desain

Tips Mengakali Ruang Kerja Mungil Agar Tetap Cantik dan Menarik

By on Agustus 30, 2017

 

Bagi sebagian orang memiliki ruang kerja di rumah merupakan suatu kebutuhan. Apalagi bagi Anda yang memang bekerjanya dari rumah. Layaknya pebisnis online, penulis, editor atau apapun itu yang memang bisa dikerjakan di rumah. Nah, memiliki ruang kerja yang cantik, menarik, dan nyaman tentu akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Tidak hanya ruangan yang besar saja yang bisa membuat ruang kerja menjadi nyaman, akan tetapi ruang kecil pun bisa disulap menjadi ruang kerja yang cantik, menarik, dan tentunya nyaman digunakan untuk bekerja.

Bagi Anda yang tidak mempunyai cukup ruang, bisa dengan mengakali ruang kerja yang kecil dengan beberapa tips da trik berikut:

  1. Buatlah ruangan yang kecil terlihat lebih luas

Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan kaca pada dinding agar terkesan lebih luas. Tidak semua dinding harus tertutup kaca, namun seperlunya saja. Setidaknya sudah membuat ruangan tersebut terlihat lebih luas. Mengunakan lampu gantung dan meminimalisir penggunaan furniture yang melekat pada meja atau lantai secara berlebihan, juga akan memberikan efek luas pada ruang kerja mungil Anda.

  1. Ciptakan ruangan kerja yang nyaman

Ada beberapa kategori ruangan kerja itu bisa dikatakan nyaman, antara lain meliputi: sirkulasi udara, pencahayaan, kerapian tata letak furniture dan lainnya. Sirkulasi udara ini perlu anda perhatikan, jangan sampai ruangan menjadi panas dan pengap. Adanya jendela akan membuat ruangan kelihatan lebih segar. Begitu juga halnya dengan pencahayaan. Kurangnya pencahayaan akan menyebabkan ketidaknyamanan Anda dalam bekerja.

  1. Beri sentuhan kecil

Anda bisa memberikan kejutan atau sentuhan kecil pada ruangan kerja sesuai dengan kepribadian. Bisa berupa hiasan atau pernak-pernik lainnya. Gunakan hiasan yang menggantung atau menempel karena ini bisa membuat ruangan kerja yang kecil terlihat lebih luas. Gunakan juga permainan warna untuk hiasan atau pernak perniknya, karena ini bisa membantu daya ingat Anda.

  1. Perhatikan peletakan furniture

Usahakan jangan meletakkan furniture  dekat dengan pintu karena akan menimbulkan kesan “penuh”  pada ruangan. Hindari penggunaan furniture yang berlebihan pada ruangan kerja yang kecil. Anda harus berpikir minimalis. Gunakan peralatan yang hanya diperlukan saja. Seperti meja yang sudah dilengkapi dengan tempan penyimpanan CPU, jika memerlukan komputer untuk bekerja, kursi dan tempat atau loker untuk menyimpan berkas, dokumen, dan pernak-pernik pekerjaan lainnya.

  1. Rapikan

Kondisi ruang kerja pun sebisa mungkin harus bersih dan rapi. Nah paling sebel  kalau lihat kabel-kabel yang berantakan, seperti kabel charge handphone, kabel laptop, dan lain sebagainya. Anda bisa menyiasati hal ini dengan menggunakan klip kabel. Sehingga kabel tidak berantakan dan mudah untuk membersihkan.

Itulah sedikit tips dan trik mengakali ruang kerja yang mungil agar tetap terlihat cantik, bersih, rapi, dan tentunya nyaman untuk bekerja. Bagi Anda yang tinggal di Jabodetabek beruntung ada rumahhokie.com, sebuah situs yang dapat membantu Anda dalam mencari ataupun menjual properti. Selain itu Anda juga dapat melihat refferensi  harga terkini dari sebuah material. So, jangan lupa kunjungi situsnya. Dapatkan review terbaik terkait jual beli properti yang Anda inginkan.

