Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
rupa-rupa

Berhenti Berkarir Bukan Berarti Berhenti Berkarya

November 2, 2017

Kalimat di atas rasanya bisa menjadi mood boster bagi setiap wanita muslimah yang sebelumnya bekerja dan berkarir, namun harus berhenti melakukannya. Entah itu karena faktor keluarga, mau menikah, ingin jadi ibu rumah tangga, tidak dapat ijin suami bekerja, dan masih banyak faktor lainnya.

Bagi wanita yang terbiasa bekerja kantoran, berkarir di luar rumah, dan tiba-tiba harus berhenti bekerja atau berkarir mungkin bisa menjadi beban tersendiri. Dan mana kala beban ini tidak bisa diatur dengan baik, maka penyakit stress lah yang akan datang. So, penting kiranya untuk menempatkan keadaan seperti ini sesuai dengan porsinya.

Kaget dengan keadaan yang baru mungkin akan dirasakan dan memang butuh proses untuk menyesuaikannya. Berhenti berkarir atau bekerja kantoran bukan berarti berakhir. Berhenti berkarir bukan berarti berhenti berkarya. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan meski hanya dari dalam rumah. Jika Anda ikhlaskan hati, demi keluarga, demi mencari pahala di sisi Allah, maka akan ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Hal apa saja sih yang bisa dilakukan? Banyak, dan tentu yang terpenting harus produktif ya. Kalau di rumah tidak melakukan kegiatan apapun ya rasa bosan, malas, dan stres  justru akan menghampiri.  Melakukan kegiatan-kegiatan produktif bisa menjadi solusi yang membahagiakan. Kegiatan apa saja itu, yuk simak ulasannya.

  • Menulis

Menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai media menerapi diri. Lumayan kan bisa terhindar dari beban pikiran yang berlebihan. Nah, Anda bisa menulis di mana saja dan kapan saja. Dalam bentuk diary atau membukukannya menjadi sebuah buku. Bagi Anda yang mempunyai hobi menulis, bisa menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk memperoleh income tambahan. Enggak hanya menulis buku saja loh. Ada banyak profesi yang menghasilkan dari kegiatan menulis, seperti ghostwriter, penulis artikel, buzzer di sosial media, dan masih banyak lagi.

  • Ngeblog

Nah, ini juga salah satu kegiatan yang bisa mendatangkan income dari kegiatan menulis. Memang tidak bisa menghasilkan secara langsung, namun sebagai bentuk investasi masa depan. Tujuan utamanya bukan uang semata tapi lebih kepada menghasilkan karya yang  bermanfaat untuk umat. Seiring perjalanan waktu, insyaallah income akan mengikuti apa yang diusahakan.

  • Menekuni hobi

Masih bingung mau melakukan apa? Tekuni hobi saja. Biasanya kalau kita melakukan sebuah kegiatan sesuai passion, sesuai hobi maka tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi. Karena kita melakukan kegiatan tersebut dengan senang hati dan tanpa ada paksaan. Sehinggan menjalaninya pun fine-fine saja. So, ingat-ingat kembali ya punya hobi apa.

  • Mengasah keterampilan

Kalau Anda merasa enggak punya hobi, bisa kok mengikuti sebuah kursus untuk mengasah keterampilan sebelumnya yang dimiliki, atau menambah keterampilan yang lain. Seperti mengikuti kursus memasak, merias, menjahit, dan lain sebagainya.

  • Mendekor ruangan

Kegiatan mendekor ruangan ini mungkin tidak bisa dilakukan setiap hari. Minimal seminggu sekali. Namun jangan salah atau menganggap remeh dengan kegiatan yang satu ini. Karena efeknya yang sangat luar biasa. Suasana menjadi hangat, tidak monoton, meminimalisir kemarahan dan efek psikologis lainnya. Menjadikan hunian  menjadi surga keluarga Anda.

