Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
inspirasi

6 Kunci Penenang dan Penentram hati

Januari 4, 2018

 

Jika ingin hatimu tenang, tentram maka bersyukurlah. Seperti itulah tausiyah yang sering saya dengar. Memang bersyukur adalah cara yang diajarkan Tuhan agar hidup kita menjadi tenang dan tentram. Sebenarnya kalau kita jeli dan pandai membaca kehidupan, banyak sekali disekitar kita yang mengajarkan tentang bersyukur. Bahkan tanpa kita sadari telah melakukannya berulang-ulang.

Berikut adalah enam hal yang buat kita belajar bersyukur  dan merupakan kunci penenang dan penentram hati.

  • Shalat

Cobalah shalat di awal waktu. Lakukan dengan khusyuk, insyaallah rasa tenang pun akan datang. Shalat di awal waktu juga akan memperlancar usaha kita termasuk dalam hal urusan rezeki. Dahulukan Allah, maka Allah akan mendahulukan urusan kita. yakinlah bahwa dengan memperbaiki kualitas shalat kita maka kita akan merasakan ketenangan dan ketentraman.

  • Wudhu

Begitu juga halnya dengan shalat, berwudhu pun akan membuat diri kita jauh lebih baik. Setiap gerakan wudhu mempunyai keutamaan dan manfaat masing-masing, asalkan dilakukan dengan benar dan sesuai syariat. Tatkala kita sedang kumur-kumur berarti membersihkan segala kotoran yang ada di mulut. Membasuh muka mempunyai manfaat agar wajah terbebas dari keriput dan nampak awet muda. Mengusap kepala dapat menurunkan tekanan darah. Gerakan mengusap telinga mempunyai manfaat untuk mempertajam daya ingat kita dan mencegah kepikunan. Membasuh tangan  agar terhindar dari kanker kulit begitu juga halnya dengan membasuh kaki. Dengan berwudhu insyaallah kita akan merasa segar kembali dan pikiran pun akan menjadi lebih baik.

  • Baca Al-quran

Kalau lagi marah atau ngerasa enggak enak hati, biasanya yang saya lakukan adalah ambil wudhu dan baca Al-quran. Percaya atau tidak setelah baca Al-quran mood atau suasana hati akan jauh lebih baik. Cara ini bisa dicoba di rumah, tidak hanya satu dua kali namun, harus berkali-kali agar terasa manfaatnnya.

baca juga : Sudahkah Pekerjaan Kita Membawa Berkah?

  • Hening malam

Cobalah untuk sesekali bangun di sepertiga malam dan lakukanlah shalat tahajud. Curahkan semua perasaan pada sang pemberi kehidupan maka perasaan kita akan terasa lebih ringan dan beban pikiran insyaallah akan berkurang. Tak jarang dengan shalat malam, solusi atas permasalahan pun akan datang. Habis shalat malam, Anda bisa menikmati waktu untuk diri sendiri. Semisal dengan baca buku atau minum secangkir kopi. Hal ini dapat menghilangkan penat, stress atau rutinitas sehari-hari yang telah melanda.

  • Keindahan alam

Ini cara yang paling favorit menurut saya. Enggak harus berlibur ke tempat yang mahal. Pemandangan dekat rumah atau keluar di malam hari ketika langit cerah  akan membuat kita merasakan decak kagum dengan penciptaan alam ini. Jika mau berpikir, tentu hal ini akan membuat kita jadi jauh lebih  bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.

  • Menulis

Ini bagian dari hobi dan pekerjaan saya. Dengan menulis bisa mencurahkan isi hati, segala sesuatu yang terlintas dipikiran, dan akhirnya bisa membuat saya merasa lega. Menulis bagi saya bisa menjadi suatu terapi hati karena rasa kesal, marah, senang akan tertuang dalam bentuk tulisan.

Hati akan merasa tenang dan tentram tatkala kita mampu bersyukur atas segala nikmat yang kita terima. Kita bisa mencoba salah satu cara di atas dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!