Yang di luar Jabodetabek, tenang…Anda pun dapat mencari properti yang sesuai dengan keinginan dan budget Anda. tinggal memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari, selanjutnya pilih tipe properti yang dicari. Semisal rumah atau apartemen, masukkan kota dan nama wilayah kemudian klik tombol cari, langsung deh berbagai pilihan akan muncul. Tinggal ceka-ceki pilih yang sesuai dengan keinginan.

Dengan adanya rumahhokie.com ini akan membantu semua pihak yang ingin atau menjual properti yang mereka miliki. Rumahhokie.com sebagai perantara yang menghubungkan Anda dengan penjual dan atau pembeli.

Continue Reading

traveling

Makam Mantingan, Wisata Budaya di Sudut Kecil Kota Jepara

By on Agustus 20, 2017

 

“Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tapi tidak lagi melekat utuh pada realitas. Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi, tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh.”

Dee Lestari

Quote di atas sepertinya mampu mewakili sebuah budaya dan sejarah di suatu tempat. Tak kenal maka tak sayang, mungkin seperti itulah mudahnya. Bagaimana kita bisa mencintai sebuah budaya kalau tak pernah mengenal sebelumnya. Begitu juga dengan budaya kita, terutama budaya lokal daerah masing-masing.

Tak berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, sebuah kota kecil, di utara pulau Jawa yang sering mendapatkan julukan kota mati dan ukir ini juga mempunyai banyak tempat wisata, termasuk salah satunya wisata budaya. Ya, Jepara kota kelahiran RA. Kartini menyimpan banyak sekali tempat wisata. Karena letaknya di pinggiran pulau dan berbatasan langsung dengan laut Jawa maka tak heran kalau banyak terdapat wisata pantai, laut, dan beraneka ragam budaya lainnya.

Salah satu tempat yang menarik perhatian saya adalah  pesanggrahan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat atau orang lebih mengenalnya dengan  makam Mantingan. Di makam Mantingan inilah Sultan Hadlirin beserta istri (Ratu Kalinyamat) dan anggota keluarga lainnya di makamkan.

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi tempat wisata budaya dan bersejarah ini bersama keluarga. Walau bukan yang pertama kalinya dan sebelumnya juga sudah beberapa kali mengunjungi, tempat ini ramai sekali dengan peziarah. Saya yang asli anak Jepara, mengakui bahwa tempat ini sarat akan makna dan budaya. Ada banyak cerita dan budaya yang tersimpan dibalik makam Mantingan ini.

Sebelum mengenal objek wisata ini secara penuh, tak ada salahnya kalau kita mengenal kondisi fisik makam Mantingan ini. Letaknya di desa Mantingan kecamatan Tahunan kabupaten Jepara. Makam berada dibelakang tepat masjid Mantingan, masjid tertua di Jepara setelah masjid Agung Demak. Masjid dan makam Mantingan ini kental akan budaya dan sejarah. Hal ini terbukti dengan kondisi fisik bangunan yang merupakan perpaduan antara hindu dan Islam. Selain itu juga di dalam Masjid terdapat ukiran hewan yang  benafaskan Islam yang memadukan ke dua unsur kebudayaan tersebut.

Untuk sampai ke makam Mantingan ini, sebenarnya mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum atau pun pribadi. Kalau dari arah kudus, semarang ataupun demak bisa naik bus dengan tujuan Jepara-Kudus. Sedangkan yang dari arah Semarang atau Demak bisa naik bus Semarang-Jepara. Perkiraan biaya akomodasi Jepara-Kudus itu sekitar Rp 10.000,00 dan Jepara-Semarang sekitar Rp 15.000, sekali naik. Anda bisa meminta berhenti di bundaran Ngabul, setelah itu bisa dengan naik ojek angkutan kota sampai tempat tujuan. Jaraknya mungkin sekitar 1-2km.

