review

Strategi Baru dalam Pengembangan Bisnis Tulisan

By on November 23, 2017

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa marketing menjadi salah satu tonggak dalam keberhasilan bisnis seseorang. Tanpa adanya marketing, bisnis akan mati karena tak adanya kegiatan transaksi jual beli. Itulah mengapa, diperlukan adanya strategi marketing dalam pengembangan sebuah bisnis tak terkecuali bisnis tulisan.

Hmm, bisnis tulisan? Adakah yang belum mengenalnya? Bisnis tulisan atau yang lebih dikenal dengan bisnis jasa penulisan saat ini memang lagi booming.  Maraknya pemain bisnis yang sudah merambah dunia online, mau tak mau mereka memerlukan badan atau agen yang mampu memasarkan produk secara online. Dalam artian mengisi konten media online mereka. Lebih dari itu, bisnis di bidang tulisan sebenarnya sangat luas, dan yang telah disebutkan di atas merupakan salah satunya.

Sebagaimana Joeragan Artikel yang didirikan oleh ummi aleeya yang bergerak di bidang tulisan. Banyak sekali training yang diadakan di dalamnya terkait dengan skill menulis. Tak tanggung-tanggung untuk memperluas pangsa pasarnya, Joeragan artikel atau yang sering disebut dengan JA (dibaca:je a) membuat beberapa pasukan untuk mengenalkan training yang diadakannya.

Membuat pasukan yang anggotanya diambil dari alumni training JA ini, merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk memasarkan beberapa training yang memang menjadi produk unggulannya. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa tidak semua alumni JA bisa menjadi pasukan untuk semua divisi. Yang bisa menjadi pasukan hanyalah mereka yang telah lulus dan menguasai bidang yang yang terkait. Semisal lulusan training kelas status cantik hanya bisa menjadi pasukan endors. Tidak bisa menjadi pasukan editor. Begitu juga sebaliknya, kecuali kalau mereka lulus training editor juga. mereka otomatis menjadi pasukan keduanya.

Masih bingungkah? Semoga tidak ya…oh iya, apa saja sih pasukan yang ada di JA?

Tentu saja banyak, ada beberapa pasukan dengan devisinya masing-masing. Seperti pasukan endors, pasukan editor, pasukan bloggers, pasukan resensi, pasukan liputan, dan masih banyak lagi. Saya sendiri selaku alumni JA termasuk dalam pasukan endors, blogger, editor dan insyaallah ke depan ikut dalam pasukan resensi. Dalam setiap pasukan ada tantangan dan sensasinya masing-masing.

Semisal pengalaman dalam pasukan endors sendiri itu menurut saya fun banget. Meski  ada deadline, waktu yang harus ditaati, namun teamnya asyik-asyik saja. Mereka saling bantu satu sama lain. Membuat saatu sama lain tetap merasa nyaman dalam team. Asyiknya lagi…kita dapat fee loh. Lumayan buat ikutan training lagi dan beli jajan.

Untuk pasukan editor, terus terang ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Penguasaan bahasa dan ejaan berperan penting dalam menjalani posisi sebagai seorang editor. Dalam pasukan editor sendiri punya penanggung jawab dan sistem tersendiri yang memang sudah terjadwal rapi. Di sini sesama editor kita bisa belajar banyak hal dan termasuk dalam hal value. Berbagi satu sama lain, biar adil. Belajar legowo dan tentunya bertanggung jawab atas kewajiban masing-masing.

Dan yang paling menantang adalah menjadi pasukan blogger. Nah tulisan ini salah satunya. Jadi setiap minggu ada tantangan tersendiri. Minimal seminggu dua kali. Banyak banget yang kesengsem sama pasukan ini. Selain ada give away, kita bisa ikutan lomba blog yang berpeluang mendapatkan rupiah. Selain itu juga bagus untuk meningkatkan traffiq blog karena terdapat kegiatan blogwalking.

Terlepas dari itu semua, yang paling berasa manfaatnya adalah nambah ilmu, nambah pengalaman, dan juga menambah teman sekaligus bisa bersilaturrahim satu sama lain. Karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang tak boleh berhenti belajar. Belajar sepanjang hayat untuk melayakkan diri ke arah yang lebih baik. so, apa strategi marketing bisnismu?

