Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
rupa-rupa

Belajar dari Sosok Sandy Hadiat: Sang Pengidap Bipolar Disorder

Desember 27, 2017

Saya setuju dan sepakat bahwa setiap manusia mempunyai ujian dan tantangan tersendiri dalam hidup sesuai dengan kadar dan kemampuannya masing-masing. Tak lain halnya dengan wanita yang satu ini.

Sandy Winduvitri atau yang lebih dikenal dengan nama Sandy Hadiat ini menyandang penyakit Bipolar Disorder. Sebelumnya juga ada mantan artis cilik yang menyandang penyakit seperti ini juga. Adalah marshanda atau yang lebih akrab di sapa Caca ini. Lalu apa dan bagaimana itu bipolar? Yuk simak ulasannya.

Bipolar Disorder adalah suatu penyakit kejiwaan, di mana sang penderita akan mengalami gangguan perasaan dengan dua kutub yang berbeda. Fase depresi (sangat murung) dan mania (fase sangat bahagia). Kedua fase ini mempunyai ciri khasnya masing-masing yang berlawanan satu sama lain.

Fase depresi biasanya ditandai dengan mood yang selalu menurun sepanjang hari. Tidak hanya itu, berat badan dan nafsu makan pun mengalami penurunan. Gejala lainnya adalah susah tidur, malas bergerak, mudah lelah, lebih sensitif, menurunnya daya konsentrasi, dan menutup diri dari lingkungan. Bahkan di saat kritis, pada fase ini akan muncul keinginan untuk bunuh diri.

Berbeda dengan fase depresi, fase mania adalah kebalikan dari fase depresi ini. Banyak bergerak, mampu tak tidur hingga berhari-hari, merasa dilecehkan dan terhina, serta suka menyakiti diri sendiri merupakan ciri dari fase mania. Penderita juga mengalami susah fokus, mudah beralih kepada hal-hal yang tidak relevan dan tidak penting.

Sandy yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini divonis mengidap bipolar disorder sejak 2012. Minimnya pengetahuan tentang penyakit ini membuat kondisi Sandy semakin terpuruk. Ditambah lagi  saat itu semua keluarga besarnya menetap di AS, tak terkecuali ayah dan ibunya. Hingga suatu ketika ia berniat untuk mencari apa dan bagaimana cara mengatasi penyakit ini. Dengan bantuan suaminya, ia mencari tahu ke psikiater tentang penyakit ini. Mulai saat itu Sandy rajin berkonsultasi dengan psikiater yang ada di Yogyakarta. Beruntung sekali, Ia mempunyai sosok suami yang mau menjadi caregiver dan perantara bagi dirinya.

baca juga: ketika harus melihat ke atas

Kondisi perempuan berusia 33 tahun ini semakin membaik dengan dukungan suami dan anak-anaknya. Kisah hidupnya ini ia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul “menemukan-Mu dan menemukan-Nya” yang merupakan hasil private writing choaching bersama indscript creative. Beliau menulis buku setebal 164 halaman ini hanya dalam kurun waktu 2 hari. Kisah hidupnya, perjalanannya menghadapi bipolar, suka dukanya, tantangan dan rintangan, semua ia tuliskan dalam buku ini. Buku yang menurut saya sangat inspiratif. Banyak pelajaran dan hikmah kehidupan yang dapat kita ambil.

Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menginspirasi banyak orang untuk mensyukuri setiap detik kehidupan yang diberikan Tuhan. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan bersyukur. Bagi Anda yang ingin tahu lebih tentang buku ini atau Bipolar disorder bisa menghubungi indscript creative untuk mendapatkannya atau bisa juga bergabung dengan facebook grup asuhan mbak Sandy Hadiat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!