 

Itulah cara termudah untuk sampai di tempat tersebut. Ada beberapa jalur alternatif, tapi menurut saya akan memakan waktu jauh lebih lama dan membingungkan. Hehehe …tapi jika ingin mencoba saya sarankan pakai google navigasi agar tak tersesat. Pasalnya perjalanan ke Mantingan kemarin, jalur yang biasanya saya lalui tiba-tiba macet karena ada kebakaran. Jadi ya harus cari jalur alternatif. Waktu itu saya dan rombongan mengandalkan google navigasi untuk sampai kesana. Lewat jalur alternatif itu enak, karena akan menemukan berbagai pemandangan yang masih asri dan tentunya jalannya naik turun. Namun kalau lewat jalur alternatif ini Anda harus memakai kendaraan sendiri atau menyewa, karena tidak ada kendaraan umum melalui jalur ini.

Kalau tadi bercerita tentang akomodasi dan transportasi, terus gimana sih dengan soal makanan atau tempat jajan disana. Jujur saya enggak pernah jajan di sana. Langsung pulang saja kalau habis ziarah, hehehh … tapi tidak usah kuatir karena banyak warung dan pedagang kaki lima di sana. Tepatnya banyak terdapat di sekitar gapura makan Mantingan.

Yang enggak boleh terlewat dan Anda wajib mengetahui dari tempat ini adalah sejarah dan budayanya. Menurut saya keren banget. Oh ya, selain makan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, di samping belakang mereka juga ada makam Sultan Abdul Djalil atau yang dikenal dengan Syekh Siti Jenar. Ziarah kali ini baru pertama kali saya mampir ke makam Syekh Abdul Djalil. Tidak begitu jauh dari makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, cukup berjalan selama beberapa menit. Di tengah perjalanan ke makam Syekh Abdul Djalil, saya merasakan bau yang harum di sini. Tepat di bawah plang nama yang menunjukkan ke arah makam Beliau.

Salah satu hal yang identik dengan makam Mantingan ini adalah pohon Pace (Mengkudu) dan air yang ada di depan masjid Mantingan ini. Konon katanya, buah pace ini jika di makan dapat mempermudah seseorang dalam mendapatkan keturunan. Sedangkan air yang ada di depan masjid dipercaya mampu menguji kejujuran seseorang.

Berbicara soal sejarah makam mantingan ini berkaitan erat dengan budaya baratan atau arak-arakan Ratu Kalinyamat, di mana akan diperingati setiap tanggal 15 ruwah (kalender Jawa) atau 15 Sya’ban (kalender Islam). Budaya ini hanya ada di sekitar daerah kalinyamatan dan sekitarnya karena dahulu pusat pemerintahan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat itu terdapat di kalinyamatan. Pesta Baratan ini di peringati untuk mengenang Ratu Kalinyamat yang membawa pulang jenazah suaminya (Sultan Hadlirin) yang dibunuh oleh Arya Penangsang.

Dari sinilah muncul beberapa nama untuk sebuah daerah. Semisal ketika kalah berperang Ratu Kalinyamat dan rombongan sampai harus merambat-rambat di tanah sehingga daerah tersebut dinamakan prambatan. Kemudian sampai di mana darah yang keluar dari jasad Sultan Hadlirin berwarna ungu dan mengalir ke sungai, sehingga daerah tersebut dinamakan kaliwungu. Kemudian sampai pada suatu daerah di mana jasad Sultan Hadlirin mengeluarkan aroma wangi, sehingga daerah tersebut dinamakan purwogondo.

Kembali ke budaya atau pesta baratan yang diperingati untuk mengenang perjuangan Ratu Kalinyamat dalam membawa pulang Jasad suaminya. Biasanya akan ada arak-arakan Ratu Kalinyamat beserta rombongan yang di mulai dari masjid Kriyan sampai pada pendopo Kalinyamat. Biasanya anak-anak suka membawa lampion atau narik berbagai jenis kendaraan yang terbuat dari bambu dan kertas, yang telah diberi lilin atau lampu.