Continue Reading

rupa-rupa

Joeragan Artikel: Jalan Menuju Karir Menulisku

By on November 8, 2017

Menekuni hobi menjadi pilihan saya setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Alasannya sederhana ingin membersamai anak dalam tumbuhkembangnya. Memiliki hobi  yang sudah cukup lama tidak ditekuni, membuat saya kesulitan untuk memulainya kembali. Tidak tahu harus mulai dari mana dan berguru sama siapa. Ketika itu yang saya lakukan hanyalah berkunjung ke perpustakaan dan toko buku untuk sekedar membaca atau membeli buku tentang bagaimana menulis dengan baik, bagaimana meniti karir di dunia penulisan. Hingga akhirnya saya bertemu dengan buku karya Indari Mastuti  yang berjudul “ Menulis Itu Gampang”.  Singkat cerita dari buku itulah yang mengantarkan saya pada lingkaran Indscript Training Center dan bertemu dengan Ummi Aleeya selaku pemilik dari Joeragan Artikel, yang menjadi salah satu mitra di Indscript.

Meskipun berada dalam lingkaran indscript dan komunitasnya, tak lantas membuat saya mengenal apa itu joeragan artikel dan siapa itu ummi aleeya. Dan tanpa sengaja,  melihat postingan teman di beranda facebook  bahwa menulis artikel di JA (Joeragan Artikel) itu mengasyikkan karena bisa magang dan dapat fee pula. Hehehe…dasar emak-emak kalau iming-imingnya uang pasti matanya langsung ijo.

Terlepas dari itu semua, ikut bergabung dalam keluarga besar JA menjadi berkah tersendiri dalam karir menulis saya. Bertemu dengan penulis-penulis hebat, bertemu dengan orang-orang  yang kurang lebih mempunyai hobi yang sama, membuat mood dalam menulis selalu terjaga. Dan yang enggak kalah pentingnya adalah bisa upgrade ilmu dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan kita.

Iya, di JA memang menyediakan banyak fasilitas training terkait dengan kepenulisan. Ada training kelas status cantik, menulis artikel jebol media, training editor, copywriting, biografi, press release,  dan lain sebagainya. Sangking banyaknya, saya pun lupa training apa saja yang pernah saya ikuti. Yang masih saya ingat itu ya training status cantik dan kelas editor. Yang lain saya lupa, tapi memang benar adanya bahwa setiap mengikuti training yang ada di JA meninggalkan kesan yang begitu berbeda dan menambah pengalaman di bidang tulis menulis.

Manfaat apa saja sih yang diperoleh dengan bergabung di JA?

Banyak tentunya. Selain nambah ilmu, nambah temen, nambah saudara, dan relasi, juga menambah jam terbang. Kemampuan kita akan semakin terasah dengan banyaknya praktek dan magang. Selain itu kita juga berkesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari job-job yang ada. Misalnya dari endors, menulis artikel, dan masih banyak lagi. Kita juga bebas loh mencari job secara mandiri.   

Yang paling menarik di JA itu adalah karena kita berangkat dari hobi yang sama, mempunyai ketertarikan yang sama di dunia tulis menulis, so banyak dari anggotanya yang memang benar-benar penulis yang sudah expert dan memiliki jam terbang tinggi. Sehingga mereka pun kerap menjadi mentor bagi temannya sendiri sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

Harapan buat JA untuk ke depannya.

Untuk ke depannya, saya selaku alumni JA berharap yang terbaik, semoga lebih berjaya, menghasilkan training-training yang berkualitas dan tentunya banyak mencetak penulis-penulis baru yang handal.  Membantu menciptakan dan memberi peluang perempuan-perempuan Indonesia untuk lebih produktif, mandiri, dan berkarya meski hanya dari rumah. Semoga dengan informasi ini bisa membantu teman-teman yang membutuhkan. Selamat berjuang dan berkarya.

Continue Reading

rupa-rupa

Berhenti Berkarir Bukan Berarti Berhenti Berkarya

By on November 2, 2017

Kalimat di atas rasanya bisa menjadi mood boster bagi setiap wanita muslimah yang sebelumnya bekerja dan berkarir, namun harus berhenti melakukannya. Entah itu karena faktor keluarga, mau menikah, ingin jadi ibu rumah tangga, tidak dapat ijin suami bekerja, dan masih banyak faktor lainnya.

Bagi wanita yang terbiasa bekerja kantoran, berkarir di luar rumah, dan tiba-tiba harus berhenti bekerja atau berkarir mungkin bisa menjadi beban tersendiri. Dan mana kala beban ini tidak bisa diatur dengan baik, maka penyakit stress lah yang akan datang. So, penting kiranya untuk menempatkan keadaan seperti ini sesuai dengan porsinya.

