggermuslimahindonesia

 

Continue Reading

parenting

Mendidik Sesuai Fitrah: Sudahkah Bunda Lakukan?

By on Mei 10, 2018

 

“Pengetahuan bukan untuk dikuasai, ia ibarat cahaya yang berpendar-pendar dalam ruang yang gelap di mana kita hanya bisa melangkah dalam bayangan pendar-pendar itu menuju kesejatian diri kita. learning is  not for learning, but learning is for being. Pendidikan juga bukan untuk melahirkan human thinking dan human doing, tetapi human being atau manusia seutuhnya (insan kamil), yang semua aspek fitrahnya tumbuh paripurna sehingga menjadi peran-peran peradaban terbaik yang menebar manfaat dan rahmat bagi semesta.”

(Ustadz Harry Santoso)

Setidaknya apa yang disampaikan ustadz Harry Santoso  di atas begitu menohok relung hati saya. Mulai berpikir kembali tentang urusan mendidik anak.  Susah kah mendidik anak? Hmm, tidak juga. lebih tepatnya susah-susah gampang. Seni mendidik anak inilah yang perlu orang tua kuasai. Salah satunya mendidik sesuai fitrah anak.

Mendidik sesuai fitrah itu bagaimana? Pertanyaan itulah yang terbesit dalam pikiran saya kala itu. Fitrah ini merupakan suatu anugerah yang sudah terinstal dalam diri manusia yang diberikan oleh Tuhan bahkan ketika masih berada di dalam kandungan. Sebagai contoh seorang anak yang akan belajar tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan kemudian berlari. Bahkan bayi yang baru terlahir pun langsung dapat menyusu sang ibu tanpa harus diberitahu caranya. Inilah yang disebut fitrah.

Fitrah anak perempuan yang bermain boneka, mengenakan baju wanita, menyukai mainan masak-masakan. Begitu pula halnya dengan anak laki-laki yang hobi beli mainan mobil-mobilan dan sebagaimana mestinya. Kurang lebihnya seperti itulah saya memaknainya.

Sedangkan menurut wikipedia fitrah adalah sesuatu yang netral pada jiwa dan tidak terikat serta terpasung oleh keinginan dan keperluan duniawi dan berlapang dada serta jiwa yang tentram dan tenang. fitrah hanya punya satu tujuan yaitu selalu ingin kembali kepada Tuhan Penciptanya. Jiwa yang tidak terikat oleh harta benda duniawi dan yang meninggalkan penyakit jiwa (Iri, dengki, kecemburuan sosial, hasut, sombong, ria, dan pelit).

Sejatinya dalam setiap diri anak mempunyai fitrah termasuk fitrah belajar. Namun, terkadang kita lupa dan lalai dalam mendidik sehingga mematikan fitrah belajar anak. Perlu dipahami bahwa ada beberapa kebiasaan di masyarakat kita yang justru mengubur fitrah belajar anak. Padahal sejatinya tidak ada anak yang tak punya fitrah belajar. Semua anak adalah pembelajar yang ulung dan kreatif, limited edition dan mereka mempunyai keunikan tersendiri dalam belajar.

Hal apa saja yang mengubur gairah dan hasrat belajar anak?

Wuiih…jangan tanya, banyak banget. Salah satunya terlalu protect sama anak. Lah kok bisa? Ya bisa saja. Simak yuk pemaparannya.

  • Terlalu menyetir proses belajar.

Setiap orang tua tentunya menginginkan segala sesuatu yang terbaik bagi buah hati. Namun, terkadang saking menginginkan hal itu orang tua jadi protect dan terlalu menyetir proses belajar anak tanpa mengindahkan keinginannya. Kita sebagai orang tua, harus memahami bahwa anak mempunyai gaya belajar tersendiri, punya minat yang membuatnya berbinar-binar, dan tentunya bakat.

Jadi teringat akan perkataan Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anakmu sesuai zamannya.” Boleh saja kita memiliki raga anak, tapi jiwa anak adalah milik zamannya. Efek dari cara mendidik yang terlalu menyetir ini akan melumpuhkan daya kreatifitas anak.