Semasa saya kecil kegiatan seperti ini masih sangat banyak dan ramai, namun sekarang ini pesta baratan jarang sekali ada di jalan-jalan kampung. Namun yang membuat diri agaknya masih merasa senang karena banyak organisasi masyarakat yang terutama digawangi anak muda mencoba melestarikan budaya ini dengan kreativitas mereka masing-masing.

Sebenarnya ada banyak kisah dan cerita bersejarah dalam makam Mantingan ini. Tentunya ada banyak hikmah di dalamnya yang dapat kita jadikan teladan. Alhasil bagi  yang ingin mencoba wisata budaya, wisata bersejarah, sekaligus berziarah, tempat ini bisa menjadi salah satu tujuan berwisata  Anda dan keluarga.

Semoga bermanfaat…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading

rupa-rupa

Bahagia dengan Pernikahan Sebaya

By on Agustus 11, 2017

Pernikahan sebaya atau pernikahan yang terjadi diantara pasangan suami istri yang seumuran, saat ini sudah tidak asing lagi, bahkan banyak yang mengalami. Teman sekolah atau kuliah yang seumuran, sekarang menjadi partner hidup kita. Adakah yang suami atau istrinya merupakan teman sebaya?

Saya sendiri mengalami yang namanya pernikahan sebaya. Sedikit curcol dan berbagi pengalaman saja tentang pernikahan sebaya. Suami  adalah teman sekolah  dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Kuliah kita enggak barengan, dia merantau ke daerah seberang  dan saya masih tetap di daerah dengan cita rasa lokal. Sewaktu masih sekolah bareng, kita biasanya saja, just friend, enggak ada perasaan gimana-gimana. Tapi entah kenapa, wallahhua’lam hanya Allah SWT yang Maha tahu, saat enggak barengan lagi justru perasaan itu ada. Mengalir saja, saling membutuhkan satu sama lain. Padahal kami tak ada sangkut-pautnya satu sama lain.

Biasanya kan seseorang punya hubungan karena mereka mempunyai suatu kesamaan yang unik, yang membuat mereka merasa nyaman satu sama lain, sehingga terciptalah suatu hubungan. Nah kalau saya, perasaan tidak begitu. Sampai sudah menikah pun kami punya kebiasaan 1800 yang berbeda. Namun di sinilah letak uniknya dan merasakan sensasi yang berbeda.

Menjalani sebuah ikatan pernikahan bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika pernikahan itu pernikahan sebaya yang kata sebagian orang akan rawan sekali mengalami perpecahan. Semoga tidak ya. Menjalani pernikahan sebaya itu memanglah tidak mudah. Secara kita punya tingkat  emosi dan kedewasaan yang hampir sama. Sehingga jika ada suatu masalah, tingkat pemicu pertengkaran akan jauh lebih tinggi. Saya sendiri tidak memungkiri akan hal ini karena saya pun mengalami. Namun mengenai hal itu, kembali lagi ke pribadi masing-masing.

Saya dan suami yang mempunyai kebiasaan berbeda, menjalani pernikahan sebaya sejauh ini fine-fine saja, meski tak semudah membalik telapak tangan. Sudah empat tahun usia pernikahan alhamdulillah setiap kali ada masalah kami mampu menyelesaikannya secara baik-baik. Menurut saya pribadi yang mempunyai dua kebiasaan berbeda, menyiasati hal seperti dengan cara menghargai saja satu sama lain. Selain itu kontrol emosi ini yang harus dilatih terus menerus.

Saya pikir there is no one is perfect ya…pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di sini lah yang memerlukan pemahaman lebih, penerimaan terhadap diri kita sendiri dan pasangan. Mencoba mengompromikan dan menyamakan persepsi untuk mencari jalan tengah lah yang biasanya saya lakukan. Mengutarakan apa yang menjadi keinginan saya dan mengomunikasikannya ke suami. Di sini kita bisa saling mengingatkan, menginstrokpeksi diri dan saling memberi masukan. Pada intinya adalah komunikasi yang baik dari kedua belah pihak.