Kaget dengan keadaan yang baru mungkin akan dirasakan dan memang butuh proses untuk menyesuaikannya. Berhenti berkarir atau bekerja kantoran bukan berarti berakhir. Berhenti berkarir bukan berarti berhenti berkarya. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan meski hanya dari dalam rumah. Jika Anda ikhlaskan hati, demi keluarga, demi mencari pahala di sisi Allah, maka akan ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Hal apa saja sih yang bisa dilakukan? Banyak, dan tentu yang terpenting harus produktif ya. Kalau di rumah tidak melakukan kegiatan apapun ya rasa bosan, malas, dan stres  justru akan menghampiri.  Melakukan kegiatan-kegiatan produktif bisa menjadi solusi yang membahagiakan. Kegiatan apa saja itu, yuk simak ulasannya.

  • Menulis

Menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai media menerapi diri. Lumayan kan bisa terhindar dari beban pikiran yang berlebihan. Nah, Anda bisa menulis di mana saja dan kapan saja. Dalam bentuk diary atau membukukannya menjadi sebuah buku. Bagi Anda yang mempunyai hobi menulis, bisa menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk memperoleh income tambahan. Enggak hanya menulis buku saja loh. Ada banyak profesi yang menghasilkan dari kegiatan menulis, seperti ghostwriter, penulis artikel, buzzer di sosial media, dan masih banyak lagi.

  • Ngeblog

Nah, ini juga salah satu kegiatan yang bisa mendatangkan income dari kegiatan menulis. Memang tidak bisa menghasilkan secara langsung, namun sebagai bentuk investasi masa depan. Tujuan utamanya bukan uang semata tapi lebih kepada menghasilkan karya yang  bermanfaat untuk umat. Seiring perjalanan waktu, insyaallah income akan mengikuti apa yang diusahakan.

  • Menekuni hobi

Masih bingung mau melakukan apa? Tekuni hobi saja. Biasanya kalau kita melakukan sebuah kegiatan sesuai passion, sesuai hobi maka tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi. Karena kita melakukan kegiatan tersebut dengan senang hati dan tanpa ada paksaan. Sehinggan menjalaninya pun fine-fine saja. So, ingat-ingat kembali ya punya hobi apa.

  • Mengasah keterampilan

Kalau Anda merasa enggak punya hobi, bisa kok mengikuti sebuah kursus untuk mengasah keterampilan sebelumnya yang dimiliki, atau menambah keterampilan yang lain. Seperti mengikuti kursus memasak, merias, menjahit, dan lain sebagainya.

  • Mendekor ruangan

Kegiatan mendekor ruangan ini mungkin tidak bisa dilakukan setiap hari. Minimal seminggu sekali. Namun jangan salah atau menganggap remeh dengan kegiatan yang satu ini. Karena efeknya yang sangat luar biasa. Suasana menjadi hangat, tidak monoton, meminimalisir kemarahan dan efek psikologis lainnya. Menjadikan hunian  menjadi surga keluarga Anda.

  • Berwirausaha

Ini merupakan salah satu alternatif jika Anda harus meninggalkan karir sebagai pegawai kantoran. Ya bekerja dari rumah. Membangun usaha dan berbisnis dari rumah. Bagi wanita yang sudah menikah ini bisa jadi pilihan yang asyik untuk tetap bekerja, menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan peran utamanya sebagai seorang ibu dan istri.

Nah, itulah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seorang wanita muslimah meski hanya dari rumah. Di sisi lain tentu masih banyak segudang manfaat lainnya. Baik dari sudut pandang duniawi ataupun ukhrawi. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

#postingantematik

#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

Book Review

Membiasakan Anak Suka Baca, Pentingkah?

By on November 1, 2017

Membaca, suatu kata yang begitu klasik kedengarannya namun mempunyai andil besar dalam kehidupan seseorang. Setiap orang tentu tahulah sama kata kerja yang satu ini. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang “enggak banget” dalam tradisi dan budaya bacanya. Hmmm…bisa dibilang momok kali ya kalau disuruh membaca. Apalagi kalau diminta membaca buku, “Haduh ampun deh…” kata anak-anak didik saya.

Suatu fenomena yang bikin muka jadi keriput memikirkan generasi penerus bangsa yang demikian adanya. Memang sih enggak semuanya begitu. Mungkin berbeda anak yang tinggal di perkotaan dengan anak di desa atau memang sama, entahlah? Namun kenyataan seperti ini sering saya jumpai di sekitar tempat tinggal saya.