  • Pendidik terlalu Memanjakan

Fenomena ini sering saya temui, entah pada orang tua, guru, dan tentor belajar. Meski tidak semuanya namun, pendidik yang notabene-nya pendamping belajar beralih fungsi sebagai penjawab soal. Anak sering belajar kelompok bareng atau mengikuti bimbel sekadar untuk mendapat jawaban soal tanpa mau berpikir bagaimana cara mengerjakan soal tersebut.

Ditambah lagi arus budaya yang telah menggiring pendidik pada pola pikir instan. Menyarikan setiap materi yang ada, sehingga kemampuan anak untuk menemukan inti sari atau ide yang terkandung di dalamnya kurang terasah.

  • Buku pelajaran yang bikin gagal fokus

Konsep penyajian buku yang kering, kurang mampu untuk menggugah ide kreatif anak. Sekadar dumbed down atau picisan. Anak pun lebih tertarik membaca buku jenis lain dan malas untuk membaca buku pelajaran (text book).

  • Senjata kompetisi dan rasa takut berlebih

Tak jarang lho, pendidik dan orang tua menggunakan senjata ini. Kompetisi, di satu sisi memang bagus untuk meningkatkan dan memacu anak untuk lebih giat dan berprestasi. Namun, ada kalanya dalam kondisi tertentu anak bisa menjadi tertekan dan takut. Lupa mengerjakan tugas atau tidak mengerjakan tugas, anak langsung heboh, menangis, dan ketakutan sendiri. Ada lho tipikal anak seperti ini.

Metode mendidik sesuai fitrah anak yang patut dicoba.

Kalau kita sudah bisa memahami faktor apa saja yang bisa mengubur fitrah belajar anak, maka cara mendidik atau metode mendidik sesuai fitrah ini pun wajib kita ketahui. Ada beberapa cara yang bisa dicoba, salah satunya:

  1. Memotivasi belajar anak dengan kisah ulama dan ilmuwan

Fitrah belajar, berpikir, dan bernalar sejatinya berkembang pesat ketika anak berusia 7-12 tahun. Masa- masa inilah bagus untuk mengenalkan kisah nabi, ulama ataupun ilmuwan. Bisa mengambil hikmah dari setiap kisah, berpikir mana yang bisa diteladani.  Meningkatkan kemampuan bernalar. Orang tua pun bisa menceritakan perjuangan Imam-Imam besar dalam mencari ilmu. Setidaknya dengan seperti itu anak akan semakin termotivasi untuk belajar tanpa paksaan dan tekanan. Perasaan butuh belajar akan datang dari dirinya sendiri, bukan karena orang lain.

  1. Me time bersama buah hati

Luangkan waktu entah beberapa jam atau menit untuk sekadar menemani dan mendampingi anak. Terutama saat mereka belajar. Orang tua juga bisa membuat learning project bersama anak-anak dan didokumentasikan. Saya lebih suka menyebutnya sebagai  home education project’s. Jadi terdapat kurikulum keluarga untuk anak bahkan untuk seluruh anggota keluarga.

  1. Menemukan insight learning

Satu lagi yang enggak kalah penting. Menemukan insigh learning atau hikmah pelajaran yang bisa diambil dari setiap apa yang kita pelajari. Orang tua dan anak bisa melakukan tea-time atau meluangkan waktu untuk bincang-bincang tentang insight learning  apa yang didapat.

  1. Sediakan sumber ilmu di rumah.

Penting bagi saya untuk menyediakan dan memfasilitasi anak untuk mendapatkan sumber belajar yang mudah. Salah satunya buku bacaan di rumah. Membuat perpustakan mini di rumah menjadi salah satu misi utama keluarga. Bacaan yang berkualitas akan membantu diri anak dalam mengembangkan potensinya. Selain itu juga bertujuan untuk menciptakan habit baca di lingkungan keluarga.

Itulah beberapa metode mendidik sesuai fitrah yang bisa Bunda coba. Dengan mendidik anak sesuai fitrah bukan tidak mungkin jika anak jadi lebih mudah untuk diarahkan. Berharap dengan ini semua mampu membentuk generasi cerdas dan unggul dari rumah.

Continue Reading