Memang sih pada prakteknya agak susah, karena ini berkaitan dengan kebiasaan yang tidak bisa dirubah dengan begitu cepat. Butuh proses dan waktu untuk menjalani dan mengubah suatu kebiasaan. Jadi ya jangan capek untuk diingatkan dan mengingatkan. Saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan suami ditutupi dengan kelebihan si istri dan begitu juga sebaliknya.

Pada akhirnya saya juga seperti itu. Suami yang karakternya tidak begitu disiplin, amburadul, hehe… tak suka dengan deadline and peraturan yang mengikat berbanding terbalik dengan saya yang suka kejar target dan deadline, disiplin, enggak bisa melihat sesuatu yang kotor, berantakan, semrawut harus berdamai dengan diri sendiri dan menerima kekurangan suami. Sedikit-dikit saya ingatkan. Begitu juga dengan suami yang menganggap saya terlalu perfectionist dan harus menurunkan sedikit standar saya untuk berdamai dengan sesuatu yang semrawut dan berantakan.

Ya sudah kami terima dengan kekurangan  masing-masing dan saling memperbaiki saja. Mungkin seperti inilah kalau punya pasangan sebagai pekerja seni. Saya mencoba lakukan masukkan yang beliau berikan yang menurut saya baik, begitu juga dengan beliau. Memahami karakter pasangan masing-masing itulah yang mungkin dapat saya simpulkan.

Bagi saya tak ada alasan untuk tidak bahagia hanya karena perbedaan. Justru dengan perbedaan kita bisa belajar banyak hal, mengasah emosi, berdamai dengan diri, menerima kelebihan dan kekurangan, melatih empati, simpati dan tentunya masih banyak lagi.

Adakah yang punya pengalaman yang sama atau berbeda tentang pernikahan sebaya? Hayuk share dan curcol dikit…

 

#ODOP11

#BloggerMuslimahIndonesia

 

