Catatan Roiza

Sebuah catatan perjalanan, gaya hidup & inspirasi keluarga
parenting

Pentingnya Keseimbangan Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

Agustus 10, 2017

Belakangan ini di media sosia maupun televisi sedang marak pemberitaan tentang bunuh diri. Banyak alasan dibalik seseorang melakukan hal itu. Islam sendiri pun melarang bunuh diri apapun alasannya. Banyaknya kasus bunuh diri ini secara tidak langsung menegur kita sebagai orang tua yang merupakan figur utama pendidik di rumah. Bagaimana kita sebagai orang tua mampu memberikan pondasi agama yang kuat dan memberikan pola kemandirian bagi anak.
Ya, setidaknya tugas orang tua itu mendidik anak agar mandiri, siap berpisah dengan orang tua, dan membekalinya dengan pendidikan agama yang kuat. Di sinilah dibutuhkan keseimbangan peran orang tua dalam mendidik anak. Keseimbangan antara kehidupan pribadi atau keluarga dengan pekerjaan. Banyak orang tua terutama Ibu yang lalai dengan pendidikan anak karena urusan pekerjaan. Mereka hanya menyerahkan pendidikan pada sekolah, padahal tanggung jawab utama mendidik anak adalah orang tua.
Ketika sudah menikah, banyak perempuan terutama mereka yang bekerja, dilema antara urusan pekerjaan dan keluarga. Apalagi jika sudah dikaruniai buah hati. Keluarga atau karir? Apapun yang menjadi keputusan Anda, baik memilih menjadi Ibu rumah tangga yang full mengurus keluarga ataupun tetap bekerja adalah keputusan yang sama baiknya. Tidak ada yang salah dan dipersalahkan. Namun di sini dituntut peran orang tua untuk mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan keluarga, yang berpengaruh besar terhadap pola pendidikan anak.
Keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga ataupun ibu pekerja adalah hal yang mudah. Yang tersulit adalah keistiqomahan dalam menjalani peran yang sudah dipilihnya. Istiqomah inilah yang sulit. Tentunya di tengah perjalanan tidak akan mulus begitu saja. Banyak hambatan dan godaan-godaan yang akan mempengaruhi kita dalam menjalani keputusan yang telah dipilih.
Jika kita melihat kembali pada ajaran Islam, sebenarnya Islam sendiri mengajari tentang keseimbangan ini. Islam menciptakan laki-laki dan perempuan guna melengkapi satu sama lain. Begitu juga dengan peran yang dimainkannya. Jika dalam Islam mengajarkan kalau sebaik-baiknya perempuan (istri) itu yang tinggal di rumah dan laki-laki itulah yang mencari nafkah, maka inilah bentuk pengajaran dari Allah tentang arti keseimbangan.
Perempuan di rumah dengan perannya sebagai Ibu rumah tangga, mengurus anak dan suami, mengurus rumah, mendidik anak, menjaga harta suami, dan aneka pernak-pernik rumah tangga lainnya. Sedangkan peran suami adalah mencari nafkah untuk keluarga, memimpin dan membimbing keluarga. Dengan begini keseimbangan dalam keluarga akan tercapai. Tidak akan terbengkalai antara urusan keluarga dan pekerjaan, termasuk dalam urusan mendidik anak.
Lalu bagaimana dengan mereka yang single parent atau harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga? Tidak dipungkiri memang namanya kehidupan pasti ada hal seperti ini. Banyak dari mereka yang harus menyandang status single parent, entah itu karena perceraian atau memang sang suami sudah dipanggil oleh sang pemberi kehidupan terlebih dahulu. Dengan kondisi seperti ini memang seorang istri mau tidak mau harus menjalani dua peran sekaligus. Peran sebagai seorang Ayah yang harus mencari nafkah dan perannya sebagai seorang Ibu.
Bekerja dari rumah bisa menjadi salah satu jalan keluar atas persoalan seperti ini. Kita bisa tetap bekerja mencari nafkah sekaligus mengawasi anak-anak. Mengawasi di sini dalam artian mengotrol, membimbing dan mendidik anak dari rumah tanpa harus meninggalkan mereka begitu saja. Hal yang sama pun bisa diterapkan bagi mereka yang full menyandang status Ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga tetap bisa produktif, mengaktualisasikan diri lewat bekerja di rumah. Jadi mereka bisa mengapresiasikan, menghasilkan, tanpa mengabaikan perannya sebagai pendidik pertama dan utama buat anak. Dengan seperti ini Ibu rumah tangga juga tidak akan kehilangan haknya untuk bersosialisasi, dapat mengembangkan diri, dan juga mampu menghindarkannya dari rasa stress atas kejenuhan terhadap suatu aktivitas.

#ODOP3

#BloggerMuslimahIndonesia

  1. Setujuuu Mba, orang tua tetaplah pendidik utama anak-anaknya. Jika semua kembali ke perannya masing-masing, Insya Allah keluarga akan berjalan dengan baik. Terima kasih sudah diingatkan lewat ulasan ini Mbak☺

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!