Beberapa tahun belakangan ini terjadi pergeseran budaya, yang mana semakin kompleknya materi pelajaran di sekolah tingkat dasar, memaksa banyak anak untuk berbondong-bondong mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Lalu, apakah mereka belajar seutuhnya? Iya, bagi mereka yang ingin bisa, tapi tidak untuk mereka yang hanya mengejar nilai. Dan fakta yang paling menyedihkan adalah banyak dari mereka yang mengikuti bimbel hanya untuk mengejar nilai secara instan tanpa mau tahu cara yang benar dan proses menjalaninya. Tak jarang juga ada yang ikut bimbel hanya bertujuan untuk bertemu teman. Menyerahkan Homework pada mentor bimbel dan bilang jawabannya apa kak. Dan ketika diminta untuk mencari jawaban yang ada dalam bacaan, biasanya mereka akan malas sekali bahkan ada yang memang tak mau melakukannya.

Fenomena ini memang tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja. Entah murid, guru, orangtua, dan bahkan pemerintah. Namun dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengatasi malasnya kids zaman now untuk mau dan suka membaca. Dimulai dari diri dan keluarga sendiri untuk memberikan teladan dan menciptakan habit baca dari rumah. Mulailah dari kecil sehingga kebiasaan itu mendarah daging pada anak dan keluarga. Terpenting orangtua harus bisa jadi role model bagi anak.

Berbicara soal membiasakan membaca pada anak, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan. Pertama, ciptakan lingkungan yang mana anak mudah untuk menjangkau buku. Dalam artian taruh beberapa buku ditempat yang sering dijadikan anak untuk beraktivitas. Semisal di ruang tamu, ruang keluarga, ruang bermain, kamar, dan lain sebagainya. Kedua, sediakan buku yang sesuai dengan usia, minat, dan taraf perkembangan anak. Sedikit tips buat para Bunda tentang pemilihan buku yang cocok untuk anak.

Mengajari anak membaca sebenarnya bisa dilakukan sejak dini, bahkan dari dalam kandungan. Nah, untuk bayi usia 0-1 tahun, Bunda bisa memberikan anak buku bantal. Buku ini aman untuk bayi karena tidak mudah dirobek ataupun ditelan.  Di usia satu tahun ke atas (2-7 tahun) bisa dimulai dengan mengenalkan bentuk buku seutuhnya. Ada buku halo balita, buku ini dirancang secara  khusus untuk anak balita. Bentuk fisik buku berupa boardbook dengan setiap sudut buku dibuat tumpul agar lebih aman dan nyaman buat anak. Buku ini tebal dan permukaannya dilapisi dengan bahan anti air sehingga mudah dibersihkan dari corat-coret pensil, melindungi dari tumpahan air atau sisa makanan yang menempel.

Dalam satu paket buku halo balita ini terdapat 25 buku yang terdiri dari sembilan buah buku untuk melatih kemandirian, lima buah buku bertema spiritual, sebelas buah buku untuk melatih value dan satu buah buku panduan untuk orangtua. Selain itu dalam satu paket juga terdapat tiga buah boneka tangan, Sali, Saliha, dan Kumi.

Memberikan buku yang tepat pada anak akan menarik perhatian anak untuk mau membaca. Untuk anak usia balita, gambar menjadi daya tarik utama. Nah, di sinilah yang menjadi daya tarik buku halo balita. Gambarnya yang colorfull, tidak terlalu banyak tokoh membuat anak semakin mudah mengingat nama tokoh dan karakter yang dimilikinya. Sehingga pesan yang ingin disampaikan pun dapat tersampaikan dengan baik.

Saya yang menggunakan buku ini merasakan manfaat yang begitu besar, tidak hanya membuat anak suka buku, senang baca namun melatih emosi  dan kemandirian anak. Bagi seorang anak role model yang juga  anak-anak seperti Sali dan saliha akan lebih mudah masuk dalam dunia mereka. Seakan-akan mereka memang mempunyai sahabat dan teman baik dalam menjalani dunia mereka.

Selain itu buku ini juga berteknologi Augmented Reality (AR) yang mana jika gambar yang ada dibuku disorot memakai kamera Smartphone, gambar bisa mengeluarkan suara dan bergerak-gerak. So, diharapkan orangtua lebih bijak dalam memilih bahan bacaan yang berkualitas dan bermutu bagi anak. Terlepas dari itu semua peran orangtua dalam memberikan teladan dan membersamai anak dalam proses pembentukan kebiasaan membaca sangat dibutuhkan.

Continue Reading