Continue Reading

parenting

Pentingnya Keseimbangan Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

By on Agustus 10, 2017

Belakangan ini di media sosia maupun televisi sedang marak pemberitaan tentang bunuh diri. Banyak alasan dibalik seseorang melakukan hal itu. Islam sendiri pun melarang bunuh diri apapun alasannya. Banyaknya kasus bunuh diri ini secara tidak langsung menegur kita sebagai orang tua yang merupakan figur utama pendidik di rumah. Bagaimana kita sebagai orang tua mampu memberikan pondasi agama yang kuat dan memberikan pola kemandirian bagi anak.
Ya, setidaknya tugas orang tua itu mendidik anak agar mandiri, siap berpisah dengan orang tua, dan membekalinya dengan pendidikan agama yang kuat. Di sinilah dibutuhkan keseimbangan peran orang tua dalam mendidik anak. Keseimbangan antara kehidupan pribadi atau keluarga dengan pekerjaan. Banyak orang tua terutama Ibu yang lalai dengan pendidikan anak karena urusan pekerjaan. Mereka hanya menyerahkan pendidikan pada sekolah, padahal tanggung jawab utama mendidik anak adalah orang tua.
Ketika sudah menikah, banyak perempuan terutama mereka yang bekerja, dilema antara urusan pekerjaan dan keluarga. Apalagi jika sudah dikaruniai buah hati. Keluarga atau karir? Apapun yang menjadi keputusan Anda, baik memilih menjadi Ibu rumah tangga yang full mengurus keluarga ataupun tetap bekerja adalah keputusan yang sama baiknya. Tidak ada yang salah dan dipersalahkan. Namun di sini dituntut peran orang tua untuk mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan keluarga, yang berpengaruh besar terhadap pola pendidikan anak.
Keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga ataupun ibu pekerja adalah hal yang mudah. Yang tersulit adalah keistiqomahan dalam menjalani peran yang sudah dipilihnya. Istiqomah inilah yang sulit. Tentunya di tengah perjalanan tidak akan mulus begitu saja. Banyak hambatan dan godaan-godaan yang akan mempengaruhi kita dalam menjalani keputusan yang telah dipilih.
Jika kita melihat kembali pada ajaran Islam, sebenarnya Islam sendiri mengajari tentang keseimbangan ini. Islam menciptakan laki-laki dan perempuan guna melengkapi satu sama lain. Begitu juga dengan peran yang dimainkannya. Jika dalam Islam mengajarkan kalau sebaik-baiknya perempuan (istri) itu yang tinggal di rumah dan laki-laki itulah yang mencari nafkah, maka inilah bentuk pengajaran dari Allah tentang arti keseimbangan.
Perempuan di rumah dengan perannya sebagai Ibu rumah tangga, mengurus anak dan suami, mengurus rumah, mendidik anak, menjaga harta suami, dan aneka pernak-pernik rumah tangga lainnya. Sedangkan peran suami adalah mencari nafkah untuk keluarga, memimpin dan membimbing keluarga. Dengan begini keseimbangan dalam keluarga akan tercapai. Tidak akan terbengkalai antara urusan keluarga dan pekerjaan, termasuk dalam urusan mendidik anak.
Lalu bagaimana dengan mereka yang single parent atau harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga? Tidak dipungkiri memang namanya kehidupan pasti ada hal seperti ini. Banyak dari mereka yang harus menyandang status single parent, entah itu karena perceraian atau memang sang suami sudah dipanggil oleh sang pemberi kehidupan terlebih dahulu. Dengan kondisi seperti ini memang seorang istri mau tidak mau harus menjalani dua peran sekaligus. Peran sebagai seorang Ayah yang harus mencari nafkah dan perannya sebagai seorang Ibu.
Bekerja dari rumah bisa menjadi salah satu jalan keluar atas persoalan seperti ini. Kita bisa tetap bekerja mencari nafkah sekaligus mengawasi anak-anak. Mengawasi di sini dalam artian mengotrol, membimbing dan mendidik anak dari rumah tanpa harus meninggalkan mereka begitu saja. Hal yang sama pun bisa diterapkan bagi mereka yang full menyandang status Ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga tetap bisa produktif, mengaktualisasikan diri lewat bekerja di rumah. Jadi mereka bisa mengapresiasikan, menghasilkan, tanpa mengabaikan perannya sebagai pendidik pertama dan utama buat anak. Dengan seperti ini Ibu rumah tangga juga tidak akan kehilangan haknya untuk bersosialisasi, dapat mengembangkan diri, dan juga mampu menghindarkannya dari rasa stress atas kejenuhan terhadap suatu aktivitas.

#ODOP3

#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading

rupa-rupa

Melatih Konsistensi dengan ODOP Bersama Blogger Muslimah

By on Agustus 2, 2017

Alhamdulillah meski baru kali ini sempat menulis, namun tidak menyurutkan langkah untuk ikut berpartisipasi dalam one day one post (ODOP) bersama blogger muslimah. Salah satu motivasi mengikuti event ini adalah selain memberikan konten yang berkualitas untuk pembaca, juga sebagai sarana untuk menebar manfaat bagi orang lain melalui tulisan. Dan tujuan yang paling utama adalah melatih konsistensi diri sebagai motivasi tertinggi saya dalam menulis.

