Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
inspirasi

Resolusi 2018: Make a Team to Make a Solid Family

Januari 16, 2018

 

Baru saja kita menyaksikan akhir tahun 2017 dan menyambut awal 2018. Tentu banyak cerita, pengalaman, dan kejadian yang bermakna yang dapat kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Awal tahun 2018 merupakan kesempatan bagi kita untuk membuat dan menyusun kembali, resolusi untuk satu tahun ke depan. Hal ini berfungsi sebagai bahan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya.

Sudahkah Anda membuat resolusi 2018? Jika belum, mumpung masih awal tahun yuk, kita buat agar hidup lebih terarah dan dapat mencapai target. Berharap dengan tulisan ini, bisa mendokumentasikan resolusi saya, agar lebih mudah diingat dan tidak melupakannya begitu saja.

Ada banyak hal yang ingin dicapai dan diperbaiki di tahun 2018. Pada intinya, ini semua saya lakukan untuk mencapai tujuan utama di tahun 2018, yaitu make a team to make a solid family.

Untuk mencapai tujuan di atas, tentu harus dibagi ke dalam goal-goal kecil. Tak lupa juga untuk menyelaraskan goal, visi, dan misi saya terhadap goal, visi, dan misi keluarga. Saya dan pasangan memang memiliki goal-goal kecil tersendiri dan menyatukannya menjadi goal keluarga. Dengan seperti ini, kita bisa mengetahui keinginan pasangan dan mendukung satu sama lain. Jika ada yang tak sejalan, kami pun mengomunikasikannya.

Resolusi 2018 ini ada beberapa hal yang ingin saya perbaiki. Terutama dalam bisnis, nulis, keuangan, mendidik anak, dan managemen rumah tangga. Ini sih semuanya, bukan beberapa lagi, hehehe…

Mulai dari bisnis, dua tahun ke belakang adalah masa-masa saya mengenal bisnis online. Padahal, sebelumnya sudah mengenal bisnis ini sejak 2007 silam, ketika masih sekolah menengah atas. Namun, teknologi belum seperti sekarang ini dan saya lebih menyukai melakukan hobi menulis.

Masa 2 tahun seperti masa buih dalam ombak. Banyaknya informasi menjadikan saya susah untuk fokus. Namun, setidaknya di tahun ini sudah mulai terarah dan mengenal pola. Menyusun strategi dan tak asal action adalah resolusi saya dibidang bisnis online.

Tidak jauh berbeda dengan bisnis, kegiatan menulis dan blogging yang selama ini menjadi hobi saya pun, turut mengalami kemajuan yang berarti. Setidaknya, banyak ilmu kepenulisan dan blogging yang saya dapat. Ikut beberapa lomba blog adalah resolusi saya di tahun 2018. Ini saya lakukan hanya untuk melatih konsistensi dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan serta kebutuhan. Memang, saya sendiri belum berani membuat target tinggi, karena masih menyesuaikan dengan kapasitas diri.

Hal terpenting di tahun 2018 adalah antara nulis, blogging, dan bisnis bisa berjalan beriringan. Berharap bisa memanage, menemukan irama blogging, dan bisnis jauh lebih asyik.

Resolusi 2018 selanjutnya adalah masalah finansial. Target tahun ini dapat melunasi utang,   dengan mengalokasikan sejumlah dana.  Dengan rutin menyisihkan uang untuk membayar utang, saya berharap ini bisa menjadi kebiasaan untuk menabung, bukan untuk membayar utang kembali.

Tak kalah pentingnya lagi adalah goal dalam mendidik anak dan mengurus rumah. Pasalnya pekerjaan rumah, mendidik anak adalah suatu yang dipandang sebelah mata. Padahal, pekerjaan ini sangatlah berat dan mempunyai tanggung jawab besar di dunia maupun akhirat. Pekerjaan seorang ibu yang amat mulia dan yang dianggap sebagian orang remeh ini, memerlukan ilmu lebih untuk mengantarkan putra-putri tercinta menjadi generasi unggul di masa depan.

Itulah sepenggal kisah resolusi 2018 saya secara umum. Saya pun masih perlu memetakannya secara detail dan mengambil langkah untuk mengeksekusinya. Ada beberapa tips untuk menyusun rencana atau goal yang ingin dicapai sebagai bagian dari resolusi.

Pertama, buat atau susun goal sesuai dengan kapasitas dari Anda. jangan terlalu memaksakan diri untuk membuat target yang Anda sendiri tak yakin untuk mencapainya.

Kedua, don’t be sad if you don’t get your target. Tidak bisa mencapai target bukan alasan Anda untuk bersedih, berkecil hati atau malah berhenti berusaha. Jadikan ini seebagai cambuk dan evaluasi diri untuk ke depan lebih baik lagi.

Ketiga, realistis. Buatlah goal yang realitis. Tentukan goal yang ingin dicapai dan sub goal atau goal-goal kecil untuk mewujudkan goal utama Anda. Jangan lupa untuk mengomunikasikan goal, target, dan resolusi anda pada pasangan. Ini penting sekali untuk mencapai goal tersebut.

Nah, dengan mengetahui ketiga hal di atas. Semoga tidak bingung lagi ya, menentukan resolusi 2018. Kalau itu cerita resolusi saya, sekarang apa resolusimu?

  1. Kalau saya kebalikan mba Dira, sanguinis koleris. Pusing kalo dikasih jadwal saklek. Makanya suka jadi koboi hahhaha. Meski begitu, sering juga sih bikin to do list atau target tertentu, walau akhirnya tetep aturable semuanya alias ngalir spt air 😂😂😂

  2. Inspiratif Mba.. kalau saya ingin lebih fokus mempelajari ilmu-ilmu jadi orang tua yang bener seperti apa.
    Sambil merintis bisnis yang saat ini masih level reseller. Suatu saat ingin bisa naik level jadi bisnis owner. Aamiin..

    Upss maaf jadi curhat 😆

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!