  • Berwirausaha

Ini merupakan salah satu alternatif jika Anda harus meninggalkan karir sebagai pegawai kantoran. Ya bekerja dari rumah. Membangun usaha dan berbisnis dari rumah. Bagi wanita yang sudah menikah ini bisa jadi pilihan yang asyik untuk tetap bekerja, menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan peran utamanya sebagai seorang ibu dan istri.

Nah, itulah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seorang wanita muslimah meski hanya dari rumah. Di sisi lain tentu masih banyak segudang manfaat lainnya. Baik dari sudut pandang duniawi ataupun ukhrawi. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

#postingantematik

#BloggerMuslimahIndonesia

  1. Tulisan yang mewakili sebagian kisah hidup saya. Yups, di rumah pun harus berusaha untuk produktif ya, Mbak. Sambil ngasuh dua anak, saya berusaha menjalani no. 1 dan 2. Berusaha fokus di sana. Rasanya hidup pun lebih berwarna 🙂 Yang terakhir pun sempat saya jalani tapi sementara off dulu. Thanks sharingnya, Mbak

  2. Saya malah nanti kalau nikah, pengin fokus ngurus anak.. jadi stop bekerja.. kurang thu nnti calon misua saya, setuju apa gak..
    Dan sekrg saya lagi coba merintis karir di blog, biar nnti abis keluar kerja, saya udaj ada pekerjaan, jadi blogger dan penulis.. hehehekk.. aamiiinnnn..

  3. Betul banget mbak.
    emang slah satu dilema ibu2 itu kalau pas “milih” antara karier dan jaga anak di rumah.
    Tapi kalaupun memilih meninggalkan karier jg insyaAllagh banyak media utk berkarya ya mbk. Salah satunya ya blogging ini 😀
    TFS

  4. Hehe…sebelum akad, saya resign, permintaan calon suami kala itu. Jd udah berstatus istri, saya di rumah ajah. Betul sekali seperti tulisan mbak, saya kembali tekuni dunia menulis n ngeblog… hasilnya lumayan

  5. Mau di ranah publik atau di ranah domestik, setiap muslimah harus produktif. Baik yang kerja kantoran maupun di rumah tetap harus mengambil sebaik-baik peran. Makasih sharenya mba

  6. Dari sebelum nikah udah niat tidak kerja di luar rumah..
    Dan Alhamdulillah setelah nikah memang takdirnya tidak bekerja di luar rumah.
    Alhamdulillah lebih bahagia menyibukkan diri di rumah..

  7. Saya juga IRT yang rumahan pake banget malah. Alhamdulillah dengan menekuni hobi, entah memasak, menulis atau membaca buku membuat saya merasa senang meskipun jarang keluar…dan semoga dari hobi itu bisa memberikan manfaat bagi orang lain..

  8. Sepakat, Mbak, karena karya itu kan sebenarnya bukan dinilai dari dampak finansialnya ya, atau seberapa mentereng penampilan kita. Rezeki berupa kesehatan, bonus berupa rapinya rumah, hanya sebagian kecil dari manfaat lebih yang bisa diperoleh dari karya kita, apa pun bentuknya.

  9. Nah, saya sedang dalam persimpangan ini nih.
    Antara memikirkan karir dan passion tapi juga ingin jadi full-time mommy bagi anak.
    Untuk saat ini biarlah waktu berjalan dulu sembari menyiapkan diri jadi Mommy^^
    Separuh hati sudah memilih di rumah saja, rencana produktivitas dari rumah pun sudah disiapkan. Tapi separuhnya lagi masih memikirkan cita-cita. Huhuhu… Galau

  10. Benar sekali Mba, memang rasanya super kaget saat tiba-tiba resign setelah lama bekerja. yup! tidak bekerja bukan berarti berhenti berkarya, dan bisa banget bekerja dari rumah.

    Semangat, ibu-ibu!!

  11. Pernah ngrasain, resign setelah 17 tahun kerja. Begitu di rumah bingung mau ngapain. Alhamdulillah, dikasih jalan….belajar nulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!