Konsistensi sendiri bagi saya ini sulit sekali. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, hanya beberapa jam atau waktu saja bisa konsisten. Butuh proses dan waktu yang berkesinambungan untuk melatih diri agar tetap konsisten. Dalam KBBI sendiri konsisten diartikan tetap, tidak berubah-ubah. Kemampuan mengatur diri inilah yang saya butuhkan agar tetap konsisten dalam menulis dan tentunya menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Bagi seorang penulis ataupun blogger, tulisan merupakan sebuah investasi yang tak ternilai. Selain itu dengan menulis, dengan menjadi seorang blogger, ataupun penulis akan memperoleh banyak sekali manfaat yang didapat. Bertambahnya teman merupakan salah satu manfaat yang bisa kita dapatkan. Secara tidak langsung kita akan berteman, berkomunitas dengan orang-orang seprofesi, yang mempunyai ketertarikan yang sama dengan minat. kita juga bisa memperoleh banyak teman dari pembaca setia dan tentunya banyak lagi.
Silaturrahim, biasanya seorang blogger akan melakukan yang namanya blogwalking atau kalau untuk pejabat itu istilahnya kunjungan kerja. Hehehe… bahasa sederhananya itu silaturrahim. Bersilaturrahim antar blogger dengan mengunjungi blog masing-masing. Semakin kita sering bersilaturrahim tentunya akan memperluas relasi, teman dan jaringan. Nah kalau sudah begini, bukan hal yang tak mungkin lagi bukan untuk memperluas jalan rezeki. Banyak silaturrahim banyak rezeki.

Membuka wawasan, yang namanya seorang blogger, penulis mau tak mau memang harus banyak membaca. Karena bagi mereka membaca itu merupakan output, sumber ide untuk menghasilkan sebuah tulisan yang berkualitas. Dengan aktivitas seperti ini, membaca dan menulis, seseorang akan terbuka dan bertambah pula wawasannya.

Lantas selanjutnya bagaimana? Agar kegiatan bloging, menulis, menjadi menyenangkan dan memperoleh setidaknya ketiga manfaat di atas? Kembali lagi ini mengenai konsistensi jawabannya. Ya konsisten, ibarat kata tulisan itu sebuah investasi masa depan, di mana kita perlu konsisten untuk menulisnya. Dan untuk konsisten ini perlu cara. Salah satunya dengan menejemen waktu.

Faktor menejemen waktu menurut saya ini penting, karena tidak semua pekerjaan dapat kita selesaikan pada hari dan waktu itu juga secara bersamaan. Perlu dipilah-pilah terlebih dahulu. Dari yang penting mendesak, tidak penting mendesak, penting mendesak, sampai tidak penting tidak mendesak. Buatlah daftar kegiatan yang akan Anda lakukan di hari itu. Urutkan sesuai prioritas, buang kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak. Tentukan juga batasan waktu, seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Jika Anda sudah membuat daftar kegiatan , setelah itu tinggal action. Lakukan setiap daftar yang telah Anda buat sesuai dengan waktunya. Satu hal yang perlu diketahui bahwa dengan membuat daftar kegiatan seperti ini, mungkin akan terasa kaku dan Anda kelihatan seperti robot. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Daftar kegiatan ini akan memudahkan Anda dalam mengorganisir setiap kegiatan dan meminimalisir waktu yang akan terbuang secara sia-sia. Meskipun setiap kegiatan sudah terjadwal, namun daftar kegiatan ini tetaplah fleksibel sesuai situasi dan kondisi. Karena terkadang terdapat hal-hal yang tak terduga lainnya.

Menjalankan daftar kegiatan untuk mengatur waktu ini pun bisa dibilang susah-susah gampang. Jadi buatlah menejemen waktu yang pas dan sesuai dengan diri Anda. Pasalnya, nanti dalam pelaksanaannya Anda akan menemui banyak sekali hambatan. Kelihatannya sepele, namun teramat sulit untuk dilakukan jika tidak punya keinginan yang kuat.

Jika nanti dalam prakteknya Anda masih keteteran dalam melaksanakan setiap daftar yang dibuat, jangan lantas menyerah begitu saja. Terus lakukan, lakukan dan lakukan. Jangan berhenti, perbaiki setiap kesalahan yang Anda lakukan hari ini, untuk mendapatkan esok yang lebih baik. So, selamat belajar mengatur waktu dan teruslah konsisten. Semoga bermanfaat….

#ODOP1
#BloggerMuslimahIndonesia

Continue Reading